Belajar dari Keputusan Kasus AQJ

bodats:

Secuil pemikiran dari Eyang Edo. Saking mirisnya saya terhadap penegakan hukum di Indonesia, gak bisa menulis tanpa emosi. Rasanya, istilah “tajam ke bawah, tumpul ke atas” semakin melekat di penegakan hukum, di negara ini.

Originally posted on Edo Rusyanto's Traffic:

pesan laka anak di motor

MAJELIS Hakim Pengadilan Jakarta Timur membebaskan AQJ, 13 tahun. Anak musisi kondang, Ahmad Dhani itu oleh majelis hakim dikembalikan kepada orangtuanya. Sekitar sebelas bulan lalu, AQJ memicu kecelakaan yang menewaskan tujuh orang di jalan tol Jagorawi, persisnya pada Minggu, 8 September 2013 sekitar pukul 00.45 WIB.

Laman vivanes.com mengutip Ketua Majelis Hakim yang menyatakan, AQJ bukan anak nakal, hanya kurang perhatian, dan korban dari keadaan keluarga yang kurang harmonis. “Maka itu, majelis mengembalikan terdakwa kepada orangtuanya,” kata Ketua Majelis Hakim seperti dilansir vivanews.com, Rabu, 16 Juli 2014.

Di sisi lain, seperti dilansir tempo.co, AQJ atau Dul, terutama Ahmad Dhani dianggap sudah bertanggung jawab terhadap para korban. “Banyak yang sudah dilakukan pihak terdakwa sebagai aksi pertanggungjawaban terhadap para korban,” ujar Fetriyanti, ketua majelis hakim.

Ahmad Dhani dianggap sudah bertanggung jawab dengan mengganti semua biaya pengobatan dan pemakaman para korban. Dia juga dianggap telah menjamin pendidikan anak-anak korban tewas hingga jenjang perguruan…

View original 451 more words

By bodats Posted in Tak Berkategori

Ngobrol Asyik Bareng Komikus Haryadhi “Gee”

Haryadhi Gee

Suasana akrab yang diwarnai canda tawa nan akrab terjadi di pojokan Black Canyon Coffee, di Cipete Jakarta Selatan. Sabtu (14/6) lalu, setelah lebih dari satu tahun absen, forum Kombi alias Kompor OBI, sebuah media diskusi dengan narasumber yang inspiratif kembali digelar Oto Blogger Indonesia.

Kali ini yang menjadi “korban” canda tawa dan pertanyaan usil OBIwan adalah Haryadhi, seorang komikus lokal yang terkenal dengan kartun-kartun sindirannya yang bersifat sarkastik, “kejam” namun menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Salah satu karyanya, KOSTUM (Komik strip untuk umum) dikenal banyak orang melalu jejaring sosial media.

Haryadhi mengaku tidak punya pendidikan khusus komik atau desain grafis. “Gue gak pernah kuliah desain grafis Baca lebih lanjut

Susahnya Memeroleh SIM

foto: apex motorcycle training, UK.

foto: apex motorcycle training, UK.

“Susah bang. Gue udah tiga kali nyoba, gagal mulu!” demikian jawaban seorang teman saat ditanya perihal proses mendapatkan surat izin mengemudi untuk sepeda motor, atau lebih dikenal dengan SIM C. Si kawan tersebut melanjutkan, “Tahu-tahu saya udah disuruh ujian aje. Mana kita tahu soalnya kan? Banyak banget pertanyaan-pertanyaan menjebak. Jadinya nilainya jeblok dah! Capek juga ngikutin prosedur yang gak jelas. Belum lagi waktu dan duit yang udah kepake.

Keluhan kawan tersebut tidak bisa dianggap mewakili apa yang terjadi di masyarakat saat ini. Tetapi adalah fakta bahwa sistem perolehan SIM di negara ini memang butuh perbaikan. Sebab, tidak jelas apa yang bakal diuji, siapa pengujinya dan bagaimana mekanisme penentuan lulus atau tidaknya. Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah mendapatkan pelatihan, tiba-tiba saja diuji tentang hal spesifik. Mengemudi motor memang terkesan mudah secara teknis, tetapi ketika bicara soal legalisasi, maka ada standar yang berlaku. Disinilah letak permasalahannya, apakah para pemohon SIM C yang mayoritas otodidak itu bisa memahami standar apa yang berlaku? Baca lebih lanjut

Dari Seorang Sales Menjadi Sukses, Sebuah Buku Dari Paulus S. Firmanto

Buku Paulus“Maaf mas, tidak tertarik. Saya masih punya sepeda motor yang bisa digunakan”, demikian ucap saya saat seorang salesman atau seorang pramuniaga menawarkan lembar berisi tawaran kredit harga sepeda motor dari atpm sepeda motor asal Jepang, yang kuartal pertamanya di tahun ini meraih pemasukan sekitar 1,7 trilyun. Dan bukan saya saja yang menolak, beberapa pengendara yang tengah beristirahat di sebuah SPBU di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur pun melakukan hal yang serupa. Namun sang pramuniaga tidak bergeming, selalu dengan ramah menghampiri setiap orang dan walaupun mendapatkan respon yang sama.

Kejadian tersebut mengingatkan saya tentang buku karya mantan petinggi industri roda dua di Indonesia. Beberapa bulan lalu, mantan General Manager Marketing di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing tersebut, meluncurkan sebuah buku tentang bagaimana menjadi seorang salesman yang baik. Judulnya adalah 19 Rahasia Sukses, Kisah Nyata Perjalanan Seorang Sales Menuju Puncak Karir.

“Saya ingin berbagi pengetahuan, Baca lebih lanjut

Mungkinkah Motor India Melawan Motor Jepang?

foto: situs motorun.biz

Seberapa besar kemampuan sebuah pabrikan roda dua asal India untuk bersaing dengan raksasa otomotif Jepang? Itu adalah pertanyaan besar yang ada di benak pemulis ketika menerima undangan dari salah satu atpm (agen tunggal pemegang merk) asal India terkait peluncuran produk terbarunya. Tapi nanti dulu, pabrikan yang satu ini tidak seperti “Saudaranya” yang sempat sukses di segmen motor sport, namun hengkang karena sebab yang tidak jelas. TVS Motor Company Indonesia (TMCI), adalah pihak yang mulai berani bermain di segment sport tersebut. Jagoan baru mereka adalah Apache RTR Xventure 180. Motor sport yang awalnya “datar”, kini mulai dikemas Baca lebih lanjut

Odong-odong vs Truk Molen, Empat bocah tewas, Salah siapa?

foto: twitter @afifahvipay

foto: twitter @afifahvipay

Well, tidak jelas darimana istilah odong-odong ini. Yang pasti nama itulah yang diberikan kepada sejenis kendaraan yang bentuknya seperti kereta mini wisata dimana sebuah kendaraan induk menarik rangkaian rangka terbuka yang berisi penumpang. Biasanya penumpang ini anak-anak, atau bocah. Entah sejak kapan odong-odong boleh masuk ke jalan raya. Yang dimaksud jalan raya di sini adalah jalan besar yang menjadi jalur utama lalulintas di sebuah wilayah.

Biasanya, kendaraan odong-odong berada di area perumahan. Penulis sering melihat odong-odong dengan sepeda motor sebagai mesin penarik kendaraan tersebut. Tapi entah kenapa sepertinya trendnya mulai berubah. Beberapa kali penulis melihat sendiri odong-odong dalam bentuk mobil (jika ingin dikatakan demikian) berada di jalan raya. Duh, kok bisa sih? Baca lebih lanjut