Demo di Cikarang, Macet di Bekasi

Patas AC 05, yang biasanya lewat tol, terpaksa berdesakan di jalan raya kalimalang.

“Doakan semoga perjuangan kami berhasil bro.” Demikian isi BBM (blackberry messanger) dari seorang kawan, yang juga pekerja pada salah satu pabrik di Cikarang sebelum melakukan demo. Hari ini (27/1) buruh pabrik di Cikarang dan sekitarnya melakukan demo besar-besaran dan massif untuk memprotes dimenangkannya keberatan Apindo (asosiasi pengusaha indonesia) tentang UMP (upah minimum provinsi). Akibatnya, para buruh gagal menerima kenaikan gaji.

Sesuai yang sudah diperkirakan, pemblokiran jalan tol oleh para buruh berakibat luas, terutama lalu lintas. Semua kendaraan yang menuju Bandung/cikampek, diminta berputar balik oleh kepolisian. Sementara sisanya diarahkan keluar melalui gerbang tol bekasi barat, bekasi timur, pd gede timur sampai tambun. Padahal jarak demonstrasi masih kurang lebih 10 kilometer lagi. Continue reading

Selamat Ulang Tahun ke-50 Untuk Om Edo!

Om Edo saat XLNetrally, diapit oleh Penulis dan Beruang Sunter

Om Edo saat XLNetrally, diapit oleh Penulis dan Beruang Sunter

“Bro, ada bocoran nih. Besok eyang ulang tahun euy!” Begitulah pesan BBM (blackberry messanger) yang penulis terima dari salah satu blogger. Eyang adalah sebutan “kasih sayang” OBIwan ke blogger senior, Edo Rusyanto.

Bagi penulis sendiri, kenal om Edo pertamakali saat bergabung di KHCC (karisma honda cyber community) 4 tahun lalu. Dari situlah penulis kenal dengan konsistensinya meneriakkan keselamatan jalan dan juga perbaikan transportasi publik. Dimanapun, kapanpun, aktivis yang juga tergabung di RSA (road safety association) ini, siap menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk berdiskusi tentang keselamatan di jalan. “5 Hari Gue kerja untuk kantor. 1 harinya bolehlah kerja sosial untuk kepentingan banyak orang. Mudah-mudahan bermanfaat.” Demikian jawab pria beruban ini jika ditanya tentang aktivitas sosialnya tersebut.

Semoga om Edo, di usianya yg setengah abad tersebut, masih bisa berbagi pesan dan keperdulian keselamatan jalan dan perbaikan transportasi publik. Om Edo, selamat ulang tahun yang ke-50.GOD SPEED. (hnr)
*nunggu traktiran*

Antara Siswa SD dan Anggota DPR

Ketika anggota MPR yang digaji puluhan juta rupiah per bulan itu (belum termasuk rumah, kendaraan pribadi dan tunjangan lainnya) tertidur lelap di ruang rapat, justru puluhan bocah SD, demi meraih ilmu, demi mengejar prestasi, menyabung nyawa dengan menyeberangi sungai Ciberang, Banten, Continue reading

Mantan Pengguna Narkoba Tentang Kecelakaan “Xenia Maut”

Cuplikan saat Korban dievakuasiDari lansiran media, baik cetak maupun elektronik, hampir pasti disimpulkan bahwa pelaku kejadian “Xenia Maut”, Apriani mengkonsumsi narkoba sebelum kejadian berlangsung. Jika di luar negeri, Amerika Serikat misalnya, kategori ini masuk DUI (Driving under the influence). Semua orang tahu, bagaimana bahayanya berkendara saat tidak berkonsentrasi. Jika kita mengantuk saja, dapat berakibat fatal, bagaimana jika menggunakan narkoba.

Nah perihal ini, penulis sempat berdiskusi dengan seorang kawan lama, yang mantan pengguna Narkoba. Pria yang kini bersih dan menjadi pegawai kantoran tersebut mengaku langsung curiga pelaku pengemua Xenia tersebut menggunakan narkoba. Sebut saja nama kawan penulis, si Boim.

“Gue pas lihat di tv, langsung curiga. Kok habis nabrak orang sebanyak gituh, tuh orang biasa aje. Kayak gak merasa bersalah. Sibuk ngetik di hapenya. Saat itu gue langsung curiga, nih cewek kayak lagi atau habis make (menggunakan narkoba).” ujar pria berkacamata tersebut saat melihat tayangan kecelakaan di tv.

“Kok, lu bisa tahu?” tanya penulis lagi. Continue reading

OBI Sikapi Kecelakaan “Xenia Maut”

Cuplikan saat Korban dievakuasi

Ini sekedar re-posting pernyataan sikap OBI yang secara resmi dikeluarkan kemarin malam, kurang lebih 6 jam setelah kejadian tragis di sekitar Tugu Tani, yang menewaskan 9 orang. Yuk, kita lebih berhati-hati di jalan.

===============================================================================

Jakarta, 22 Januari 2012.

Siang ini, Minggu, 22 Januari 2012, publik kembali diguncang dengan kecelakaan maut yang menewaskan 8 pejalan kaki dan menyebabkan 4 orang kritis, di Jalan Ridwan Rais, kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Menurut berita yang dimuat sejumlah media online, kejadian tragis itu, dipicu ketika sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia, hilang kendali di jalanan dan menabrak para pejalan kaki.

Terkait dengan kejadian tersebut, Oto Blogger Indonesia (OBI) menyatakan:

1. Keprihatinan mendalam terhadap tragedi Xenia maut. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dalam menghadapi kejadian memilukan ini.

2. Mendesak aparat penegak hukum menuntaskan Continue reading

8 Pejalan Kaki Tewas. Masih amankah kita di jalan?

Korban Tragedi Tugu Tani Sedang Dievakuasi.

Korban Tragedi Tugu Tani Sedang Dievakuasi.

Saat sedang berkendara menuju Cibubur ini, tiba2x saja mendapat pesan Blackberry Messanger dari om Edo soal postingan terbarunya. Mirisnya, isi blog itu menyatakan telah terjadi kecelakaan di sekitar Tugu Tani yang menyebabkan 8 orang tewas seketika.

Hati ini semakin miris saat mengetahui bahwa para korban itu yang tewas justru pejalan kaki yang tengah menunggu kendaraan umum di halte, bahkan ada yang baru saja selesai mengikuti latihan futsal. Yang tewas dari mulai bapak-bapak, sampai balita. Bahkan salah satu korban, Nani (25) tengah hamil 3 bulan. Semua korban ditabrak oleh sebuah mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh AS, seorang wanita.

Jujur, penulis merasa sedih. Bagaimana tidak? Para pejalan kaki itu berada di tempatnya, trotoar, pinggir jalan. Bukan sedang menyeberang, bukan juga sedang bermain-main di tengah jalan.

Apakah benar2x sudah tidak berharga nyawa pejalan kaki? Sudah sedemikian egoisnya kah pengendara mobil, sehingga tidak berkendara dengan empati? Bukankah semua yang ada di jalan berhak untuk selamat? Apakah kita harus menunggu jatuh korban di pihak keluarga, rekan, teman atau sahabat, baru kita sadar? Saat penulis merenungkan ini, entah bagaimana perasaan keluarga yang langsung kehilangan empat kerabat keluarganya. Ini benar-benar tragedi. (Hnr)