Woi Ninja250 Rider, Jangan Lupa Bawa Toolkit!

Judul di atas tidak bermaksud menggurui, sekedar berbagi pengalaman saja, sebagai sesama pengguna Ninja250. Dan penulis harap ini berguna bagi bro n sis lainnya. Tulisan terinspirasi kejadian yang dialami oleh penulis beberapa hari menjelang Lebaran tahun ini.

Saat itu, penulis tengah mengendarai redbastard. Sengaja memilih jalur via Klender melalui jalan I gusti Ngurah Rai. Lumayanlah, menghindari jalur kalimalang yang mulai padat dengan rombongan pemudik. Penulis sendiri dalam perjalanan menuju Bekasi. Mendekati tengah malam, jalur tersebut cukup lengang. Walaupun demikian, tetap harus waspada terutama perihal lubang jalan. pasalnya, penerangan di ruas jalan yang tembus hingga ke Cakung itu cukup minim.

Nah, selepas Mall Klender, penulis curiga mengamati spion sebelah kanan. Sepertinya mudah bergetar. Awalnya penulis berpikir ini adalah konsekuensi dari kontur jalan yang cenderung bergelombang. Tapi kok jika dilihat lebih teliti, goyangannya menjadi “lebih seksi” alias sensitif. Akhirnya, dicoba untuk mencari tempat yang aman dan terang untuk berhenti. Jujur, agak khawatir juga untuk berhenti di jalan ini. Bukan masalah kriminalitas, tetapi khawatir ada motor yang menyalib dari kiri. L

Dan tebakan penulis pun terbukti. Setelah dicek, ternyata spion kanan tidak kokoh lagi sebagaimana harusnya. Posisinya mudah goyang. Setelah melakukan pemeriksaan dalam tempo sesingkat-singkatnya, ditemukan biang keladinya: baut L yang berfungsi untuk menahan spion mulai longgar. Baut yang berada di balik windshield tersebut entah kenapa mulai melepaskan “gigitannya” terhadap dudukan spion.

Posisi baut L yang longgar.

Untungnya, penulis selalu siap sedia satu set kunci L di bagian bawah single seater. Aksi mengencangkan baut L pun tidak terhindarkan. Nah karena lampu penerangan jalan agak reduk, terpaksa digunakan lampu senter. Penulis pun membawa lampu ini di tempat yang sama untuk menaruh satu set kunci L. sementara, sebuah obeng “+” panjang disiagakan. Loh untuk apa? Jaga-jaga, jika ada tukang palak, atau manusia berotak kriminal “menyapa”. :mrgreen:

satu set kunci L siap digunakan. 😀

Setelah usai mengencangkan spion bagian kanan, dilanjutkan dengan pengecekan bagian kiri. Ternyata bagian kiri tidak ada masalah. Dan pengecekan pun dilanjutkan ke ban menggunakan Tire Gauge Monitor. Kok jadi merembet ke ban? Ah sekedar berjaga saja. Toh kalau kurang angin, bisa mampir ke bengkel/spbu untuk mengisi angin. Rantai pun demikian, dicek dan ternyata semua dalam kondisi ok. Tak sadar, kurang dari 5 menit, penulis sudah melakukan T-CLOCS. Perjalanan pun dilanjutkan.

Kesulitan di atas terkesan sepele. Tapi andai saja penulis tidak membawa kunci L 1 set, bisa dipastikan bakal repot. Bagaimana tidak? Jelang tengah malam, mencari bengkel motor pinggir jalan, mau minjem kunci L pula. Masak kunci L saja sampai gak sanggup beli? Apa kata dunia. 😀 walaupun Ninja250 tidak mempunyai bagasi luas seperti halnya motor bebek, hal tersebut bisa disiasati.

Bagian bawah single seater Ninja250 ternyata memberikan ruang yang cukup untuk menaruh toolkit. Penulis sendiri, menempatkan elemen toolkit sebagai berikut: 1 set kunci L, 1 bh senter kecil, 1 bh obeng “+”, 1 kunci 12 dan 1 kunci 14. Kunci L diperlukan karena Ninja250 menggunakan mur tipe L disebagian besar body. Sementara lampu senter untuk penerangan di malam hari. Obeng “+” juga dibutuhkan untuk membuka bagian samping body. Sementara kunci 12 dan 14 untuk mengencangkan dudukan klakson (yang sudah dimodifikasi). Oh ya, tak lupa sebuah kanebo juga ditempatkan. Benda satu ini berguna, jika kebetulan parkir di luar, dan terkena hujan. Lumayanlah, untuk bikin kinclong kembali. :mrgreen:

Terbukti sudah, tidak selamanya benar bahwa pengendara ninin tidak mempunyai tempat untuk menyimpan toolkit. Semuanya kembali ke si empunya. Mau motor keren, tapi minjem kunci L ke bengkel pinggir jalan, atau dengan modal sedikit, bisa tenang jika ada trouble minor di tengah perjalanan. Bayangkan, berhenti di trotoar, samping halte, untuk sekedar mengencangkan body yang bergetar. Kebetulan, di halte tersebut ada beberapa karyawati manis yang cukup terkesima melihat ninin rider yang well-prepared dengan toolkit-nya. Si karyawati pasti berpikir, “Motor keren, perlengkapannya juga manteb. OK banget nih cowok!” :mrgreen: Semoga sharing ini bermanfaat bagi bro n sis semua. (hnr)

Iklan

16 comments on “Woi Ninja250 Rider, Jangan Lupa Bawa Toolkit!

  1. PERTAMAXX
    NR juga selalu bawa toolkit,isinya,kunci busi,obeng kombinasi,tang kecil,cutter,amplas,kunci L,kunci pas-ring kombinasi 10-12,14-17,8-9 untuk jaga2 angin palsu dis brake,dan 1 lagi tubeless repai kit.

  2. “Motor keren, perlengkapannya juga manteb. OK banget nih cowok!”

    ga yakin oom, menurutku:

    “motor keren, kok mogok?”
    hehe :mrgreen:
    *canda lo oom 😆

  3. “Motor keren, perlengkapannya juga manteb. OK banget nih cowok!”

    yang ada:

    “motor keren kok trobel, minjem punya temen ya mas..???”

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s