Jakarta, Malam Hari, H-3

Harusnya judulnya H-2, tapi karena hari raya Idul Fitri “diundur”, maka judulnya pun berubah. :mrgreen: Ya, dikarenakan rasa suntuk ingin kembali menikmati berkendara di malam hari, plus didukung rasa penasaran, bagaimana rasanya ketika Ibukota Negara yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke-66, ditinggalkan oleh jutaan kendaraan? Maka penulis memutuskan untuk sekedar fun night riding.

Memulai perjalanan dari kawasan Kalimalang menuju Cawang, Jakarta Timur, lalu lintas terasa ramai lancar. Arus lalu lintas yang didominasi pemudik justru yang mengarah ke Bekasi. Penulis menikmati kecepatan yang berkisar antara 60-70 km/jam. Namanya juga fun alias senang-senang. Tidak perlu ngebutlah, walaupun pada jam tersebut (pukul 22.00) kelas pembuka M0to125cc di Indianapolis GP sudah dimulai. Toh ini jalan raya, bukan sirkuit. 😀

Pemudik mulai berangkat (Kalimalang)

Mesin dua silinder redbastard berjalan santai, menerpa angin malam. Beberapa kali menemui rider 4L4y yang mencoba mengundang emosi, pamer kecepatan, yah dicuekin saja, selama tidak “nyubit”. 😀 Jalan raya di Jakarta umumnya tampak lengang. Mulai dari jalan penghubung Kalimalang, hingga kawasan Salemba – Senen. Suasana serupa juga ditemui di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya.

Jl. Kramat ke arah Senen

Samping Monas

Memasuki kawasan Monas, justru tampak ramai sepeda motor rama parkir di kawasan yang ide awalnya dari Ir. Soekarno tersebut. Mungkin memang mengira ini adalah malam terakhir sebelum takbiran, banyak warga yang menghabiskan waktu monumen yang dibangun 1961 tersebut.

Bundaran HI

Jelang Thamrin

Sementara itu, kawasan Sudirman Thamrin sekitar pukul Melanjutkan perjalanan menuju kawasan Bundaran HI. Benar-benar Jakarta dibuat lengang dengan budaya mudik. Biasanya kawasan Sudirman-Thamrin, masih ramai di jam yang sama, tapi kali bisa dibilang cukup lengang. Tentu saja hal ini membuat beberapa komunitas bersepeda asyik menggowes di jalan protokol yang memerlakukan aturan 3 in 1 pada saat jam sibuk tersebut. Tak lupa beberapa moge berkeliaran menikmati sepinya aspal mulus pusat keuangan dan bisnis tersebut. Dari Harley, Ducati, CBR600 hingga beberapa Chopper Style Motorcycle memecah keheningan malam itu.

Para pemilik moge tersebut seperti menemukan “surga” berkendara di lalu lintas yang lengang, dan tidak penuh hiruk pikuk kendaraan di jalan. Jarak Monas – Semanggi, yang dalam keadaan “normal” macet bisa ditempuh hingga 30 menit, malam itu hanya butuh 5 menit saja. 😀 Ah, andai saja setiap hari Jakarta seperti ini. 😀 (hnr)

ps: semua foto diambil menggunakan Nikon S300, dengan penyesuaian sotopop.

Iklan

8 comments on “Jakarta, Malam Hari, H-3

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s