Konsekuensi Pindahnya Rossi ke Ducati; Burgess Pensiun dan Brivio Berhenti?

Rossi & Burgess.

Teks: bodats.
Hengkangnya Valentino Rossi ke tim pabrikan Ducati untuk musim 2011 dan 2012, tentu sudah diketahui oleh banyak pihak. Namun demikian, gonjang-ganjing seputar perpindahan tim juara dunia MotoGP sembilan kali itu belum usai. Suka atau tidak, panjangnya perjalanan Rossi membawa Yamaha from Zero to Hero menjadi pertimbangan serius bagi beberapa orang untuk tidak menetap di Yamaha.

Orang pertama yang dibicarakan adalah Jeremy Burgess. Siapapun tidak bisa menyangkal ia memainkan peranan besar sebagai kepala mekanik tim Rossi. Burgess pula yang konon menjadi the man behind the man, atau orang yang berperan penting dalam kemenangan Rossi. Dan tentu saja dalam mengembangkan M1 bersama the doctor. Burgess bukan orang baru bagi Rossi. Ketika Rossi memutuskan hengkang dari tim pabrikan Honda (HRC), ia menyatakan siap menemani pembalap dengan nomor 46 tersebut. Maka, baik Rossi dan Burgess sudah tahu karakter dan sikap masing-masing layaknya teman akrab. Jelas, Rossi tidak ingin kehilangan Burgess. Tapi dia juga tidak bisa memaksa pria berkebangsaan Australia itu untuk ikut. Masalahnya, Rossi memberikan waktu kepada Burgess untuk menyatakan ikut/tidak ke tim Ducati, tapi tetap belum ada jawaban. Sementara hampir seluruh kru Rossi siap ikut. Hingga waktu yang ditetapkan Rossi, ia belum juga memberikan kepastian (www.asphalt&rubber.com). Rossi pun angkat suara, “Kemungkinan ia akan pensiun. Sepertinya ia tidak ingin pindah atau juga menangani pembalap lain”. Lagi-lagi spekulasi merebak. Mungkinkah Burgess “pensiun dini?” Apalagi jika didukung oleh fakta bahwa Ben Spies, yang menggantikan Rossi di musim 2011, akan membawa serta kepala mekaniknya,  Tom Houseworth.

Davide Brivio & Valentino Rossi

Kemudian ada Davide Brivio, Manager tim Rossi di Yamaha. Santer terdengar kabar bahwa dirinya akan mengikuti Rossi ke Ducati. Hal ini cukup wajar. Apalagi mengingat adalah Brivio yang berperan penting dalam memboyong Rossi dari HRC ke Yamaha. Brivio mengatakan, “An historic chapter is coming to a close at Yamaha, and I wouldn’t have had much more to contribute. Nothing is confirmed at the moment, but I have plenty of time to sort out the details about my next job.” (Sebuah babak bersejarah akan berakhir di Yamaha, dan sepertinya saya sudah cukup berkontribusi. Saat ini saya belum memutuskan mau kemana, masih banyak waktu untuk memiikirkan hal itu.  –red) Ia lalu mengatakan, ”But for now I can exclude the possibility of continuing with Yamaha.” (Tapi untuk saat ini, kemungkinan untuk tetap di Yamaha bisa dikesampingkan. –red). Dari pernyataan Brivio, jelas bahwa ia tidak ingin tinggal di Yamaha. Setali tiga uang dengan Burgess, Brivio tidak memberikan sinyal yang jelas. Apakah akan pindah ke Ducati, atau berhenti sama sekali dari MotoGP. Walaupun demikian, isu yang beredar mengatakan Brivio diminta untuk menjadi semacam penasehat Rossi untuk mengembangkan kemampuannya di tim Ducati nanti.

Jika saja Burgess memutuskan untuk berhenti dan “pensiun dini”, serta Brivio ikut hengkang dari Yamaha, maka sulit dipungkiri tim Yamaha (bukan lagi Fiat Yamaha) di musim 2011 nanti akan mendapat pukulan yang lumayan telak. Bagaimana tidak, orang-orang yang berperan mengubah nasib Yamaha dari tim cupu menjadi tim jawara, justru bersiap angkat kaki. Yamaha harus berpikir ekstra keras untuk mencari pengganti orang-orang ini. Siapa yang akan menggantikan Burgess? Masih belum terjawab. Lalu bagaimana jika Brivio ikut “kabur”? Lagi-lagi Yamaha harus berpikir cepat untuk mencari penggantinya. Sungguh pekerjaan rumah yang tidak mudah dituntaskan. Yamaha memang akan diisi oleh satu (calon) juara dunia musim 2010, dan satu pembalap potensial (Ben Spies). Tapi untuk menjadikan tim 2011 sekompetitif seperti musim 2009-2010? Kerja keras sudah wajib hukumnya. Mampukah Yamaha menjawab tantangan ini? Kita lihat saja nanti.(hnr)

Sumber & Foto: Asphalt & Rubber.com & Wikipedia

Iklan

11 comments on “Konsekuensi Pindahnya Rossi ke Ducati; Burgess Pensiun dan Brivio Berhenti?

    • @bubrah, ane sih belum dapat pernyataan resmi dari Burgess bro. Mungkin blog yang bersangkutan udah dapet. Makanya ane kasih tanda tanya di ujung kalimat. 😀

  1. Ping-balik: Jeremy Burges: “It will be a Ducati” « bodats the smartbastard

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s