Melawan Arah, “Adat Istiadat” Pengendara di Jakarta

Anda pernah kaget ketika berada di jalan yang menerapkan satu arah, tiba-tiba ada kendaraan lain yang melawan arus? Kesal, marah & kaget adalah ungkapan yang wajar dirasakan ketika mengalami kejadian itu. Pasalnya, perilaku tersebut bisa membuat pengendara yang tidak bersalah, menjadi korban kecelakaan. Dan ironisnya, penyebabnya justru pengendara mobil/motor yang tidak tertib. Sampai kapan jadi pelaku? Sampai kapan “rela” jadi korban?

Mungkin pemikiran ini pula yang mendasari RSA (Road Safety Association) untuk menggelar aksi simpatik di bilangan Tugu Proklamasi, Jumat (11) sore tadi. Dengan membentangkan spanduk dan beberapa X-banner, puluhan anggota komunitas/klub roda dua yang tergabung di RSA, menjalankan aksi dengan damai.

Cari jalan pintas agar barang cepat tiba di tujuan?

Dan pemilihan lokasi sungguh bukan tanpa alasan. Tidak butuh waktu lama ketika budaya melanggar, melawan arus searah dilihat di depan mata.  Beberapa pengendara tampak acuh saat melihat adanya aksi tersebut. Tapi sebagian besar, tetap saja melawan arus, seakan tak perduli dengan aksi tersebut. Bahkan kehadiran personil polisi di sekitar lokasi aksi, seakan tak dihiraukan oleh para pengendara motor. Padahal jelas-jelas tulisan di banner yang didirikan sungguh memalukan bagi yang melakukannya. Misalnya saja, “LAWAN ARAH DENDANYA 500.000!” dan “LAWAN ARAH, SUDAH SALAH TIDAK MAU NGALAH”. Atau ada juga seruan yang satir seperti “LAWAN ARAH, OTAK LU PARAH!” serta “LAWAN ARAH = GAYUS!”.

Sebuah bus reguler melawan arus. Nyali besar atau tolol?

Siapa saja pelakunya? Semua lapisan masyarakat! Entah itu pengendara motor, angkutan umum, kendaraan angkut hingga mobil pribadi yang berharga milyaran. Ternyata melanggar arus lalu lintas tersebut sudah menjadi budaya sehari-hari di sekitar lokasi. Sungguh mengenaskan.

Kemampuan Ekonomi Tidak Selalu Berbanding Lurus Dengan Intelektualitas.

“Kita memang memilih lokasi dengan alasan yang cukup kuat. Berdasarkan masukan dari rekan-rekan, di sini sering kali mereka kaget, atau marah saat sedang berkendara, tiba-tiba saja ada motor atau mobil yang seenaknya melawan arus. Ini jelas bisa membuat mereka celaka. Bahaya banget!“, ujar Eko, Sekjan RSA. Sementara, Shasya, anggota YJOC (Yamaha Jupiter Owner Community) yang ikut dalam aksi tersebut menyatakan, “Sepertinya sudah jadi budaya. Lihat saja mereka tidak perduli kita bikin aksi seperti ini. Seakan sudah tidak ada lagi kesadaran untuk menghargai pengguna jalan lain. Benar-benar miris!”

Keberadaan patroli Polisi tidak digubris. Bukti Distrust terhadap Kepolisian?

 

Aksi yang dilakukan selama 1 jam itu, cukup menarik perhatian. Beberapa pengendara, mengurungkan niat untuk melawan arus, sesaat melihat adanya aksi damai dan banner-banner yang berisikan kata-kata sindiran. Namun, setelah aksi usai, business as ussual. Para pengendara kembali melakukan “aksinya”, melawan arus. Ini dia “adat istiadat” kita yang baru.(hnr)

Iklan

13 comments on “Melawan Arah, “Adat Istiadat” Pengendara di Jakarta

    • @sobek-sobek, pastinya bro. Lha wong ada ninja250R nyaris lawan arus. Tapi karena ngeliat ada spanduk n banner, muter balik dah. xixixix….. *lirik bence*
      tanyaken kenapa…

  1. Alhamdulillah masih ada komunitas yg resah dg situasi yg makin parah ini…. meskipun mungkin pengaruhnya gak besar utk mengubah keadaan, tp ini menunjukkan masih ada sisa2 peradaban di negeri ini meskipun minoritas…. mestinya aparat, pemimpin, spiritualis, pakar2 pendidikan, dan tokoh2 masy, malu melihat upaya teman2 RSA ini yg berusaha mengubah kebejatan masif dan sistemik ini…. ayo teruskan berjuang mas2 dan mbak2… negeri ini harus diselamatkan dari keprimitifan dan perilaku bar2… kalo dibiarkan gak lama lg bangsa kita hanya wujudnya yg masih manusia, otaknya gak beda dg hewan dan nuraninya penuh dg nafsu setan…

  2. Jalan di samping kiri kanan tol Jorr, dekat pasar kecapi akan diberlakukan 1 arah, mulai 1 mei 2013, mungkinkan berhasil…..

  3. memprihatinkan skl….. apa ini tanda2 kepunahan bangsa kita? saat akal dan nurani kalah telak oleh nafsu angkara? keserakaha dan halalkan segala cara demi tujuan jd budaya dan tabiat? makin hari makin liar dan buas, hanya mikirkan kepentingan sndri, tanp mau mikirkan akibatnya bagi org lain, apalagi bngsanya, masadpn negerinya….
    jd andai hari ini penjajah asing sdh merencanakan penghancuran negeri ini, pemusnahan bngsa ini, org2 yg hanya mikirkan diri sndri ini tak akan prnah mau dan mampu membaca situasi negaranya … akalnya tak akan sampai krn pkrn mrk hanya smpai perut mrk sndri saja….. jd, andai skrg ada org2 jahat yg sedang bermufakat utk menguasai negeri ini dan mengusir bangsa kita, semua akan trjd dg mudah krn akal nurani bgsa kita sdh dkotori nafsu serakahnya shg pkrn jernih dan nurani yg bersih tak akan prnh ada dalam benak mrk…..
    sejarah sdh mencatat pd bangsa2 yg kotor prilakunya, yg dipimpin nafsu angkara hidupnya, akan musnah dg mudah…
    menyedihkan….

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s