Nih Dia Biaya Balap Motor di MotoGP

Photo: Asphalt n Rubber

Photo: Asphalt n Rubber

Berapa biaya balapan sebuah tim Moto GP? Mahal, pasti itu jawaban yang keluar. Tetapi berapa sebenarnya biaya yang dibutuhkan? Dan kenapa juga tidak ada, atau belum ada, pengusaha Indonesia yang “nekat” membuat tim motogp? Lalu kenapa pabrikan yang sudah mendulang untung di sini (Indonesia) tidak mau membentuk tim khusus untuk pembalap Indonesia ke motogp? Itulah beberapa pertanyaan yang dihasilkan dari sebuah simposium sederhana ala pekerja jakarta di sebuah warung roti bakar di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan beberapa hari lalu. Well, mudah-mudahan penulis bisa menjawabnya dalam artikel berikut.

MotoGP bisa dibilang adalah event balapan motor kelas premium. Berbeda dengan seri World Superbike yang menggunakan motor produksi massal, MotoGP justru sebaliknya. Semua mesin, suku cadang, perangkat elektronik, hingga mungkin baut dan murnya dipesan khusus. Bukan karena ingin berbeda, tetapi karena memang MotoGP menjadi ajang unjuk gigi teknologi terkini sepeda olahraga motor di muka bumi. Mesinnya adalah level prototipe, sederhananya, hanya dibuat dan digunakan di ajang MotoGP. Rem, Discbrake, ban hingga rangkanya tidak bisa didapatkan di dealer manapun. Konsekuensinya jelas, balapan ini mahal. Mungkin tidak semahal Formula 1, tetapi setara. Lanjut membaca

Motor Sport Yamaha 250cc? Mungkin Saja

“Dats, Yamaha bakal keluarin kelas 250 gak?” Demikian sms seorang kawan kepada penulis. Sebenarnya sih ini sudah bisa ditebak. Ok Singkat kata, untuk 2-3 tahun ke depan, penulis agak ragu pabrikan yang mengeruk untung trilyunan rupiah ini bakal mengeluarkan jagoan di segmen sport 250cc. Alasannya sederhana, mereka belum butuh “jagoan” baru.

Yamaha R250? Gambar: Istimewa

Yamaha R250? Gambar: Istimewa

Apa tuh “jagoan”? Yang dimaksud penulis adalah jawara penjualan di kelas sport tentunya. Monggo dicek blog om Edo sakti mandraguna cetar membahana semesta raya 3 tahun terakhir. Jika ingatan penulis tidak salah, Vixion adalah jawara di segmen sport. Khususnya kelas 150cc. Dan beberapa menit lalu, Eyang Edo menelurkan artikel yang makin membuat penulis yakin bahwa YIMM bakal pikir panjang sebelum mengeluarkan jagoan baru di kelas 250cc.

Penjualan Sport 250cc

 

2012

2013

%

CBR 250

1,300

1,117

-14.07

Ninja 250

2,334

3,652

56.46

Kawasaki ER250

0

360

100

KLX 250

166

103

-37.95

Inazuma

0

248

100

Skywave

0

8

100

 

3,800

5,488

44.42

sumber: AISI, diolah.

Saat ini, dominasi Vixion Lighting di kelas segmen sport masih belum tergoyahkan. Varian yang meneruskan kesuksesan pendahulunya (Vixion) tersebut makin berjaya dan konsisten sejak diluncurkan 2007 lalu. Dan bisa dibilang, inilah primadoan YIMM sebenarnya di segmen sport. Walaupun Byson dan Scorpio adalah produk yang juga lumayan penjualannya. Lalu kenapa YIMM cuek? Sebenarnya tidak cuek. Dijamin pasti sedang ribet menimang baik buruknya menelurkan satu lagi motor sport andalan mereka. Pertanyaannya, haruskah sekarang? Mungkin belum saatnya. Jika kita lihat, lagi-lagi ke blognya eyang subur, eh maksudnya eyang Edo, dijamin bakal terlihat satu alasan yang cukup jelas. Kawasaki masih terlalu sakti untuk digoyang. Betul, eyang Edo menganalisa berdasarkan data bahwa pasar segmen 250 menanjak drastis. Tapi jangan lupa, itu terjadi karena bertambahnya pemain baru: Honda dengan CBR 250-nya dan Suzuki menelurkan Inazuma-nya. Tetapi toh terbukti, sepanjang 2012, CBR 250 keok di penjualan. Motor besutan AHm tersebut menurun penjualannya sebensar 14.7 % dibandingkan tahun 2011. Kontras, Kawasaki melesat dengan kenaikan angka penjualan 56.46 %. Inazuma? Ah sudahlah.

Jika AHM yang sudah begitu percaya diri saja bisa lebam dan jatuh bangun melawan Ninja250, bagaimana dengan YIMM? Pastinya perlu berhitung ulang. Lalu kapan pecinta motor sport  Yamaha bakal bisa meminang varian 250? Apakah Scorpio akan didaulat menggunakan mesin 250 alias naik kelas? Atau Yamaha justru tidak peduli dengan euforia 250cc, dan mulai memberikan gimmick di segmen 150. Bisa saja publik terangsang jika Byson diberikan mesin injeksi, atau jangan2x Scorpio diberikan Injeksi. Semuanya mungkin saja. Jika tidak percaya, silahkan bertanya kepada Komeng yang bergoyang.(hnr)

Duo Brutale & F4 RR dari MV Agusta

Brutale 1090 R

Mv Agusta Brutale 1090 Foto: MV Agusta

Pangsa pasar moge di Indonesia tampaknya makin gemuk nan menggiurkan. Selain pemain lama seperti Harley Davidson dan Ducati, sepertinya bakal ada pemain baru yang tidak bisa dianggap enteng. Adalah PT. Moto Arte Indonesia selaku sole distributor untuk merk MV Agusta yang tempo hari melakukan pengenalan line-up terbaru untuk 2013 kemarin.

3 produk anyar tersebut adalah Brutale 800, Brutale 1090 dan Superbike F4R. Dua yang disebutkan terdahulu merupakan generasi terbaru dari varian Brutale. Namun, terdapat perbedaan jumlah kapasitas mesin. Brutale 1090 menggunakan 4 silinder segaris, berbeda dengan Brutale sebelumnya yang menggunakan mesin 3 silinder. Selain itu ada juga perbedaan di bagian engine cover, warna dan juga spesifikasi teknis mesin motor naked sport asal Italia tersebut. Brutale 800 masih setia dengan ciri khas MV Agusta, 3 silinder.

Untuk F4 RR yang merupakan generasi terbaru dari F4, MV Agusta berhasil memadukan kemajuan teknologi “ride by wire” dengan estetika desain ala Italia. Konsep ini pula yang menjadi tema utama acara Minggu (28/4) kemarin di Domain Café, Senayan City, Jakarta. Adapun teknologi “ride by wire tersebut diantaranya meliputi: Lanjut membaca

Jalan Rusak? Nih Masalahnye

Kalimalang Rusak1

Kerusakan di jalan Inspeksi Kalimalang, di depan Kampus Gunadarma. (Foto diambil pada tgl 18 Maret 2013.

Diskusi ini terjadi di sebuah warung kopi, pinggiran kota Bekasi. Menunya seperti biasa, roti bakar, kopsus, burjo, mie rebus dan tentu saja beberapa potong gorengan. Monggo dinikmati.

Bocah: “Pak di Jalan samping Kalimalang banyak jalan yang rusak tuh.”

PNS Pemda: “Kalimalang ada wilayahnye. Ada Bekasi, ada Jakarte. Kalo Jakarte, bukan urusan kita dong. Pan kita Bekasi(h).

Bocah: “Yang gue maksud, yah bagian Bekasih pak. Tuh lihat, dari lamer Super Indo sampe ke arah Metmall banyak bet yang bolong.”

PNS Pemda: “Oh, kalo nyang itu jawabannya mah agak ribet. Ntar gue jelasin, lu pusing lagi.”

Bocah:”Maksudnya pegimane pak?” Lanjut membaca

Ukur Kemampuan Sebelum Melintasi Banjir

Sekedar berbagi ide & opini saja. Para pengendara motor dan juga warga Jakarta pada umumnya, beberapa hari ini dibuat semakin lelah dengan banyaknya titik jalan yang tergenang dimana-mana. Ketinggian air bisa dari 10 cm hingga lebih dari 1 meter. Nah walaupun sudah disampaikan oleh berbagai pakar dan mekanik di media massa, tentang bagaimana mengendalikan motor di saat banjir, masih saja banyak pengendara motor yang mengalami mati mesin saat melintasi banjir.

Kejadian ini disaksikan oleh penulis kemarin. Ada sebuah ruas jalan di Bekasi yang mengharuskan penulis memutar balik. Masalahnya ruas putar balik itu tergenang banjir cukup dalam. “Dalam bang, mending ngelawan arus aja sebentar, balik lagi ke sana.” Ujar seorang satpam mengarahkan penulis ke arah berlawanan. Penulis pun mencoba mengamati beberapa kendaraan roda empat yang melintas. Ternyata, ketinggian air sekitar ban untuk mobil suv (sport utility vehicle), artinya jika pakai ukuran ala orang Indonesia, ketinggian sekitar pinggang orang dewasa. Yakin dengan kemampuan motor blackbastard (karisma 2003), penulis mencoba melintasi dengan trik sebagai berikut:
1. Masuk ke area banjir secara pelan, bukan ngebut.
2. Posisi persneling di gear 1, dan terus berakselerasi.
3. Mengontrol akselerasi dengan rem belakang.
4. Menjaga jarak dari mobil di depan.
5. Berdoa, semoga tidak ada lubang di depan. :D

Nah ternyata, ada “kejutan” lain menunggu. Lanjut membaca

Hati-hati membeli asesoris Ninja250fi

Frame Slider Model Lama Artikel ini terinspirasi dari kejadian beberapa hari lalu. Awalnya adik sepupu penulis, yang baru saja meminang sebuah Ninja250fi, berminat untuk mencicil membeli asesoris dan keperluan motor 1/4 liter tersebut. Nah beberapa minggu lalu, yang bersangkutan membeli sebuah frame slider kit, sebuah asesoris yang didesain untuk melindungi body dan mesin jika motor full fairing tersebut terjatuh. Pada saat membeli, penulis sudah mengingatkan untuk bertanya kepada penjaga toko bahwa yang ingin dibeli adalah framslider untunk Ninja250fi, bukan yang tipe karburator/tipe lama. “Sudah gue tanya bang, dia (pemilik tokok) bilang itu untuk yang baru.” demikian jawab adik sepupu penulis. Namun ternyata kenyataan berkata lain.

Saat dibawa ke bengkel resmi di kawasan Bekasi, Jawa Barat, mekanik langganan langsung mengkeryitkan dahinya ketika melihat framslider tersebut. “Wah boss, kalo yang ini mah bukan Lanjut membaca