Pilih mana, Ducati Monster atau Kawasaki Er6N?

“Sudah laku berapa bang?” tanya penulis saat servis di salah satu bengkel Kawasaki di bilangan Bekasi, beberapa hari lalu. Pertanyaan ini penulis lontarkan saat melihat seorang pengendara Kawasaki Er6n (600cc) hendak meninggalkan bengkel. “Kalau gak salah sih udah 6 buah. Lumayan juga lakunya.” Ujar salah seorang mekanik. Jawaban ini pun penulis lontarkan ke sang admin bengkel. “Iya, lumayan juga peminatnya. Yang inden ada sekitar 3-4 orang. Yang udah ambil udah di atas 5 orang. Yah mendekati 10 unit deh.” Demikian jawab sang admin.

Apa yang dibicarakan penulis beberapa waktu lalu dengan OBIwan sepertinya menjadi kenyataan. Akhirnya, masyarakat penggemar moge bisa mencicipi moge berkualitas dengan hanya merogoh kocek tak sampai 100 juta Rupiah. Ya, Kawasaki Er6N dilego ke pasar dengan angka 99 juta rupiah. Jika mau digenapi, yah katakanlah 100 juta. Sungguh harga yang murah, mengingat saingan terdekatnya, Ducati Monster 696 berada di level 200 juta ke atas.  Sembari menunggu mekanik mengganti oli redbastard, penulis jadi berpikir, apakah Ducati akan kehilangan pangsa pasarnya dengan keluarnya Er6N? Ini pertanyaan klasik, yang mungkin sudah sering dibahas di berbagai blog. *lirik mbah dukun*. Tapi yah secara penulis bukan ahli moge, hanya bisa mengira-ngira sebagai berikut.

Monster 696, Prestise Tapi Juga Penuh Tenaga

Spesifikasi Monster 696 (www.bikez.com)
Model: Ducati Monster 696
Year: 2011
Category: Naked bike
Rating: 65.2 out of 100. Show full rating and compare with other bikes
Price as new (MSRP): US$ 8495. Prices depend on country, taxes, accessories, etc.
Engine and transmission
Displacement: 696.00 ccm (42.47 cubic inches)
Engine type: V2, four-stroke
Power: 78.85 HP (57.6 kW)) @ 9000 RPM
Torque: 50.60 Nm (5.2 kgf-m or 37.3 ft.lbs)
Compression: 10.7:1
Bore x stroke: 88.0 x 57.2 mm (3.5 x 2.3 inches)
Fuel system: Injection. Siemens electronic fuel injection, 45mm throttle body
Fuel control: Desmodromic valve control
Cooling system: Air
Gearbox: 6-speed
Transmission type,
final drive:
Chain
Clutch: APTC wet multiplate with hydraulic control
Driveline: Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 45
Emission details: Follows the US Federal Regulation
Exhaust system: 2 aluminum mufflers
Chassis, suspension, brakes and wheels
Frame type: Tubular steel Trellis frame
Rake (fork angle): 24.0°
Front suspension: Marzocchi 43mm upside-down forks
Front suspension travel: 120 mm (4.7 inches)
Rear suspension: Progressive linkage with preload and rebound Sachs adjustable monoshock
Rear suspension travel: 148 mm (5.8 inches)
Front tyre dimensions: 120/60-17
Rear tyre dimensions: 160/60-17
Front brakes: Double disc
Front brakes diameter: 320 mm (12.6 inches)
Rear brakes: Single disc
Rear brakes diameter: 245 mm (9.6 inches)
Physical measures and capacities
Seat height: 770 mm (30.3 inches) If adjustable, lowest setting.
Wheelbase: 1,450 mm (57.1 inches)
Fuel capacity: 15.00 litres (3.96 gallons)
Other specifications
Starter: Electric
Instruments: Digital unit displaying
Factory warranty: 2 years unlimited mileage
Color options: Red (red/black), Dark stealth (matt black/black), Stone white (matt black/black), Monster Art colours (matt black/black)

Kawasaki ER6N, Moge "Terjangkau" Harganya :D

Spesifikasi Er6N (www.bikez.com)
Model: Kawasaki ER-6n
Year: 2011
Category: Naked bike
Rating: 73.4 out of 100. Show full rating and compare with other bikes
Price as new (MSRP): US$ 6699. Prices depend on country, taxes, accessories, etc.
Engine and transmission
Displacement: 649.00 ccm (39.60 cubic inches)
Engine type: Twin, four-stroke
Compression: 11.3:1
Bore x stroke: 83.0 x 60.0 mm (3.3 x 2.4 inches)
Valves per cylinder: 4
Fuel system: Injection. Digital fuel injection with two 38mm Keihin throttle bodies
Fuel control: DOHC
Ignition: Digital CDI
Cooling system: Liquid
Gearbox: 6-speed
Transmission type,
final drive:
Chain
Driveline: O-Ring Chain
Chassis, suspension, brakes and wheels
Frame type: Semi-double cradle, high-tensile steel
Rake (fork angle): 24.5°
Trail: 102 mm (4.0 inches)
Front suspension: 41mm hydraulic telescopic fork / 4.7 in.
Rear suspension: Single offset laydown shock with adjustable spring preload / 4.9 in.
Front tyre dimensions: 120/70-17
Rear tyre dimensions: 160/60-17
Front brakes: Double disc
Front brakes diameter: 300 mm (11.8 inches)
Rear brakes: Single disc
Rear brakes diameter: 220 mm (8.7 inches)
Physical measures and capacities
Weight incl. oil, gas, etc: 200.0 kg (441.0 pounds)
Seat height: 785 mm (30.9 inches) If adjustable, lowest setting.
Overall height: 1,100 mm (43.3 inches)
Overall length: 2,101 mm (82.7 inches)
Overall width: 759 mm (29.9 inches)
Wheelbase: 1,405 mm (55.3 inches)
Fuel capacity: 15.52 litres (4.10 gallons)
Other specifications
Starter: Electric
Factory warranty: 12 months
Color options: Metallic Flat Spark Black

Jika saja alasannya harga, bisa jadi Ducati Monster kehilangan calon konsumennya. Angka 100 juta itu cukup menggiurkan bagi sebagian besar kalangan penikmat motorcyle. Apalagi bagi yang ingin naik tingkat, dari ninja250 ke moge yang “beneran”. Tapi konsumen juga bervariasi. Bro Nadi pernah bilang, “Jika alasannya adalah harga, Ducati bisa goyang. Tetapi mereka mempunyai segmen tersendiri. Nama Ducati itu sudah prestise tersendiri, ada seni di situ. Performance pun juga tidak main-main. Mereka tidak pernah menelurkan produk ece-ece. Konsumen Ducati adalah mereka yang punya passion kepada seni motornya Italia.”  Sementara, bro Ardy, yang konon berminat kepada salah satu moge Kawasaki, mempunyai pendapat yang berbeda. “Kalo gue bilang, gak selamanya seperti itu. Konsumen di Indonesia ini kan tidak seperti di Eropa atau di Amerika, dimana brand awarenessnya sudah tinggi. Konsumen kita masih suka melihat range harga terlebih dahulu. Contoh paling sederhana adalah CBR250. Di atas kertas, powernya dibawah Ninja250. Tapi karena harganya lebih murah 5-7 juta, peminatnya membludak. Tidak tertutup kemungkinan Er6n bakal goyang Ducati.” Sementara itu, Benny hanya bisa berujar, “Gue kelarin kredit rumah dulu dah.”  Dengan raut muka sedih berkaca-kaca. :D

Penulis sendiri memposisikan diri sebagai konsumen. Walaupun hanya 2 silinder, (berbeda dengan kebanyakan motor Jepang yang menggunakan 4 silinder di kelas yang sama), Er6n menarik untuk dimiliki. Dengan mesin di atas 400cc, motor ini layak dikatakan motor gede alias moge. Penampilannya tidak kalah gahar. Harga bersahabat. Kualitas? Kawasaki terkenal akan kualitas produknya. Hingga kini, hanya kawasaki yang memproduksi motor sport 2 tak, yang menjadi ujung tombak penjualannya.

Bagaimana dengan pembaca sekalian? Jika ada rejeki lebih, memilih mana? Monggo pendapatnya… (hnr)

*ngitung celengan dan duit di bawah bantal*

About these ads

70 comments on “Pilih mana, Ducati Monster atau Kawasaki Er6N?

    • @azdi, jiahhh….. nanti ta beliin yang skala 1:16 xixixixixix……
      @wong gebluk, mantab opininya bro.. thanks for sharing….

  1. perilaku konsumen pasti penasaran dengan yang lebih baik,nah,gak cuma Ducati,tapi semua moge pun gak akan goyang,malah menurut gw Ducati harus terima kasih sama kawasaki..

    inget kasus user Ninja 250 yang gak puas sama tunggangannya,akhirnya pada ngejual dan ganti ke moge 2nd macam Ducati Monster dsb dsb… Biar kata udeh tahun tua,tapi Prestige nya gak ilang-ilang.

    user ninja 250 gak puas ? ganti ke ER-6 ? terus berpikir “bosen ah,banyak yang pake sekarang… ganti ahh..”

    Ducati 696 = Premium Entry Level Ducati
    Kawasaki ER-6n = Premium bike (Mid-Range) Kawasaki

    sampailah ke dealer,biasanya kalo orang udah mampu beli kendaraan Premium,pastinya akan beli yang lebih premium toh ya…. dan biasanya pasti yg lebih premium lg hehehehe

  2. klo buat nongkromg (cafebikers) sih lebih milih DUCATI tapi klo buat sehari2 ya KAWASAKI itu pendapat saya Oom (pengennya 22-nya xixixixi :-) maruk)

  3. Aduh 2 kali lipat lebih harganya, mau compare baiknya mesti di coba dulu kali ya. Gw sendiri bunyi penting, ER6 bunyinya mirip Ninja 250R, super four bunyinya bagus :) eh?

    Lihat ini:

    MCN test: Hasil no1. Gladius, XJ6, ER6 terakhir baru Ducati 696. Salah satu faktor karena mereka test di winter, nggak cocok untuk new rider, awkward to ride.


    MCN test: Sama juga dengan yang ini, 696 awkward to ride, kecuali kalau buy with your heart… Recommend to buy: ER6

    • @saranto, monster juga 2 silinder sih. Soal bunyi kayaknya memang gak ada bedanya. Cuma yg mengganjal adalah soal harga Ducati yg terpaut jauh banget. Lebih dari 2xlipat…
      Kalo soal 4 silider, mhh… Bunyinya memang maknyuss….. :D

  4. Ducati Monster engine-nya V2, Kawasaki ER-6 TWIN. Perbedaan Konfigurasi jelas mempengaruhi “BUNYI”. Mesin V jelas lebih halus karena Piston naik secara bergantian, sehingga suara saling mengisi tiap silindernya, sedangkan TWIN gak ada bedanya dengan mesin 1 Silinder, Piston naik secara bersamaan hanya Timing pengapian / pembakaran saja yang beda. Jadi jelas BUNYI gak jauh beda dengan Silinder Tunggal cuman sedikit lebih halus.

    • Justru yg twin paralel suaranya mirip moge 4silinder, klo mmg naik turunnya piston bersamaan. Contohnya lu liat aj dah en dengerin cb200 dan 175 twin suara stereo mirip moge. Klo ninja 250 suara justru ga mirip moge krn seher ga bareng suara rerrrrrrr, klo er 6n gw gatau,kmungkinan gantian jg.

    • Bukannya ducati L-twin engine ya..beda sm v-twin…tp suaranya jauh lebih sangar drpd mesin yang twin parallel kayak er6 gitu

  5. herannya, harga ducati ama er6 di amrik cuma beda tipis, cuma dapet sisa duit kalo menggeser keinginan dr beli ducati ke er-6

    kalo disini, kalo gag beli monster, bisa beli er-6 2, masih dapet sisa duit……

    apakah gengsi ducati lbh tinggi disini? hingga harga gengsi melebihi harga er-6? atau…….orang amerika yg lebih melek ama kualitas, hingga gengsi udah logis? :D

  6. Kejar prestige beli Ducati

    Kalo pengguna harian pilih Kawasaki. Nah coba motor udah mahal2 di pake harian pasti kan sayang. Nah kalo yang beli Kawak, lebih santai pakai harian, dari pada beli Ducai bisa dapet 2. Wakakaka….

    Duh saya aja belom punya Ninja250, nonton dulu ah, kalo langsung pake ER6 bisa2 keder.

  7. ducati monster sip, er-6n sip juga. kalo saya sih mikir harga juga tidak, karena saya sudah tau ke2 motor itu. harga mereka sesuai lah. yang jadi pemikiran saya adalah pajak /th yg diberikan kepada para si gendut disana & keadaan jalan di jawa-bali, sangat padat & gak semulus motor2 itu. terutama pajak /th -> gak rela bayar penuh sebenarnya, karena feedbacknya sangat sedikit bagi pemilik kendaraan kelas menengah ke atas.

  8. ducat…….seni dari mana oom…….sorry sinis
    saya gemar naik motor. motor eropa cenderung mesinnya kasar N tidak nyaman
    motor jepang cenderung kompromi……
    idealnya kalo ada yang lebih murah, performa diatas dikit, bisa buat gaya…..lupakan gengsi…..parkir juga sama2 bayar bro….

  9. @gin2: motor eropa powernya terasa meledak” om ibarat motor udah di korek. kalo moge jepang memang karakteristiknya power terasa kaya di rolling.

    menurut gua segi seni ducati jelas terlihat, pabrikan ducati punya desain nyeleneh dari teori” yg org jepang pake. kliatan jelas dari sasis n konvig mesinnya apalagi klo liat electrinicalnya.

    • uda coba atau sekedar baca berita aja bro?
      kl lo ud naik sendiri, maka gw yakin lo akan revisi komentar lo

  10. dua duanya nikmat, masing masing punya kelebihan dan cita rasa sendiri sendiri. ga bisa dibandingkan. gimana rasanya diavel ? mantap, gimana rasanya yamaha bison ? wuenak…, hypermotard ? waaaahhh sip, ninja ? ciamik… pokoknya motor apapun sip bro…! wis tak cobak kabeh…

  11. kl saya cukup tiger ajah,,,ntu jg blm kelar kreditnya,,,,wakakakakakakak
    ngaboooooooooooooooorrrrrrrrrrrrrrrrrrr
    (ngumpet di kolong meja,,drpd kena helm terbang)…..

  12. Eits jangan salah, itu harga bisa murah karena produksinya Thaliand, untuk Ninja seri ZX6R masih 200an juta karena CBU dari Jepang.
    Kabarnya Ducati dalam proses bangun pabrik di Thailand, kalo dah jadi, Monster paling sekitar 120an juta :D

    Lagipula kalo udah masuk kelas moge, harga gk ngaruh. Karena moge itu udah masuk prestise.
    Gampangnya gini, misal ada moge kw, kapasitas sama, tapi dijual 50jt. Pada mau beli gk?

  13. JANGAN KEMAKAN BRANDED BRO !!!
    Coba kita evaluate dr 2 aspek : (1) Thechnology, (2) Price & (3) Pride
    1-THECNOLOGY
    Liat aja di GP or SBK, Teknologi Jepang mendominasi, More Responsive Acceleration and More Powerfull, itu FAKTA dan TERBUKTI Bro !!!
    2-PRICE
    Price Ducati tidak sebanding sama Added Value yg kita peroleh, or bila di-compare Ducati Monster 696 Vs Kawasaki Ninja ER6N; selisih price tidak sebanding dengan selisih performance yg diperoleh. Kenapa ? Kita mesti tau Bro, karena dipengaruhi exchange rate Euro ke IDR.
    3-PRIDE
    Kalao ngomong Pride price Ducati, tambahin dikit beli HARLEY DAVIDSON sekalian, akan LEBIH PRIDE !!!!
    Optimis Kawasaki Ninja ER6N akan lebih mendarat di pasar Indonesia ketimbang Ducati Monster 696. SALAM REAL BIKER !!!

    • weh promo mopang tuh, dimana2 harga berdasarkan kualitas, motor2 buatan eropa terkenal punya usia lebih lama, dari pada mopang yg usia optimalnya rata2 cuma 5 tahun, contoh simple brake pad, brembo vs nissin, lom lagi sistem ECU yg menggunakan merk siemens, dan seabrek kualitas pada detil komponen. monggo kalo mw ulas detil kualitas tiap komponen, maka harga segitu buat motor eropa adalah pantas, jadi mari obyektif dalam menilai…. keep safety ridding

  14. Mr.Benz,boleh nggak ikut coba sepeda motornya…? klo aku yg naiki spd motor itu,kira2 kayak apa yach aku?
    klo Mister sndr,kayakx “Muantabb bangetz”!!!

  15. Naik motor merk apa saja, rasanya mirip lah, emang kalo naik motor Jepang atau Eropa beda banget? ya tetap kena ujan, panas, belon masuk angin lagi…..capek deh…..

  16. waduh coment serem2 semua, buat yg terakhir ja de.. naik motor kata orng bego mahal tapi kena ujan tapi tu passion bro..
    mau ujan badai juga tapi kalo suka ya gitu la..
    trus ada yang bilang seni apany tu motor ducati, semua balik ke orang lagi sebenarny gengsi ma ego menurut saya lebih berpengaruh daripada brand ma teknologi.. trus ad yang bilang mending beli matic ja sama2 bayar mala ga capek..
    sama ja ibaratny beli mobil murah ma mahal sama2 mobil..
    semua balik ke masing-masing kalo gw sendiri si prefer ducati jujur ja brand si kalo gw hahaha

  17. PILIH ZX-6 R yang udah 636cc lah. harga cuma 230. spek udah racing. adjustable suspension depan belakang. power udah 100-an HP. keok tuh ducati.

  18. Klo saya, lebih mili KAWASAKI ER6N, krna saya lebih tertarik sama kawasaki,..
    Insyah Allah saya akan beli tu KAWASAKI ER6N..
    hehehe :)

  19. saya jelas pilih Kawasaki, alasan :
    – jauh lebih awet. motor Italy sudah terkenal faktor ‘cepet rusak’nya (unreliable)
    – tetangga saya beli ducati, blm 1 tahun itu suara stasioner dah kayak mesin diesel merk ‘dongfeng’..buseeeeet klotak klotok,
    – bukti di pasaran intenasional : produsen motor italy banyak yg bangkrut, ga laku
    – lihat sendiri kondisi motor italy di Indo, kebanyakan ndabruk… rusak mulu, onderdil harga selangit.. mana tahaan?
    saya baru beli ER6N

  20. saya newbie di moge, tatkala ada kesempatan kita survey awalnya niat banget kawak er6n, setelah terkumpul survey motor italy mulai dri benneli, mv agusta, ducati cagiva yamaha dan honda setelah jalan sana sini di motor italy coba test drive smua motor, uangnya nggak cukup klo beli baru italy, trus balik ke kawak istri saya bukan penunggang motor tapi mobil begitu lihat lagi selera nya hilang emang nggak adayg bekas motor italy ….. ya ada mending beli yg italy aja deh …..

  21. wah, kayaknya seru nih… tp sayang gue telat bacanya… :D
    sbenernya mw beli ER6 kek, Monster kek… sama aja… tergantung selera dan kondisi keuangan… :D
    biar kata suka ducati tp mampunya beli er6 sama aja, bgitupun sbaliknya…

    • Bener bangat tu bro tergantung selera bukan menjelek tapi saling menghargai.kita indonesia harus menghargai jangan gara” motor jadi pada ribut

  22. Italian and European bike makers must learn to Japanese how to make reliable and long lived bikes.
    he he he… itu gw kutip dari majalah mongtor Ozzie.
    udah banyak pabrikan Eropa yg bangkrut krn mongtornya kagak laku. sebaliknya pabrikan mongtor Jepang mah, sampe saat ini masih pada berkibar.
    Ini kenyataan….

  23. gak ada hubungannya ma kurang aman atau musibah, pakai bebek atau matic juga bisa kena musibah….

  24. Aku gak milih semua lha wong blum kuat beli ducati or er6n……mending pake honda grand…ngiriiiiiitttttt

  25. gak bakal kehilangan bro pangsa pasarnya, di Jakarta atau sekitarnya orang rela beli mobil kayak mainan dua pintu ceper gak bisa lewat polisi tidur, seharga 9.3 milliar ada yang 13 milliard. banyak kayak gitu. apalagi motor cuma 200 juta. wake up. tuh launching lamborghini Aventador di jakarta seharga 9.4 milliard 9 unit langsung habis bahkan ada yang mesan lagi tapi unitnya habis dan dia rela nunggu sampe 2014 dengan langsung menyerahkan uang cash 9.4 milliard ke dealer.

  26. ducati donk brow…… dari spesipikasi ducati lebih mantap….. masin v2, power 78,85hp (57,6 KW) @ 9000rpm. gmana kalok 18000rpm ya brow…??

  27. Ducati Monster 696 di Indonesia jadi prestige, krena orang-orangya yg buat sperti itu.padahal harganya tdk beda jauh di luar negeri.

    Ducati mendominasi di ajang Superbike sejak 1990 dengan 14 kali juara World Superbike. 2010-2012 motor Aprilia RSV4 Fact yg jadi juara. Membuktikan Ducati Superbike mempunyai mesin yg cukup handal, jga di perangkat lainnya. Tapi tahun 2013 ini kelihatan Kawasaki ZX10R mulai unjuk gigi dengan pembalap Tom Sykes.

    ER6 moge entry level yg baik. Mesin parallel twin yg cukup punya gentakan torsi lumayan kuat di bawah dan tengah. ER6 di balapkan di kelas Supertwin melawan Suzuki SV650. Balapan di jalan raya Isle of Man TT jga ada kelas Supertwin ini.

    Bukan hanya ER6 sja motor jepang di kelas 600cc dengan 2 silinder, Suzuki SV650 Gladius jga 2 silinder V.

    Perbedaan di mesin, Ducati 696 dg single camshaft, 2 klep/piston, berpendingin udara. Mesin ER6 DOHC 4 klep/piston berpendingin air.

    Mesin Ducati menggunakan sistem Desmodromic yaitu penggerak buka/tutup klep sepenuhnya dg camshaft. Biasanya mesin membuka klep dg camshaft dan menutup klep dg per. Ini yang menjadi kan mesin Ducati terdengar brisik agak kasar. Tapi sistem ini sudah terbukti di arena balap tdk menjdi masalah.

    Perbedaan harga ER6 dan Ducati 696 yg jauh gapnya benar-benar tdk beralasan. Ini yg perlu dijelaskan.

  28. Klu ini tergantung tujuan punya motor itu utk apa. Dulu saya mau beli ducati monster 696, tp kemudian saya urungkan dengan alasan karena ternyata ducati 696 tidak berradiator. Saya membayangkan Pkai mesin 600 cc di Jakarta tanpa radiator, macet…, kalau motor2 MOGE dengan berpendingin mesin angin seperti HD dan Ducati mmg peruntukannya untuk wilayah eropa yang bersuhu dingin ataupun Amerika yang memang jalannya tidak macet,shg pendingin angin bisa optimal jika motornya dipakai dengan kecepatan min. 100km/jam. Jd klu bicara punya MOGE dan bisa dinikmati ya pilih ER6, tapi kalau mau punya MOGE tapi hanya untuk disimpan diteras..ya pilih Ducati 696. Jadi pilih yang mana..?

  29. Ah dua2 Nya motor jelek, EROPA dan jepang produk2 Nya cepat mati ato produk musiman macam musiknya jg yg musiman….ane mending pilih produk2 USA yg tdk Ada matinya biarpun sdh katrok tp tetap berharga dan selalu tampil terdepan diabad modern gmna pun…..lihat tuh HD,Apple,Zippo,Empire state building Dll ngk Ada matinya meskipun sdh ketinggalan teknologi tp tetap survive….dr pada beli nie motor2 Diatas mending ane beli Motor Buell….secara ngak pasaran kyk motor2 Diatas apalgi motor jepang motor sejuta umat sampe2 orng jepang Aja sdh malas pake produknya sendiri…..

      • Tdk kok bro…buell bangkit lagi,…memng sdh hal yg biasa untuk perusahaan2 di Amrik yg bangkrut atau dlm kata lain alasan mati tp buntut2 nya malah kembali lagi lbh perkasa, HD jg dl pernah bangkrut dan lisensi sempat diambil Jepang tp kemudian diambil kembali…..sepertinya memng faktor disengaja seperti hal nya general motor, mobil hummer dll yg sdh masuk daftar siap ambruk tp kenyataan tdk semudah itu, produk US memng produk seabad alias never die..meskipun teknologi tertinggal tp kebnykan memng permintaan konsumen,ini jg menyangkut idealis dan sejarah.

  30. Ducati:
    1. Harga: build up dg kurs euro pula jd cukup mahal.
    2. Teknologi tinggi
    Kekurangannya:
    1. Teknologi tinggi high maitanace.
    2. Teknolog tinggi jd lbh sensitif
    3. Gaya berkendara kaku
    Terbukti di MotoGP dg bertahan menggunakan sasis versi mereka, maka Ducati mjadi looser slama bertahun2. Sasis ala Jepang lbh responsife.

    ER6:
    1. Dibuat di Asia shg hrg import lbh murah. Letak pabrik mempengaruhi hrg jual.
    Kondisi ini dialami Vespa. kemudian ia menyiasatinya dg membangun Pabrik di India shg hrg jual di Indo nya lbh bersahabat.
    2. Teknologi:
    – Teknologi atau kualitas teknologi lbh rendah drpd ducati, tetapi memberikan efek lbh friendly maitance.
    – ATPM lbh banyak tersebar sehingga pemeliharaan dan servis lbh mudah dan murah.
    3. Gaya berkendara lbh friendly. dan postur cukup sesuai dg org asia.

    -So gw lbh preefer ER6
    -Kl memang punya duit 200 jt LEBIH mending beli moge 4 Silinder, jauh beda performancenya dg 2 silinder ducati dan er6.
    Kl uangnya KURANG dr 200 jt tp ingin mencoba yg 250 (4 silinder) atau 400 (4 Silinder) juga msh dpt kok

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s