Membeli Byson (Dalam Karung?)

Baru saja hitungan hari, ketika Honda mengeluarkan produk terbarunya yaitu New Mega Pro. Dengan acara heboh, mengundang media (blooger tidak diundang, entah kenapa), di sirkuit sentul. Bahkan pada acara tersebut, rekan-rekan media diperbolehkan untuk menguji motor 150cc tersebut. Nah, sehari setelahnya, Yamaha justru tidak tinggal diam. Mengundang hanya beberapa rekan media, mereka memperkenalkan Byson, varian sport terbaru yang sudah setahun terakhir menjadi gossip di kalangan pecinta otomotif, khususnya sepeda motor.

Nah, hari ini, Yamaha membuat gebrakan baru. Berbeda dengan Honda, yang meluncurkan New Mega Pro dengan cara konvensional (mengundang wartawan), Yamaha justru langsung  “memperkenalkan” sport terbarunya dengan cara inden langsung via website http://motosport.yamaholigan.com. Di sana, para calon pembeli bisa langsung memesan, dengan terlebih dahulu mengisi formulir yang tersedia. Dan entah mengapa, Yamaha memutuskan untuk menseleksi lagi, calon pembeli menjadi 200 pembeli pertama. Harus diakui, cara ini cukup menarik perhatian dan tentunya juga memikat. Hal ini mengingatkan penulis para Xeon, matic 125cc dari Yamaha yang dipasarkan dengan cara yang sama.  Namun tentunya ada perbedaan.

Xeon, diluncurkan secara resmi terlebih dahulu ke media dan blogger. Setelah itu, baru secara resmi website pemesanan Xeon diaktifkan. Artinya ada informasi pendahuluan yang disampaikan terlebih dahulu kepada publik, baru dipersilahkan untuk memesan. Nah langkah ini diterapkan ke, katakanlah Byson. Tapi bagaimana dengan informasi perihal produk tersebut? Ini yang harus jadi catatan. Di website pemesanan sport terbaru yamaha tersebut, tidak dijelaskan nama produknya apa. Oke, katakanlah itu Byson, tetapi mengapa tidak dicantumkan? Toh sudah punya nilai jual. Lalu begitu juga dengan spesifikasi teknisnya. Lagi-lagi tidak tersedia. Dan ditambah dengan gambar Byson, yang hanya ditampilkan sepotong-potong, tidak secara utuh. Mungkin, ini cara Yamaha menarik perhatian dengan cara memancing emosi dan imajinasi calon pembeli Byson. Tapi toh informasi pendukung harusnya tetap tersedia. Mengapa? Masyarakat selaku konsumen berhak tahu informasi detail perihal produk yang akan mereka beli.

Menggunakan kecanggihan teknologi untuk mempromosikan sebuah produk memang menjadi salah satu andalah produsen saat ini. Dengan adanya internet, aplikasi pengolah multimedia yang canggih dan kemudahan akses terhadap teknologi, produsen jadi punya banyak jalur pendistribusian informasi. Tapi alangkah baiknya, dengan saratnya teknologi tersebut, produsen tidak lupa akan hak-hak masyarakat, atau calon pembeli akan informasi detail produk yang ditawarkan. Dalam kasus Byson, strategi pemasaran yang cemerlang ini harus sedikit ternodai dengan tidak cermatnya memerhitungkan aspek informasi yang penting bagi calon pembelinya. Toh tidak mudah menjawab pertanyaan, “Seberapa besar keinginan anda untuk memiliki motor sport ini?”, jika gambarnya saja hanya sepotong-sepotong.(hnr)

Iklan

12 comments on “Membeli Byson (Dalam Karung?)

    • @mitra, kalo menurut ane sih bro, tuh kampanye jadi mengandalkan asumsi. Semua blogger yang nulis juga, asumsinya Byson. Padahal, YMKI gak nyebutin motor sport terbarunya apa. Yah, walaupun itu Byson, minimal kasih gambaran yang jelas. Menurut ane, konsumen berhak tahu apa yang dibeli. Masalahnya, asumsi orang bisa berbeda. Mudah-mudahan kampanye ini gak anti klimaks.
      @motorkencang, huehehe… ane sih tetep bro. Mau beli barang, gambarnya gak dikasih, specnya gak dirinci. Bikin penasaran? Gimmick marketing yang oke. Tapi jangan sampe nanti jadi senjata makan tuan. Monggo dilanjut bro…

  1. harus diakui para blogger ga diakui sama honda hehehe. namanya jg dedemit maya. iseng pernah nunjukin gambar byson dan nmp ke temen kantor. baru liat gambar aja udh milih byson. gw sendiri sering liat byson waktu di tes karyawan di daerah buaran. emang bikin mata ga berkedip liat bentuknya. kebetulan kantor lewat pabrik yamaha, jd tiap motor barunya keluar pasti keliatan. udh gitu tuh motor selalu dipake tes jalan karyawannya, kaya xeon dan lexam.

    • bukannya blogger juga gak diundang pas acara test ride byson di sentul kecil kemarin?
      acara blogger byson tgl 19, acara blogger NMP tgl 21..

  2. Ping-balik: Kok Yamaha Masih Malu-Malu dengan Byson? « Motor dan Balap

  3. Menurut saya seharusnya yamaha tetap memberikan informasi apa produk yang diindentkan itu. Proses indent itu sendiri menurut saya sangat mengandalkan asumsi ( setuju dengan pemilik warung ) karena tidak jelas apa produk yang di diindentkan . Klo temen temen bilang itu sudah jelas Byson daripada dapat kesimpulan itu ? asumsi kan ? Kemudian masalah pemilihan ( undian ) itu juga cukup menggangu saya ? kenapa ya mesti dipilih diundi segala ? Apakah karena sebetulnya produk yang siapnya masih terbatas ? Apalagi di Warung Ijo salah seorang pengunjung menyebutkan bahwa sebetulnya byson belum siap secara teknis karena berbagai macam hal.
    Walaupun demikian langkah Yamaha ini merupakan langkah yang mungkin bagi ATPM lain terutama Honda yang menjadi kompetitor utama dari Yamaha perlu diikuti tentunya dengan ATI ( Amati-Tiru-Modifikasi ).

    • @zen1th, betul bro. Harus diakui, untuk trik marketing, cukup inovatif lah. Mungkin maksudnya ATM (Amati Tiru Modifikasi). Huehehehe…
      @maskur, halah, opo sing transparan? Xixixixix ::)
      @arif, terlalu selektif mungkin kata yang tepat. 😀
      @motorkencang, ok juga bro analoginya. Yah, yang pasti cuma laku 200 unit. 😀

  4. kalo menurut ane, dari kualitas visual web inden byson ini beda banget dengan web inden xeon dulu. web inden byson ini dibuat secara asal jadi. begitu juga testride byson di sentul kecil, dilakukan sehari setelah otomotifnet testride megapro.
    analisa ane, nih yamaha merespon launching new megapro secara “kesusu” alias keburu2, IMHO lho gan, secara, ane sendiri skydriver, bukan FBH, apalagi FBY :))

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s