Benarkah Bro Eko RSA Menjadi DPO Polda Metro Jaya?

Bro Eko (di tengah) diapit oleh KHCCErs saat aksi simpatik RSA.

Miris, itulah yang pertamakali hadir di benak saya ketika membaca mailing list RSA (Road Safety Association) kemarin hingga hari ini. Bro Eko, miliser KHCC (Karisma Honda Cyber Community), pengurus RSA dan juga member KCJD (Kings Club Djakarta), tiba-tiba saja diklaim sudah dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang)  Polda Metro Jaya oleh seorang petugas polisi bernama Randy. Pengumuan ini langsung diupload di akun Facebook-nya dan juga blog SSFC Depok, klub tempatnya bernaung. Diduga, Randy adalah petugas polisi yang berselisih paham dengan bro Eko ketika hendak berangkat kerja. Berikut adalah kronologis berdasarkan keterangan bro Eko di milis RSA.

Pagi ini berubah menjadi agak panas akibat ulah oknum polisi yang arogan. Cerita ini berawal saat saya baru saja memasuki Jl. Juanda Depok sekitar pukul 08.10, saat itu terdengar suara Khas knalpot motor Satria FU 150, setelah motor tersebut melewati saya,,ternyata yang lewat adalah seorang “Polisi” menggunakan Rompi Hijau dan Helm Full face berwarna Putih lengkap dengan HT dan Antena panjang di dada…Yang lebih canggih lagi, oknum ini posisi berkendaranya seperti valentino Rossi di arena lintasan balap,,”Ngetest Motor nih Yee,,ucapku saat itu”.

Saat itu cuma bisa geleng2 kepala aja melihat sang oknum ini,,,terlihat bawa motornya potong kanan, potong kiri, dengan power motor yang cukup lumayan,,,,dan saat itu saya hanya bisa,,semoga dia bisa sadar bahwa dia ini adalah pengayom masyarakat masa ngasih contohnya kaya gitu,,,,”ya udah deh biarin aja lah,,kebelet ee mungkin dia, ucap ku dalam hati”

Perjalanan ku lanjutkan,,,jalan Margonda lumayan padat dan terjadi sedikit kemacetan saat pertemuan arus di lingkar UI. Saat saya memasuki daerah Universitas Pancasila,,,terdengar lagi Knalpot Khas itu,,tapi kali ini tidak hanya 1 motor,,tapi kayanya 2 motor nih,,,tidak lama berselang,,ehhh ga taunya si Oknum Polisi ini lagi yang tadi ngetest motor di Juanda,,,dan dibelakangnya di buntuti satria FU berwarna Hitam dengan knalpot gahar juga,,kayanya sih si pengendara FU yang dibelakangnya ini panas juga karena gaya berkendara si oknum polisi yang sangat arogan..

Menjelang masuk daerah stasiun lenteng,,karena kondisi lalin lumayan padat,,mereka berdua berhasil kusalip,,dan si oknum ternyata kaget saat kubalap,,,dan ban motor dia langsung sengaja di tabrakkan ke knalpot saya..karena saya merasa tidak bersalah, saya buka kaca helm dan dia malah marah dan menyuruh saya berhenti.
Kupinggarkan kendaraan saya berbarengan dengan beliau, beliau pun turun dari motor dan terjadi percakapan yang cukup panas disana

Oknum : kamu klo belok jangan main asal potong gitu aja
Saya    : loh,,saya belok juga nyalain sein, dimana salahnya ?
Oknum : tapi ga bisa main belok dari kiri aja
Saya    : Lu ga usah ngajarin gwe lalin, lu itu dari cimanggis gwe perhatiin bawa motornya aja arogan, motong kanan, motong kiri seenaknya
Oknum  : kerja dimana kamu
Saya     : Kerja Di Aston, ada apa memangnya ?
Oknum  : ” Mengambil handphone lalu memphoto plat no saya”
Saya     : ” Ambil handphone juga, langsung memphoto plat no belakang okum ini juga ”
Ohhhh,,anak motor juga toh,,,bikin malu aja lu anak motor kelakuan kaya gini
Oknum  : Sudah jalan sana kamu
Saya     : tanpa basa basi langsung meninggalkan TKP

Sungguh miris melihat oknum ini,,kejadian ini sudah saya laporkan ke Humas club motor tersebut, dan semoga dapat identitasnya biar sekalian ditindak lanjuti ke Propam ( Provost ) sekalian.

Semoga dia bisa berubah dan mohon maaf foto ini tidak saya edit atau saya tutup2i karena ini kejadian tidak ada rekayasa sama sekali

Salam

Ecko Gibr@nt.

Plat Motor Polisi Yang Difoto oleh Bro Eko

 

Berikut adalah status Facebook Randy SSFC (sudah tidak aktif).

Status yang dibuat oleh Randy (klik untuk memperbesar). Image: Bro Benny.

 

Dan ini pengumuman di blog SSFC Depok (kemarin sore bisa akses, tapi kini sudah offline).

Pengumuman di blog SSFC Depok.

Dilihat dari kronologis yang dipaparkan bro Eko, tentu saja tidak masuk akal bahwa yang bersangkutan menghalang-halangi petugas reserse Polda Metro Jaya mengejar pelaku kejahatan Curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Bagaimana mungkin hanya karena satu kendaraan, pengejaran terhenti? Dan kalau memang menghalangi, kenapa tidak saja ditangkap saat di tempat kejadian? Sungguh mencurigakan. Lalu, jika memang bro Eko sudah dijadikan DPO, sesuai yang diumumkan di akun Facebook dan blog SSFC Depok, mengapa bro Eko tidak ditangkap secepatnya? Toh plat nomornya sudah terlihat dengan jelas, dan bro Eko sudah memberitahukan lokasi pekerjaannya. Bahkan hingga tadi malam, penulis masih sempat berhubungan via telepon dengan bro Eko. Artinya, DPO tersebut fiktif adanya.

Karena begitu banyaknya pertanyaan perihal “prosedur” yang tidak masuk akal tersebut, para penggiat road safety, yang tergabung di milis RSA pun geram dengan tingkah laku Randy tersebut. Bagaimana tidak, seorang petugas polisi, yang seharusnya menjadi panutan, justru dengan mudahnya mencemarkan nama baik seorang warga sipil. Dan ia menjual nama institusi sebesar Polda Metro Jaya. Alhasil, perilaku ini dikecam oleh banyak orang melalui jejaring sosial dan berbagai milis otomotif.

Perihal penetapan seseorang menjadi DPO, sungguh tidak semudah itu.  Hal ini penulis konfirmasikan kepada seorang rekan wartawan yang biasa wara-wiri di Mabes Polri. “Buktinya harus kuat, gak bisa sembarangan masukin ke DPO.” ujar sang wartawan tersebut. Dia lalu menyarankan untuk mengadukan hal ini ke Propam Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Bro Eko saat dihubungi via telpon kemarin malam menyatakan, “Sebenarnya sih gue mau membicarakan hal ini secara kekeluargaan. Karena gue cuma ingin mengingatkan sebagai pengguna jalan, bahwa dia, sebagai polisi harusnya memberikan contoh yang baik. Tapi tiba-tiba dia membuat pengumuman bahwa gue sebagai pemilik motor Skywave tersebut masuk DPO Polda Metro Jaya. Pengumuman itu dibuat di Facebook dan blog rekan-rekan SSFC. Ini namanya pencemaran nama baik! Ya sudah, besok, dengan rekan-rekan RSA, gue berniat melaporkan dia ke Propam Polda Metro Jaya.” Saat tulisan ini dimuat, bro Eko dan rekan-rekan RSA tengah menyiapkan laporan ke Propam Polda Metro Jaya. Rencananya akan didampingi pula oleh rekan-rekan dari sebuah Lembaga Bantuan Hukum. Selamat berjuang bro. God Speed!(hnr)

 

 

54 comments on “Benarkah Bro Eko RSA Menjadi DPO Polda Metro Jaya?

    • @all, update > bro Eko saat ini sudah di Propam Polda Metro Jaya. Dalam proses pelaporan kronologis. Info dari bro Rio RSA.

  1. ck ck ck ck
    laporin aja ke propam
    oknum polisi seperti itu memang pantas mendapatkan pelajaran
    btw, dah konfirmasi ke klub ssfc bro?
    biar oknum itu dihukum di kepolisian & di komunitasnya
    BIAR KAPOK..!!!

  2. Mari kita bantu rekan kita sesama pengguna r2, dengan mengabarkan berita yang sesungguhnya terjadi…
    biar penegak hukum tidak semena2x lagi.

  3. gw simpatisan khcc… berharap segera dihukum petugas sok tau model begitu… gaji mereka dari pajak kita tapi kelakuan kayak preman gitu… mentang2 maklum lah udah rahasia umum kalo masuknya aja kudu………

  4. gara2 oknum yang shock hebat akhirnya blog ssfcdepok jadi jelek. Pecat aja tuch oknum dari keanggotaan ssfc, dasar ngendelin seragam doank.

  5. 😆 ngakak baca tulisan di bawah foto profil FB!
    “jangan pernah bersikap sombong karena akan membawamu kedalam kehampaan hidup ini”
    ntar jadi hampa beneran rasain! :mrgreen:

  6. sik..sik..koyone isih alay kuwi…pangkate opo?? kok sak penak udele dewe menetapkan seseorang sebagai DPO….
    lom pernah ngerasain sel di propam tho??!!

  7. kadang2, emang ada kok oknum silup yang temperamen kayak gitu…disalip di jalan, eh marah2 karena dia pake uniform gitu..saia jg pernha ngalamin, meski gak sampe panjang kayak gini…sing waras ngalah kalo pikir saia..
    nih yang bikin runyam,kasusnya bro eko, si oknum kan bawa2 korps-nya tuh…gak bener bgt!!!!
    saia dukung kalo dilaporin ke provost…buat pelajaran yang lainnya…

  8. wah photo akun facebooknya gaya bgt pak polisinya lg nyetir mobil…dia mau pamer kalo polisi biar kata gajinya kecil aja bisa beli mobil ..(paling juga punya bokapnya)…ayo basmi oknum2 seperti ini memalukan nama POLRI…dasar polisi narsis

  9. Kalo buser mana ada yang pake seragam boss ? dan juga buser ga bawa HT. Kalo lihat dari seragamnya difacebook, dia bukan buser melainkan samapta. Kalo buser dan berseragam pasti ada emblem “INDRA WASPADA” nya serse.kayanya gw juga tau orang ini deh, coba nanti gw bantu cari identitas dia deh. Kalo bener dia buser dipolda, pasti ketahuan kog nanti. Gw punya temen serse dipolda dia unit HARDA ( harta benda ). Kalo mau langsung ke propam juga gpp..gw juga kenal 1 propam disitu yang kalo aksyen paling “”menggigit””, terkenal dijulukin tukang makan orang. Prinsipnya KALO GA SALAH POKOKNYA JANGAN TAKUT, dan kalo bisa sebelum kePROPAM mohon lengkapi bukti2 kalo ada, terus kalo bisa harus ada saksinya, minimal 2 orang lah.

    Soal DPO ga semudah itu, pertama harus ada surat TTD dari KASAT SERSE dan setidaknya surat tersebut diberitahukan kepada pihak keluarga tersangka, Kedua untuk menjadi DPO ada persyaratan seperti :
    1. Jelas permasalahan hukum yang disangkakan
    2. Tersangka dalam keadaan bersembunyi atau melarikan diri dari kejaran.
    3. Menghilang

    Buat bro eko jangan bingung ok, polisi sekarang ga bisa “”maen”” arogan kog bro…

  10. dari tulisannya si bro eko kok keknya dia yang nyolot tuh polisi duluan ya..?

    pake gw elu…
    gw rasa sih bukannya belain polishit tapi keknya bro eko juga disitu berperan memprovokasi emosi tuh oknum..

    terlihat si bro eko secara eksplisit menyatakan “ikut” ngebut..
    kalo gak kok bisa tuh satria kesalip padahal jalannya lumayan jauh lho..

    gw rasa kejadian seperti itu gak akan terjadi kalo sikap “sok jagoan” baik dari oknum or bro eko sendiri gak di gede2in.

    mentang2 polisi terus semena mena
    mentang mentang aktifis rsa dan anggota KCDJ terus merasa jago ngebut bisa nantangin polisi.. 🙂

    “Menjelang masuk daerah stasiun lenteng,,karena kondisi lalin lumayan padat,,mereka berdua berhasil kusalip,,dan si oknum ternyata kaget saat kubalap,,,dan ban motor dia langsung sengaja di tabrakkan ke knalpot saya..karena saya merasa tidak bersalah, saya buka kaca helm dan dia malah marah dan menyuruh saya berhenti.”

    dari tulisan ini bisa gw liat si bro eko menyalip tuh oknum dengan manuver “provokatif” dan keknya agak agresif sehingga tuh oknum jadi kagok dan nabrak (secara sepihak bro eko bilang sengaja nabrakin)

    dalam hal ini gw rasa tuh polisi salah dah kepot kepot gak kasih contoh yang baik tapi kalo mang kondisinya lagi ngejar target ya gimana lagi..?

    trus yang paling membuatnya jadi masalah besar ketika bro eko memprovokasi kejadian plus nambah kata2 tidak hormat

    “Lu ga usah ngajarin gwe lalin, lu itu dari cimanggis gwe perhatiin bawa motornya aja arogan, motong kanan, motong kiri seenaknya”

    tuh kan kasar kata2nya.. 🙂

    gw bukan belain polisi tapi gw mencoba analisa dari data2 yang ada di blog ini…
    dan kesimpulannya.. dua2nya salah.. 🙂 yang satu memprovokasi.. yang satu tidak profesional.. 🙂

    • Untuk simelekete, ada aksi, ada reaksi bro. Coba ente baca baik-baik dah. Bro eko udah ridho dari awal, dah nahan sabar. Kita-kita orang belum tentu sesabar itu ngeliat tingkah laku begituan.

      Dan ente hati-hati bro. ini mah gak ada hubungannya ame klub atau RSA. emangnya anak klub/rsa kebal ditembak? kagak kan. bro eko gak egois bro kayak si pulis. dia ditindas haknya sebagai pengguna jalan, dan dia melawan. itu namanya kepedulian sosial.

      coba bro eko gak tegor, gak jera tuh pulisi. besok-besok seenaknya klaim di reserse lah, ngaku-ngaku intel lah. kita harusnya sadar, apa yang diperbuat sama bro eko buat kepentingan kita semua. gitu bro…

    • Terima kasih atas tanggapannya bro. Tanggapan yang sama di milist YJOC,,jadi jawaban saya hampir sama seperti disana.

      Selamat Pagi All

      Memang agak sulit menumpahkan semua cerita secara details dalam sebuah tulisan, maklum bukan seorang bloger yang pintar merangkai sebuah kata2

      Pro Kontra dalam sebuah masalah juga sudah biasa, tinggal bagaimana masing2 pihak mencermati dan menelaah semua itu dalam pemikiran mereka masing2.

      Jika diijinkan saya untuk saya menanggapi kembali tanggapannya yah bro

      1. Kondisi lalin dari mulai selepas UP sampai Stasiun Lenteng adalah Padat ( Ingat Padat yahh bukan kosong melompong ),,entah mengapa 2 riders ini bisa tertahan kendaraan2 lainnya didepan dan ternyata di dekat stasiun lenteng mereka bisa kudahului tanpa ada niatan buat ikut2an kebut2an sama mereka. Jika saya niat mending saya ikutin dari Jl, Juanda depok yang notabenenya jalur itu lebih sepi bro. Jadi ga ada niatan buat sok sok an karena aktifis atau saya anggota KCDj,,,

      2. Saya hanya warga sipil biasa bro dan mungkin sama dengan anda,,pengetahuan saya tentang safety dan peraturan lalin juga mungkin masih dibawah anda,,karena saya masih banyak belajar dari semua sesepuh didunia ini.
      Bro, oknum ini menabrakkan bannya ke knalpot saya bukan seperti orang menabrak karena ga bisa jaga jarak bro,,tapi menabrak dengan cara menampar ban motornya kearah knalpot ( Dari kanan kekiri ). Maka dari itu saya agak kesal dengan dia,,terlebih saya belok sudah menggunakan sein dan tidak menggunting lajur dia.

      Kata2 tidak hormat atau kurang sopan adalah sebuah luapan kekesalan yang mungkin sudah memuncak dan perkataan itulah yang tidak bisa saya kontrol karena kelakuan sang oknum terlebih dia berperilaku kurang sopan dengan saya.

      Gpp kok bro jika dari sudut pandang anda saya salah dan provokatif,,,tapi itu lah saya seorang bikers dan pengguna jalan biasa yang juga punya emosi dan punya tanggung jawab untuk memperbaiki negeri ini dari oknum2 seperti ini.

      Mungkin itu dulu tanggapan dari saya,,,klo mau cerita details dari sisi saya monggo diatur waktunya kapan agar saya bisa share ceritanya, jika bro mau cerita details dari oknum monggo hubungi beliau di no telpon yang gampang ditemukan melalui om google dengan men search namanya.

      Sekian bro

      Ecko Gibrant
      08569957386 / 02192505522

      • @bro eko, thanks atas responnya. @all, silahkan berbagi pendapat. Tapi jangan ngomel-ngomel yak. Santai aja, sambil ngupi dan makan ruti… huehehe…

  11. gw bukan anak motor bro, bkn jg ank Jakarta, tp gw juga pengendara motor dan simpatik sm lalin & Jakarta yg kabarnya kerap macet..
    salut bwt bro Eko..

    Polisi Lalin harusnya gak boleh arogan gitu. cukup sudah polisi macam gitu di Indonesia. eneg!

  12. Laporkan aja tu oknum tidak bertanggung jawab, arogan, gampan nesu, tidak mengayomi masyarakat, musuh pengguna jalan,
    (Dumeh motore FU, klambine dinas polisi njug semena-mena)

  13. @esmelekete
    “trus yang paling membuatnya
    jadi masalah besar ketika bro
    eko memprovokasi kejadian
    plus nambah kata2 tidak
    hormat”
    Ngapain hormat bro,th bukan atasan kita. Klo menghargai iya, tapi jelaslah,yg mana perlu dhargai itu orangx yg kaya apa dulu, memang fakta th,para oknum biasanya berlagak sok dengan kekuasaan yg dberikan. Klo di inggris mah, polisi malah bisa diminta membantu mencari,ketauankan petugas yg benar2 membantu masyarakat.

    • ini ada komentar dari pengunjung blognya mas Tri. Bagus juga untuk pengetahuan kita-kita orang.

      44. *HM=CHM – Oktober 22, 2010
      @39. az147r – Oktober 22, 2010
      Kalo buser mana ada yang pake seragam boss ? dan juga buser ga bawa HT. Kalo lihat dari seragamnya difacebook, dia bukan buser melainkan samapta. Kalo buser dan berseragam pasti ada emblem “INDRA WASPADA” nya serse.kayanya gw juga pernah lihat orang ini deh, coba nanti gw bantu cari identitas dia deh. Kalo bener dia buser dipolda, pasti ketahuan kog nanti. Gw punya temen serse dipolda dia unit HARDA ( harta benda ). Kalo mau langsung ke propam juga gpp..gw juga kenal 1 propam disitu yang kalo aksyen paling “”menggigit””, terkenal dijulukin tukang makan orang. Prinsipnya KALO GA SALAH POKOKNYA JANGAN TAKUT, dan kalo bisa sebelum kePROPAM mohon lengkapi bukti2 kalo ada, terus kalo bisa harus ada saksinya, minimal 2 orang lah.

      Soal DPO ga semudah itu, pertama harus ada surat DPO dikeluarkan dari polisi TTD dari KASAT SERSE dan setidaknya surat tersebut diberitahukan kepada pihak keluarga tersangka, Kedua untuk menjadi DPO ada persyaratan seperti :
      1. Jelas permasalahan hukum yang disangkakan
      2. Tersangka dalam keadaan bersembunyi atau melarikan diri dari kejaran.
      3. Menghilang

      Buat bro eko jangan bingung ok, polisi sekarang ga bisa “”maen”” arogan kog bro…

      Mudah-mudahan bisa berguna untuk pembaca sekalian. Silahkan dilanjut diskusinya…

    • @az147r, thanks udah nebar link ke blognya mas Tri. Santai bro, ane bukan pulisi. xixixi… cuma biker yang perduli sama road safety. itu aja… 😀

  14. Mas, saya mau minta tolong dihubungkan dengan BRO EKO komunitas motor satria depok, sama bro BODAT juga yg ngelola warung BODAT. Mohon bantuannya, tentang keberadaan bro eko ini, atau no telp bro eko yg bisa dihubungi.

    Soalnya saya membawa pesan dari teman 1 letingnya randy supaya masalahnya bisa diselesaikan dengan baik. Mohon bantuannya ya MAS TRI dan BRO BODAT.

  15. @all, urusan bro eko dan Randy, sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
    Randy sudah meminta maaf secara terbuka kepada bro Eko dan juga di blog SSFC Depok.
    Semoga hal ini tidak terulang lagi. Terimakasih atas perhatiannya. 😀

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s