Antara Nasi Uduk & Bocah 4l4Y

Apa hubungannya antara Nasi Uduk dan 4L4Y (sebutan bagi sebagian anak abg zaman sekarang)? Ada bro, simak saja tulisan berikut. Beberapa menit lalu, penulis baru saja hendak pulang setelah membeli sebungkus nasi uduk Betawi langganan. Nah, saat menuju rumah, dengan mengendarai bohay kesayangan, tiba di sebuah pertigaan. Yah, namanya juga jalan komplek, pasti ramai oleh hilir mudik motor, mobil, gerobak nasi goreng hingga jajaran SPG yang baru pulang kantor. 😀 Saat di pertigaan tersebut, di depan penulis, ada mobil kijang yang tidak jelas mau ke mana. Sedikit mengambil arah ke kanan, tetapi tidak menyalakan lampu sein. Sementara penulis sendiri sudah menyalakan lampu sein kanan. Setelah ragu-ragu, mobil Kijang tersebut kembali mengambil arah lurus. Sadar berposisi menerima efek “cilukba” dari arah berlawanan (apalagi pertigaannya tidak ada lampu penerangan), penulis celingak-celinguk kiri dan kanan. Dan trik ini terbukti efektif. Baru saja hendak berbelok, dari arah berlawanan, penulis melihat sebuah Satria Fu melaju kencang. Dan rem pun diberlakukan. Karena sudah antisipasi, tidak panic breaking dan “pasrah” melihat aksi  pengemudi yang ternyata si bocah 4L4Y. Bocah tanggung yang tidak mengenakan helm itu, langsung mengerem mendadak. Dan jadilah trik stuntman ala bollywood. Motor oleng karena pengereman yang panik, kakinya pun turun untuk menahan laju motor (superman kali yak?) serta tak lupa kepalanya ikut-ikutan maju hampir melebihi stang. Dan akhirnya, mungkin karena faktor keberuntungan, si 4L4Y berhenti beberapa centi dari spatbor depan motor penulis.

“Hey, kalo bawa motor lihat ke depan. Kan gue udah kasih lampu sein ke kanan,” ujar penulis. Si 4L4Y dengan muka cengengesan, sambil menstabilkan motornya berkata, “He eh, iya bang, maaf, tadi tidak kelihatan.” jawabnya sambil menambah porsi cengar-cengir di mulutnya. “Gak usah ngebut lah. Ini kan jalan komplek. Santai saja.” tambah penulis sambil mengecek keberadaan bungkusan nasi uduk di kaitan samping sayap (ternyata masih utuh 😀 ). Si 4L4y masih saja cengengesan sambil meneruskan perjalanan. Dan saat penulis amati, dia lanjut berbicara sambil berkendara dengan temannya yang juga mengendarai sepeda motor.

Ah, andai saja penulis tidak menerapkan SEE (See Evaluate Execution) saat berkendara, entah apa yang terjadi. Mungkin Nasi Uduk Dinner Time sudah gagal dilaksanakan. Dan jika saja si 4L4Y bablas mengerem, dan menabrak spatbor depan, sungguh miris membayangkannya; ribut sama orang tua si 4L4y dan lagi-lagi gagal melahap nasi uduk idola. Jadi ingat bro Edo pernah bilang, “kecelakaan tidak mengenal jarak”. Ungkapan ini kembali terbukti. Apalagi jika ingat kata Jusri Pulubuhu, Head Instructor dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting), “Berkendaralah dengan empati. Pikirkan akibat tindakan anda, dan dampaknya terhadap pengguna jalan”.

Sekali lagi terbukti, betapa menahan emosi saat berkendara (tidak nafsu mendahului kijang saat di persimpangan) dan melakukan antisipasi dengan tehnik berkendara yang benar, mampu mencegah kecelakaan. Karena harus diingat, setiap kali kita berada di jalanan. Entah itu di jalan raya, sirkuit hingga jalan-jalan kecil di komplek, bahaya selalu mengintai. Untuk itu tehnik berkendara yang benar harus diterapkan dimana saja kita berada. Dan selalu pikirkan tindakan kita dan konsekuensinya. Jadi, berkendaralah dengan aman dan keep the nasi uduk spirit! 😀

Iklan

14 comments on “Antara Nasi Uduk & Bocah 4l4Y

  1. wah itu dia
    kenapa juga ya banyak pengendara motor yang nggak sabaran
    sering naik mobil, nyebernag jalan, mobil lain udah pada berhenti, hampir ditabrak motor yang melaju kencang dai balik mobil yang berhenti tadi

    • nah itu gunanya SEE bro… kecelakaan seringkali terjadi bukan karena kita, tapi karena orang lain… jadi tetaplah waspada.. Jika berhenti di lamer atau persimpangan perhatikan sekitar dengan seksama, jangan lupa cek selalu kaca spion dan blank spot kita… ride safe bloggers….

      smart bastard!

      https://bodats.wordpress.com

  2. saya sbg anak 17th yg istlhx masih abg n baru dpt KTP, g terima kalo anak abg dblg 4l4y. Krna 4l4y tu cm sbgian anak abg yg sok gaul, tp malah keliatan norak!
    Jd, mohon dibetulkan tulisan mas bodats yg menyatakan kalo 4l4y adlh sbutan bwt abg jman skrg.
    Trimakasih

    • @kentadis. Coba dibaca sekali lagi bro. Sudah saya update dan ditambahkan “sebagian”. Mungkin situ pas baca, belum diupdate versi terakhir. Ride safe bro Kentadis…

  3. Bersyukur juga dech bro masih ngga terjadi hal2 yg fatal. Allah masih melindungi Anda. Hikmahnya adalah Anda masih bisa menikmati Nasi Uduk…he.hehe.(pastinya bisa nerusin kreatifitas nulis di blog Canggih Anda)
    Itulah di jalan biar udah hati2 ada aja, istilahnya kalo ngga Nabrak yaa Ditabrak.
    Salam Kenal dari http://keikhlasanmanusia.wordpress.com/2010/06/
    Mampir2 ke blog Aq yach..siapa tahu dikirimin nasi uduk ha..ha..ha..

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s