Perihal Aturan Membonceng Mengangkang, Nih Salah Satu Solusinya

foto: sportrider.com

foto: sportrider.com

Postingan ini dibuat kurang lebih 6 jam lalu saat sedang asyik miting dan ngupi sambil ngerumpi. Dan disetting untuk terbit pada pukul 22.30. Alasan lainnya karena sebenarnya postingan dibuat atas permintaan seorang rekan untuk menyikapi Perda di Nangroe Aceh Darussalam yang mengharuskan seorang wanita duduk menyamping ketika menjadi penumpang di sepeda motor, atau pembonceng. Sebenarnya sih sudah banyak media yang membahas dan mengkritisi ini, tapi okelah kita bahas, secara singkat saja.

Instruktur dan penggiat road safety manapun akan setuju bahwa menyamping saat menjadi pembonceng di sepeda motor berbahaya. Kenapa? Karena jika menyamping, maka keseimbangan si pengendara akan terganggu dan meningkatkan resiko kecelakaan. Dan jika terjadi kecelakaan, hampir dipastikan si pembonceng akan menderita luka lebih serius karena posisinya yang mengurangi unsur antisipasi. Maka oleh itu, idealnya adalah pembonceng harus “menyatu” dengan pengendara untuk memberikan keseimbangan dan antisipasi manuver berkendara. Monggo disimak pendapat eyang Edo & Om Jusri di sini.

Lalu bagaimana menyikapi Perda tersebut? Masyakarat bisa melakuka uji materil Perda tersebut. Pengajuannya ke Mahkamah Agung. Idealnya, yang melakukan permintaan pengujian adalah masyarakat Aceh. Kenapa? Karena ini adalah tanah mereka, maka merekalah yang tahu apa yang terbaik untuk Aceh Nangroe Darussalam. Tapi, jika ada elemen masyarakat yang ingin menguji Perda tersebut, masih bisa mengajukannya. Misalnya RSA, atau LSM lainnya. Nah, di saat uji materil itulah bisa diperdebatkan apa ruginya jika menerapkan peraturan larangan membonceng mengangkang tersebut. Tentunya dengan mendatangkan ahli/instruktur road safety yang kredibel bicara soal keselamatan berkendara. Urusan sertifikat nanti dulu lah. Yang penting kepentingan publik diselamatkan.

Nih caranya untuk mengajukan uji materiil terhadap sebuah peraturan daerah yang notabene berada di bawah UUD 1945, monggo dibaca doeloe :

Pasal 2 Peraturan Mahkamah Agung No. 01 Tahun 2011 tentang Hak Uji Materil (“PERMA 01/2011”) mengatur sebagai berikut:

(1) Permohonan Keberatan diajukan kepada Mahkamah Agung dengan cara :

a.      Langsung ke Mahkamah Agung; atau

b.      Melalui Pengadilan Negeri yang membawahi wilayah hukum tempat kedudukan Pemohon;

(2) Permohonan keberatan diajukan terhadap suatu Peraturan Perundang-undangan yang diduga bertentangan dengan suatu Peraturan Perundang-undangan tingkat lebih tinggi;

(3) Permohonan keberatan dibuat rangkap sesuai keperluan dengan menyebutkan secara jelas alasan-alasan sebagai dasar keberatan dan wajib ditandatangani oleh Pemohon atau kuasanya yang sah;

(4) Pemohon membayar biaya permohonan pada saat mendaftarkan permohonan keberatan yang besarnya akan diatur tersendiri.

Sekarang tinggal pertanyaan, siapa yang mau ikut menguji materil Perda tersebut ke MA? Deket kok, di samping Istana Negara di depan lapangan Monas. :D

About these ads

13 comments on “Perihal Aturan Membonceng Mengangkang, Nih Salah Satu Solusinya

  1. nah ini baru smart.. bukan cuma mencaci dan menggobloki.. tp solusi. masalahnya biar lebih kuat tentu harus masyarakat Aceh sendiri yg mengajukan keberatan ke MA.
    Kita tunggu para aktifis dapetingglinding, sepertinya sudah mulai gerak underground tanpa koar koar. mungkin

  2. Reblogged this on Triyanto Banyumasan Blogs and commented:
    Secara kodrati wanita memang kurang feminim jika duduk ngangkang saat dibonceng sepeda motor, tapi seiring perkembangan zaman dan menilik masa dimana yang ada adalah Unta atau kuda, apakah dulu wanita naiknya menyamping ?
    Seharusnya mentalitas personalnya yang diperbaiki agar lebih baik dalam berbusana, sehingga mau duduk menyamping maupun ngangkang tidak menimbulkan fitnah maksiyat.
    Uji materi Undang undang ini penting. Masyarakat aceh atau LSM yang akan bertindak lebih dulu mengajukan keberatan tersebut ke MA

  3. Ping-balik: Aturan Larangan Bonceng Ngangkang…Pilih Norma Ato Keselamatan…??? « Safety First !!!

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s