Valentino Rossi Mengendarai Ducati, Mungkinkah?

Foto: Asphalt&Rubber.com

Ini mungkin gosip lama, tapi jelas tidak pernah basi. Terutama bagi para penggemar MotoGP. Ini bukan persoalan ece-ece. Bahkan bisa dibilang sangat “prinsipil”, jika tidak ingin dibilang fundamental. Ya, setelah gonjang-ganjing hengkangnya Stoner ke tim sayap dari Jepang alias Honda, kini gosip tentang Valentino Rossi, juara dunia MotoGp 2009 kembali mencuat ke permukaan.

Topiknya bukan perihal kesembuhan Rossi atau keinginannya untuk secepatnya kembali ke sirkuit. Tapi justru perihal kepindahannya ke tim Ducati. Rossi dikabarkan bersiap-siap pindah ke Ducati setelah musim ini. Dan pindahnya Stoner ke tim Honda seakan mengkonfirmasi kabar tersebut. Karena berarti ada satu kursi kosong. Apalagi dikabarkan sejak musim lalu, soal tidak harmonisnya hubungan antara Rossi dengan Lorenzo, rekan satu tim dan juga rival utamanya. Belum lagi jika dihubungkan dengan kesediaan Rossi mengurangi gaji yang semula 14 juta Euro menjadi 9 juta Euro, tetapi Lorenzo kabarnya justru mendapat kenaikan gaji.

Walaupun berkali-kali menyatakan keinginannya untuk pensiun di MotoGP saat bersama tim Yamaha, perpaduan Rossi dan Ducati seakan menjadi impian. Betapa tidak, bayangkan seorang kampiun MotoGP asal Italia dengan motor dari negeri yang sama. Apalagi jika mengingat paceklik juara sejak 2007 yang menghinggapi Ducati. Bahkan kabarnya, Ducati rela mengumbar segala macam fasilitas dan bayaran yang tinggi untuk menggaet Rossi ke pit-stop mereka. Angka 15 juta Euro sempat mengambang ke permukaan.

Bisa dimengerti mengapa Ducati begitu ngotot memikat Valentino Rossi ke kubu mereka. Rossi bukanlah sembarangan pembalap yang umbar janji dan gaya. Pria berumur 31 tahun ini menjadi juara dunia sembilan kali bukan karena sekedar menggeber gas secepatnya. Ia membuktikan bahwa faktor pembalap sama pentingnya dengan kemampuan motor. Hal ini dilakukannya ketika hengkang dari Honda ke Yamaha. Asumsi, “Siapapun pembalapnya, jika menggunakan mesin Honda pasti menang”, dihancurkan olehnya. Tim Yamaha yang tidak pernah juara sebelumnya mulai menuai hasil. Bahkan mereka kemudian menjadi Juara Dunia melalui Valentino Rossi. Hal ini tidak lepas dari peran Rossi yang bersedia melakukan riset dengan Yamaha dan berkomunikasi intens dengan tim teknis. Hal ini berbeda dengan pembalap lain yang sekedar mengeluhkan kondisi motor, dan terima beres. Rossi, benar-benar menaruh hati dan hasratnya di setiap motor yang dikendarainya. Inilah yang membuatnya begitu spesial. Mungkin inilah yang ingin dialami oleh Ducati. Mendapatkan pembalap yang bersedia meriset, dan berkontribusi penuh terhadap pengembangan motor. Dan tidak lupa, berprestasi di sirkuit. Sekarang kembali ke Rossi, bersediakah dia menerima “lamaran” Ducati? Bagaimana menurut anda?(hnr).

Iklan

8 comments on “Valentino Rossi Mengendarai Ducati, Mungkinkah?

    • @mitra, betul juga sih. Kalo cuma ngomel doang, ane juga bisa. Huehehehe…
      @dnugros, ketahuan nih ada 46 mania…

  1. SETUUUUJJUUUUU, PINDAH SAJA DARI YAMAHA YG TIDAK TAU BERTERIMAKASIH…DARI MOTOR GA PERNAH JUARA MENJADI MOTOR SAKTI….
    TO YAMAHA : BUKAN BEGITU CARANYA MEMPERLAKUKAN PARTNER….

  2. Valentino bukan hanya pembalap biasa,setelah memasuki masa pensiun.Motogp perlu waktu sepuluh tahun untuk mendapatkan rider seperti Valentino Rossi.
    Jorge Lorenzo digadang-gadang mampu menggantikan Valentino Rossi,karena performanya yang apik untuk musim ini.Tapi kalau dari segi lainnya Jorge tak ubahnya seperti Casey Stoner,hanya memperlihat kan balapan dengan kecepatan super tidak seperti Valentino Rossi yang membuat setiap balapan menarik untuk ditonton,memperlihatkan skill dari sang rider.
    Mungkin untuk musim ini dia digjaya karena The Doctor mengalami crash tapi kalau musim depan ,belum tentu.karena masih ada Valentino Rossi walaupun tergolong pembalap gaek,masih bisa ngeladenin yang muda

  3. rosii oke coy……. gx blagu lagi….
    gx kaya juniornya baru 1 x juara dunia aja ud blaga………………..hu..hu…huuu
    bhabrvoooo…. rossi

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s