Yamaha Xeon 125. Primadona Baru?

Apa kelebihannya? Demikian pikir penulis ketika menerima undangan peluncuran produk terbaru Yamaha. Saat antri di tempat parkir Plaza Senayan kemarin (30/04), masih juga timbul beberapa pertanyaan. Siapa yang mau dilawan? Segmen konsuman apa yang mau diincar? Lalu, apakah Mio dan Mio Soul gak cukup? Fitur barunya apa saja?

Setelah memasuki café X2 yang bernuansa gelap, penulis bisa melihat dengan jelas bentuk “mahluk” yang akhir-akhir ini menjadi gosip hangat di dunia maya. Well, another matic motorcyle! Ini tentu bukan tanpa alasan. Seperti yang dikatakan bro Radit dari bagian Promosi Yamaha Motor Kencana Indonesia,  “Motor matic mulai menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia”. Apa yang dikatakan bro Radityo Andi Dharma, staff Promotion Department PT YMKI, tanpa perlu survei pun sudah bisa dipastikan. Lihat saja jalan raya, sejauh mata memandang berseliweran motor matic. Pengendaranya, mulai dari ibu rumah tangga, anak muda, pekerja hingga hingga anak sekolah.

Kembali ke si Xeon. Jujur, ada sedikit kekecewaan ketika melihat tampang depan si Xeon. Awalnya, ketika antri di parkiran motor, ada harapan desainnya akan lebih ciamik dan futuristik dibandingkan kompetitornya. Serta dilengkapi dengan beberapa fitur teknologi terkini. Tapi sepertinya tidak demikian. Ketika melihat Xeon dari depan, tidak ada “efek wow” yang didapat. Desain lampu utama memang berbeda dari pendahulunya. Sementara penempatan lampunya juga enak dilihat. Tapi semuanya jadi terlalu biasa untuk sebuah produk anyar. Dari sisi kanan, kesan futuristiknya lebih terlihat.  Kombinasi garis-garis melengkung (tidak patah), baik dari stripping maupun cover body cukup ciamik. Dipertegas lagi dengan desain cover pendingin yang terletak di belakang-bawah, bagian kanan. Dari sisi kiri, semuanya hampir sama. Sementara, untuk bagian belakang, lagi-lagi hanya kata lumayan keluar dari mulut penulis.

Satu-satunya fitur yang membuat penulis tersenyum adalah bagasi yang terkesan luas. Walaupun, ada juga yang oke punya dari sisi keamanan. Xeon sudah dilengkapi dengan fungsi Secure Key Shutter. Sisanya? Selain mengusung mesin yang 125cc, yang diklaim sebagai generasi terbaru dan beberapa komponen dibuat dengan terinspirasi langsung dari pengalaman, tak banyak yang bisa dibandingkan dengan produk sejenis.

Namun ada beberapa hal menarik yang patut dicermati. Contohnya, bagi 100 pemesan pertama, Yamaha memberikan warna khusus custom. Nah setelah dikonfirmasi, yang dimaksud adalah 100 pemesan pertama Yamaha Xeon, akan diberikan ekstra cover body dengan beberapa pilihan warna. Tentu saja pilihan warna ini tidak dijual. Namun penggunaan istilah “custom” sepertinya perlu dipikirkan ulang. Istilah ini seharusnya dipergunakan untuk motor, mobil atau benda apapun yang khusus dibuat untuk pemesan. Artinya, tidak ada yang sama. Tadinya penulis mengira, YMKI akan membuat 100 desain warna yang berbeda. Eh ternyata, Cuma istilah saja. 😀 Silahkan, yang mau memesan Xeon untuk masuk 100 pemesan pertama klik di sini.

Selain itu, acara peluncuran yang juga disertai dengan live conference dengan konsuman di Jogjakarta dan Bali, juga layak diacungi jempol. Inovasi seperti layak diikuti atpm lainnya dengan pertimbangan bahwa konsumen tidak hanya ada di Jakarta. Ditambah lagi dengan adanya sesi tanya jawab dengan kalangan media, konsumen dan blogger. Baik yang ada di Jakarta, maupun Denpasar dan Surabaya.

Secara keseluruhan, Xeon bisa diapresiasi untuk generasi terbaru produk Yamaha. Entah segmen pasar mana yang dituju. Dengan harga sekitar lima belas juta rupiah, sungguh sangat kompetitif. Di lini ini, ada Vario Techno yang bermain. Pihak YMKI menargetkan terjual 25.000 unit per bulan. Jika dilihat dari kelebihan yang hanya mengandalkan mesin 125cc, apakah Xeon akan mengikuti jejak pendahulunya, sukses dalam penjualan? Kita lihat saja nanti. (hnr)


11 comments on “Yamaha Xeon 125. Primadona Baru?

  1. wah kayaknya susah bro kalau mau ngadepin vario techno.
    masalahn ya xeon cuma ngandelin cc doang yg lebih besar.
    dari sisi desain dan fitur udah kalah telak dari vario techno.

  2. Xeon Vs Vario Techno itu Tekonologi Motor vs Fitur Motor. Y membenamkan di matic ini Silinder Diasil yang tahan gesekan (yang dipasang di Vixion dan MX), Throttle Position Sensor dan Forged Piston bergaransi 5 tahun/50rb km). Ini yang bikin mahal kalee ya.

    • bisa juga bro… tapi Yamaha harus jeli, konsumen Indonesia harus dirangsang dengan pemasaran yang kreatif, supaya fitur-fitur itu gak terkesan ngejelimet…

  3. Kurang laris ng pa2. Lha wong ymki tetep mengandalkan mio series sbg tulang punggung penjualan ko..

  4. Sepintas bodynya seperti perpaduan Honda Vario & Beat. Bener kata Bodats sang mantan sekretaris, desainnya engga terlalu mencengangkan. Selain itu masih ada satu lagi yang bikin engga sreg (yg cenderung ane engga sukai juga di jenis motor matic lain): Shock Breakernya masih sebelah. Mungkin ada sanggahan bahwa sebelah juga sudah cukup balance, tapi secara pribadi ane ngelihat engga simetris aja…hehehe. Tetep lah….matic favorit ane mah Suzuki Skywife…eh, Skywave.

  5. Apa harus pake Bbm pertamax, gak bisa kah pake premium ? Ada yg udah ngetes 1 liter untk berapa km, apa lebih boros, sama, atau lebih irit dari mio ?

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s