Spion Honda CBR150R ‘Cu’lun’?

Mohon berfokus kepada spion, bukan mbak SPG-nya. Terimakasih. 😀

Well, semua sudah kenal dengan Honda bukan? Bagi pembaca yang suka sekolah SD/SMP/SMU/Mts/STM/SMEA di era 90an pasti mengenal nama ini. Biasanya, anak sekolah zaman itu (ketika belum ada sinetron dain infotainmen) sebelum pulang ke rumah suka mampir ke tempat dingdong (masih ada gak ya tempat ini?), sebuah wahana permainan komputer dengan bentuk fisik menyerupai mesin atm hari ini. Salah satu game yang populer adalah Street Fighter. Masih ingat toh? Nah, salah tokohnya bernama Honda, diwakili dengan karakter seorang Sumo berbadan gempal, namun tegap dan kuat. Jika anda memilih Honda, anda bisa melawan siapa saja. Ryu, Ken, Byson, Vega dan lain-lain.

Lalu apa hubungganya dengan CBR150? Yah saya iseng saja, sedikit intermesso dan romantika masa lalu. 😀 Saya tidak akan mencoba melakukan analisa praising setrategi (Pricing Strategy) ala pakar marketing, atau bicara valiu (Value) dari produk sayap putih tersebut. Maklum, ilmu marketing juga baru dapat setelah baca buku. Kasihan pembaca kalau saya sok tahu soal harga produk. Mau sok tahu sih bisa saja, tapi rasanya itupun belum mampu. Untuk membahas teknologi mesin injeksinya pun rasanya belum sanggup.  Saya bukan lulusan STM, atau fakultas teknik mesin yang paham bahasa gir rasio (gear ratio) dan itungan milimeter. Sementara untuk teknologi lainnya, saya rasa tidak ada baru. Speedometer digital? Honda karisma tahun 2004 pun sudah ada. Warna LCD-nya keren? Bagi yang belajar IT  dan Hardwer enjeniring (Hardware Engineering) pasti paham yang namanya tampilan LCD bukanlah hal baru.

Striping? Ah itu mah tukang cutting stiker di pinggir jalan raya kalimalang juga mampu. Walaupun memang tidak sebagus aslinya. Lalu mau membahas apa? Performa? Saya juga bukan ahli itu. Toh buat apa bicara top speed, lah wong jakarta macetnya bukan main. Ok, kembali lagi ke topik. Yang mengganggu adalah desain spionnya. Inipun buah dari obrolan dengan seorang teman yang mengeluarkan pernyataan resmi berbunyi, “culun banget tuh spion! Desainnya sangar, tapi spionnya kok kayak gak nyambung.” Ujarnya saat melihat-lihat gambar CBR150 di Internet.

CBR1000 Fireblade. Foto: http://honda-cbr-600-pic.blogspot.com

Yang lu maksud culun itu apa?” tanya saya penuh harap dengan ekspresi ala aktor sinetron.

Sang teman menjawab, “mmhh… gmana yak? Pokoknya kurang sreg dah sama desainnya. Beda sama (Kawasaki) Ninja gituh. Cocok dengan desain bodynya. Spionnya lancip.”

“Tapi itu soal selera. Culun bagi lo, belum tentu culun bagi si desainer.” Jawab saya seraya memancing argumentasinya.

“Bukan begitu sob. Mbok ya dilihat lagi. Masak, motor sport mentereng, desain spionnya cembung begitu. Coba bandingkan dengan sejenislah. Misalnya itu Minerva150 atau yah bolehlah dikit-dikit ke Ducati848 evo. Kan sama-sama sportbike tuh!” ujarnya argumentatif.

“Jiah, lu samain cbr150 sama 848, yah bedalah coy!”

“Beuuhh… bukan begitu maksud gue. Intinya, kalau mendesain motor sport, yah lihat yang bagusan gitu napeh. Lu bayangin aje kalo ducati 848 evo pake spion cembung begitu. Bakal mandul dah aura superbikenya. Kacau dunia persilatan!” ujarnya penuh semangat.

Ducati 848Evo. Spion "menyatu" dengan disain body.

Lalu kawan saya menyambung, “Ok, jika keberatan disandingkan dengan 848evo. Silahkan lihat yang CBR1000RR, seniornya. Walaupun nyaris sama, tetapi masih enak dilihat bro. Mantab!” Tak lupa dia memerlihatkan gambar motor yang dimaksud dari pc tabletnya yang terhubung ke internet. Sport bike should look like a sporbike supposed to be, nothing else.” Itu kesan yang saya tangkap dari argumentasinya. Memang, jika diperhatikan, spion CBR150 (dan mungkin CBR250) sedikit mengurangi aura sport. Mungkin tangkainya terlalu panjang? Bisa saja, tetapi ini toh kembali ke soal selera.

CBR600RR. Spionnya diturunkan ke sang adik? Foto: http://honda-cbr-600-pic.blogspot.com

Argumentasi ‘pasti mereka sudah memerhitungkan’, sepertinya sudah basi. Apalagi jika bicara estetika, tidak ada standar yang pasti. Semuanya serba subyektif. Dan sungguh tidak salah jika kawan saya mempunyai pendapat demikian. Toh adalah haknya menilai motor yang ramai dibicarakan itu mempunyai bentuk kaca spion yang culun. Bagaimana menurut anda?(hnr)

30 comments on “Spion Honda CBR150R ‘Cu’lun’?

    • @triyanto, ide bagus sob. Maksudnye soal arm, bukan masalah ke ancol. 😀
      Nanti ane coba telisik lebih lanjut….

  1. emang bener, spion-nya aneh, mengurangi estetika, kyk siput, kalo jujur sih pasti ngakuin, kalo gk jujur biasalah jawabnya “itu selera..*dlm hati dipaksain ” hihihi

    • @dari, yah betul juga sih.
      @smart, xixixixi
      @lingga, harga segitu belum termasuk spg. Itu harga terpisah. 😛

  2. spionnya mirip spion motor YAMAHA yg culun.
    coba kalau AHM yg bikin pasti keren tuh.
    sayang honda Thailand masih spt YMKI yg gak becus bikin spion.

  3. jujur sih klo boleh jawab dr pertama ane liat ne motor memang culun tuh spion..cuma ane pendem dalam hati karena berita yg beredar ni motor akan murah di jual, jd pembelaan hati ane yah menekan cost produksi sehingga bisa jual murah..ternyata pas tahu harganya..ble’e tuh yg punya jualan..subjektif mngkn klo yg bilang segelintir orang bahwa itu culun..tapi klo ud orang byk..itu baru fakta..

    • @nobu, yah paling tidak bolehlah memberikan opini. Bentuknya memang kurang menyatu dengan desain keseluruhan yg lumayan apik.
      @rial, benny bukannya lulusan pariwisata? :p

  4. Hahahaha…..selera manusia bersab-sab….Yang tampak kuno sederhana, kadang sebernarnya itu ramuan design yang elegan di masa depan….Yang tampak Futuristik maju tapi sebenarnya itu dari kegenitan sebuah sketsa yang teraplikasi, dan biasanya tak berumur panjang karna mengandung unsur bentuk yang berlebihan,….Hari ini Keren minggu depan Bisa muak kita dengan bentuk barang itu Hhihihhi….Ada beberapa bentuk kaca2 spion yang telah mencapai suatu bentuk yang ideal indah dan Fungsional tentunya, ya akhirnya pasti sedap di pandang mata…..Jika strata imagenasi sebuah bentuk belum mencapai kejenuhan exsperimental ia akan terjebak tren sesaat (Kegelapan fanatisme)saja,seperti pada umumnya….tetapi jika tekun Luas krearated sampai kepuncak,nya ia melahirkan bentuk harmoni yang malah “Biasa saja” berFungsi dan menyatu di indahan berkarakteristik,: tidak Jelek TAPI Pasti Bentuk yang tak mencederai pelihat,y ..Tanxx

    BANG MALEH

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s