AHRS AIR TECH. Ekonomis & Nyaman

Catatan:

Review yang dilakukan adalah hasil pengamatan independen penulis, dan tidak mendapat tekanan dari pihak manapun, termasuk produsen yang mengeluarkan produk. Review ini juga tidak bisa dijadikan acuan ataupun standar dalam penilaian. Penulis, dengan semangat berbagi dan independensi blogger, hanya memberikan pendapat seobyektif mungkin perihal suatu produk.

Bagi pengendara sepeda motor, jaket adalah satu eleman pelindung tubuh yang wajib dimiliki selain helm, sarung tangan dan lainnya. Kenapa? Karena moda transportasi dua roda ini tidak mempunyai pelindung selain yang dikenakan oleh pengedaranya. Selain itu, di negara dengan iklim tropis ini, produsen jaket harus pintar memilih produk yang akan digelontorkannya ke pasaran. Masalahnya, banyak bikers yang tergila-gila dengan jaket buatan luar negeri, tanpa memikirkan konsekuensi penggunaannya di Indonesia. Maklum saja, produk eropa, pastinya dibuat dengan pertimbangan cuaca/iklim di sana. Dan bisa jadi, belum tentu cocok digunakan di sini. Jadi, ada satu celah bagi produsen lokal untuk produk ini. Alhasil, perbedaan bahan, bisa mempengaruhi kenyamanan dan keamanan.

Mungkin celah ini yang bisa diisi oleh jaket Airtech keluaran AHRS. Tenang, ini bukan promosi dari penulis. Hanya saja, produk ini cukup menarik perhatian penulis karena sudah mulai banyak digunakan oleh rekan-rekan bikers. Penulis pun menyempatkan diri meminjam jaket ini dari seorang kawan, dan menggunakannya untuk review ini. (Maklum, namanya juga bloggerhood :D). Ok, kita langsung saja.

Desain Produk

Dari desainnya, kesederhanaan dan fungsional adalah kesan yang tertangkap. Tidak ada warna-warna cerah, dan berbagai macam tetek bengek asesoris bertebaran, layaknya jaket produk lokal yang beredar. Tersedia dengan dua warna (hitam polos dan merah-hitam), jaket ini hanya tampil sederhana.

Tampak Depan

Pada bagian muka, terdapat tiga saku. Dua buah di bawah kanan-kiri, lalu satu di sisi kiri atas. Entah apa tujuan menempatkan kantung di sisi kiri atas, yang dari posisinya cukup merepotkan membuka/menutupnya. Apalagi jika menggunakan sarung tangan. Sementara, tulisan “AHRS, Air Tech System”, berada di dada kiri. Cukup apik penempatannya.

Di lengan kiri, terdapat lambang AHRS dan satu bantalan yang diberikan warna putih. Lalu bagian belakang juga terdapat tulisan “AHRS”. Oh ya, di bagian yang sama juga ditempatkan sebuah saku. Untuk penyesuaian bagian pinggang, pergelangan tangan serta leher, digunakan sistem velcro yang mudah untuk digunakan.

Bagian-bagian yang menggunakan Velcro

Di bagian dalam, terlihat bahan yang berventilasi (demikian penulis menyebutnya). Mungkin ini bertujuan agara sirkulasi udara bisa leluasa saat berkendara. Nah yang tak kalah pentingnya, ternyata jaket ini memberikan semacam proteksi ekstra dengan adanya fitur protektor di bagian siku dan pundak. Hal ini menjadi nilai plus tersendiri, mengingat dua fitur tersebut adalah untuk melindungi pengguna jika terjatuh saat berkendara. Seingat penulis, belum banyak produsen jaket merk lokal yang menggunakan fitur ini di produknya. Acungan jempol untuk AHRS.

Uji Pakai

Saat menggunakannya di pagi hari, dalam suasana lalu lintas “nomal” ala Jabotabek yang dihiasi oleh kemacetan dan antrian kendaraan di sepanjang perjalanan, penulis merasakan cukup nyaman. Karena bahannya yang tidak tebal, serta fleksibel, pergerakan terasa leluasa. Memang tetap saja ada sedikit keringat terasa di bagian yang ditutupi jaket, tetapi tidak berlebihan. Dan walaupun dalam keadaan macet, sirkulasi dirasakan cukup baik. Dan adanya protektor di bagian dalam, membuat rasa percaya diri berkendara makin baik.

Lalu bagaimana dengan malam hari? Jika kondisinya masih dalam keadaan macet, kenyamanan masih tetap terjaga. Namun tidak demikian jika kondisi lalu lintas lengang. Dalam kecepatan 50 km/jam saja, penulis merasakan angin dingin menerpa dada. Alhasil, penulis harus menggunakan rompi/vest protector untuk menahan terpaan angin dari dada. Setelah menggunakan rompi, kenyamanan bisa kembali terasa. Walupun demikian, tetap terasa angin dingin menerpa bagian lengan.

Bagian dalam dan luar.

Dari uji pakai, mungkin AHRS Air Tech memang dirancang untuk penggunaan harian bagi pengendara yang terbiasa melewati jalur macet dan padat. Bahannya yang tidak terlalu tebal membuat pergerakan tubuh leluasa, tidak mudah berkeringat serta membuat bikers tetap segar tiba di tujuan. Tak lupa penggunaan protektor di siku dan bahu adalah satu fitur penting bagi proteksi jika terjadi kecelakaan. Untuk penggunaan di malam hari, pemakaian vest protector sangat direkomendasikan. Tak lupa, mungkin dalam edisi berikutnya bisa disisipkan penggunaan bahan peka cahaya seperti scotchlight agar pengendara bisa terlihat dari jauh. Hal ini cukup penting dalam berkendara di malam hari.

Mungkin harus dipertimbangkan kembali menggunakan jaket ini dalam perjalanan ke luar kota atau touring. Sepertinya, Airtech memang bukan untuk touring. Jika pun ingin tetap digunakan, penggunaan kaus berlengan panjang plus pelindung dada dapat meminimalisir efek terpaan angin.

Dengan harga 300ribuan, AHRS Air Tech bisa dipertimbangkan untuk penggunaan harian oleh bikers. Produk ini juga bisa diperoleh di distributor khusus AHRS dan beberapa outlet toko perlengkapan bikers. Bagaimana bro n sis, tertarik?(hnr)

4 comments on “AHRS AIR TECH. Ekonomis & Nyaman

  1. dah make…enak buat harian…cuma emg bahan tipis jd berasa angin di dada kalo agak kenceng bw motornya..:) AHRS yg atu lg dunk direview…yg harganya ampir 400rb..buat harian kayaknya boleh jg tuh 😀

  2. koq mahal bgt ya bro?ane beli jacket biker bhn kalep (kulit sintetis),nyaman cm 185rb,memang agak panas kalo siang hari,tp itu bisa diantispasi dg mbuka sdikt reslting dkt leher.

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s