Akibat Ngebut Kala Hujan Mengguyur.

Dari Arsip Tulisan Tahun Lalu.

Dear bro n sis, kejadian ini terjadi Selasa (28/10/2008) lalu. Tempat kejadian di jalan raya kalimalang. Tepatnya sebelum lampu merah Caman, di sekitar tempat makan bakmie Yamin, mengarah ke Bekasi. Malam itu, setelah sorenya hujan deras, hujan rintik-rintik tak henti mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Berangkat dari arah Kebayoran, untuk safety, saya mulai mengenakan jas hujan dan sendal gunung (belum beli sepatu boot), helm dan sarung tangan.

Sepanjang perjalanan Gatot Subroto – MT. Haryono – Cawang, bohay berada pada kecepatan cukup rendah. Antara 30-40 km/jam saja. Hal ini disebabkan minimnya jarak pandang, permukaan jalan yang licin dan genangan air dimana-mana. Memasuki jalan Kalimalang, lalu lintas masih terbilang cukup ramai. Lepas dari lampu merah Lampiri, sempat terlihat sebuah motor matic berkecepatan tinggi, mendahului saya, melibas jalur basah. Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor Vega juga melakukan hal yang sama. Saya hanya bisa geleng-geleng kepala, kok dalam kondisi seperti ini malah ngebut. Saya pun melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rendah, di lajur kiri dengan tetap menyalakan lampu sein kiri untuk memersilahkan kendaraan lain mendahului.

Nah, tak lama setelah melewati pasar Jatibening, mendekati jembatan ruko Bougenville, diantara percikan air di helm dan minimnya jarak pandang, saya melihat ada kerumunan motor yang berhenti. Tebakan saya, sepertinya terjadi kecelakaan. Akhirnya tak lama kemudian, saya mendekat dan ternyata benar. Dan yang bikin kaget lagi adalah yang mengalami kecelakaan adalah si motor matic (berboncengan) dan Vega yang tadi ngebut. Dua motor tersebut sudah saling tindih di tengah jalan. Kedua pengendara bangun dengan muka menahan sakit. Si pembonceng di matic, seorang perempuan, memapah pengendara matic. Sementara pengendara vega, dengan terpincang-pincang bangun dan meringis kesakitan. Nah, mirisnya nih, kerumunan motor tadi hanya berhenti untuk melihat dan berlalu. Tidak ada yang berhenti untuk menolong. “Waduh! Bagaimana sih? Bukannya menolong, malah cuma jadi penonton”, ucap saya dalam hati. Saya pun meminggirkan si bohay dan langsung menolong korban dengan membawa motornya ke pinggir jalan. Untungnya, seorang polisi yang kebetulan berada di sekitar TKP juga datang menolong dan membantu meminggirkan kendaraan.

Setelah kedua motor dan juga para korban sudah di sisi jalan, si polisi bertanya bagaimana kejadiannya. Pengendara matic menjelaskan bahwa, dia bermaksud mendahului taksi di depannya. Tapi taksi tersebut tiba-tiba saja menutup ke sisi kanan. Sontak saja dia kaget dan melakukan pengereman. Nah pengendara Vega tadi ternyata melakukan tailgatting ke matic alias menempel ketat di belakangnya. Akibat pengereman mendadak tersebut, tak terhindarkan bagi Vega untuk menabrak si motor matic. Dan jadilah keduanya mencium aspal bercampur air hujan dan tanah merah.

Setelah memastikan keduanya tidak mengalami luka parah, saya pun pamit. Baik si pengendara matic maupun Vega mengucapkan terimakasih. Namun saya tak lupa menyarankan mereka berdua,  “Mas, gak usah ngebut-ngebut. Ini lagi hujan. Bahaya. Pelan-pelan saja.” Setelah itu saya melanjutkan perjalanan.

Sepanjang perjalanan, tidak habis pikir kenapa ketika sedang hujan dan kondisi jalan licin, malah berkendara dengan kecepatan tinggi. Padahal dengan adanya hujan, jarak pandang berkurang dan tentu saja mengurangi informasi visual akan adanya kendaraan lain di sekitar kita. Hal ini tentunya bisa mengakibatkan kecelakaan.

Sepanjang perjalanan menuju rumah pun, masih saja ada beberapa motor yang berjalan dengan kecepatan tinggi. Sementara itu, saya tetap tenang, di lajur kiri, berkendara santai sambil mendengarkan musik dari ipod saya. Keberadaan satu porsi nasi uduk, pecel ayam plus sambal dan tempe goreng di box saya, seakan menambah keyakinan bahwa tiba selamat sampai tujuan akan terasa lebih nikmat dibandingkan kebut-kebutan.

Ride Carefully, Ride Safely. (hnr)

Iklan

2 comments on “Akibat Ngebut Kala Hujan Mengguyur.

  1. Datang cepat ke kantor atau tempat kerja apa langsung kerja? palingan juga: sarapan dulu, baca koran dulu, buka internet dulu, game, atau nggosip dulu.
    Datang cepat ke rumah atau penginapan apa langsung bisa nindih bini atau ketemu anak atau bagi warisan?
    palingan juga: duduk nyante, ngerokok, makan/minum, atau mandi.
    Jadi kenapa mesti buru-buru? sebenarnya apa sih yang mau di kejar dengan ngebut? apa mau jadi ngejar finish pertama kali ya? finish ke kuburan atau rumah sakit

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s