Jakarta, Malam Hari, H-3

Harusnya judulnya H-2, tapi karena hari raya Idul Fitri “diundur”, maka judulnya pun berubah. :mrgreen: Ya, dikarenakan rasa suntuk ingin kembali menikmati berkendara di malam hari, plus didukung rasa penasaran, bagaimana rasanya ketika Ibukota Negara yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke-66, ditinggalkan oleh jutaan kendaraan? Maka penulis memutuskan untuk sekedar fun night riding.

Memulai perjalanan dari kawasan Kalimalang menuju Cawang, Jakarta Timur, lalu lintas terasa ramai lancar. Arus lalu lintas yang didominasi pemudik justru yang mengarah ke Bekasi. Penulis menikmati kecepatan yang berkisar antara 60-70 km/jam. Namanya juga fun alias senang-senang. Tidak perlu ngebutlah, walaupun pada jam tersebut (pukul 22.00) kelas pembuka M0to125cc di Indianapolis GP sudah dimulai. Toh ini jalan raya, bukan sirkuit. 😀 Baca lebih lanjut

Jejaring Sosial, bumerang bagi korporasi otomotif?

Rabu (24/8) kemarin, ranah bloghespere diramaikan dengan mencuatnya pengalaman tidak mengenakkan yang dialami oleh Nadi, seorang blogger otomotif. Semuanya berawal ketika Nadi membalas status tweet akun twitter @welovehonda yang menyatakan “….ganti ban setiap 3-5ribu kilometer…” dan bro Nadi menjawabnya dengan, “boros ban!”. Untuk lebih detailnya, silakan lihat gambar di atas. Dan beberapa blogger ikut meramaikan dengan me-twit ulang, atau bahkan melakukan balasan atau reply. Saranto (@arantan) menjawab “…Setara 4 bln”. Lalu ada @mbelgedez menjawab “Geblek ini Honda.” :D. Dan tiba-tiba saja, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Nadi tidak bisa lagi mengikuti (follow) akun twitter @welovehonda. Analisanya, Nadi sengaja diblokir oleh admin akun tersebut. datanya bisa terlihat jelas dari gambar yang diambil oleh yang bersangkutan. Sementara, tidak bisa tinggal diam, bloggers turut serta mengkritik tindakan pemblokiran terhadap Nadi. Ada Benny, eyang Edo, Fajar, mas Tri dan juga Saranto. Serta beberapa blogger lainnya.

Hal ini pun mengundang reaksi dari kalangan blogger, khususnya yang tergabung di otoblogger Indonesia alias OBI. Pasalnya, ketidakjelasan alasan diblokirnya Nadi dari akun tersebut mengundang berbagai persepsi. Ranah dunia maya pun mulai memertanyakan. Ada apakah gerangan? Mengapa Nadi sampai diblokir? Apakah ini kebijakan resmi Honda (baca: AHM) dalam menyikapi kritik? Semuanya tidak jelas. Bahkan sampai Rabu malam, ketika Nadi kembali menjadi follower, juga tidak ada komunikasi dari admin akun tersebut. Ini bukan pertamakalinya korporasi besar tersandung kasus Twitter. Masih segar dalam ingatan penulis ketika akun @yamahaindonesia memberikan pernyataan, Ingat, ngebut boleh asal safety….“ Pesan tersebut langsung mendapat kecaman keras dari blogger dan biker penggiat road safety. Status tersebut akhirnya dihapus, dan diganti dengan status yang lebih lunak. Baca lebih lanjut

Tips berkendara bagi pemudik

Sewaktu acara “Ngabuburit RSA Indonesia” Jumat (19/8) lalu, ternyata penulis menemukan seorang Dokter yang punya spesialiasi soal tidur-meniduri. Eits, ini bukan mesum. Tapi dr. Andreas Prasadja RPSGT, memberikan tips tentang bagaimana istirahat yang baik, mewaspadai tanda-tanda ngantuk saat berkendara, terutama bagi para pemudik. Monggo disimak video dibawah ini. Semoga berguna, dan monggo berkomentar.(hnr)

This is why i love riding my motorcycle…

Mau tahu mengapa Morning Riding adalah sebuah kenikmatan tersendiri, atau penasaran mengapa ada segelintir biker yang lebih menyukai melakukan Solo Riding? Mungkin video ini bisa menjawabnya. Yang pasti, video ini bukan tentang Ducari 1198, AGV T-2 ataupun Dainese Black Riding Suite. Selamat menonton dan monggo berkomentar. 😀