Ketika Blogger Menggarap Iklan Pakaian :)

Klien: Biji Jeans & Clothing
Model: Ardy Beckham
Konsep: Edo Parasian
Fotografer: Adi Nasum
Agency: BBDO (Bodat, Benny, Dono & riO)
Copywriter: Henry Rusyanto
Pembantu Umum: Arif Nugroho
Keamanan: Benny Rastafara
Lighting: Kang Jamin
Konsumsi: Igfar
Bendahara: Joe
Humas: Maskur
Logistik: Fajar
Make up Artist : Soemarlin
Property: Rial Irama

Workshop Injeksi Yamaha, Boleh Juga…

Kamis (22/12) lalu penulis mendapat undangan dari pabrikan Yamaha untuk menghadiri workshop tentang mesin Injeksi dan teknologinya. Bertempat di sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan, Yamaha mengundang tidak hanya blogger dan wartawan, tapi juga rekan-rekan dari komunitas/klub Yamaha.

foto: bro Ardy

Walaupun datang agak terlambat (dan kehilangan jatah makan malam) penulis melihat langkah Yamaha ini cukup pantas diapresiasi. Acara yang juga didukung oleh media Kompas ini, benar-benar bicara tuntas soal mesin Injeksi. Pertanyaanya, mengapa harus mesin Injeksi yang dibahas? Well bagi yang sering memerhatikan isu-isu industri otomotif, sudah hampir dapat dipastikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, mesin Injeksi akan membanjiri pasar di tanah air. Ini bukan soal gaya atau pamer teknologi, melainkan memang sudah konsekuensi dari kesepakatan Industri yang tertuang dalam standar EURO 3 yang akan diterapkan per Juli 2013. Artinya semua produk otomotif, mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus mengikuti standar tersebut. Salah satu bagian dari standar tersebut adalah penggunaan mesin dengan sistem suplai bahan bakar yang dikontrol dengan Injeksi, bukan lagi Karburator. Dengan Injeksi, dimana ada campur tangan micro komputer, suplai bahan bakar diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan “permintaan” si mesin. Tentunya dengan pertimbangan efisiensi, hasil gas buang, tenaga yang dihasilkan dan lain-lain. Oh ya, nama teknologi injeksinya adalah Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Yamaha mengklaim bahan bakar dapat dihemat hingga 30% jika menggunakan sistem ini. Baca lebih lanjut

“Polisi Tidur” di Jalan Raya Utama, Amankah?

"Polisi Tidur" di Jl. Margonda Raya, Depok

"Polisi Tidur" di Jl. Margonda Raya, Depok

Senin (19/12) dinihari penulis baru saja menghadiri acara syukuran dari bro Jomblo Ati di daerah Parung Serab, Depok. Nah saat melaju santai (60-70 km/jam) dengan Beruang Madu Kutub Barat, teringat diskusi yang sempat menghangat di mailing list RSA (Road Safety Association) perihal adanya “Polisi Tidur” di jalan raya utama Kota Depok ini.

Namun tahukan pembaca yang budiman, bahwa istilah “polisi tidur” itu sebuah adaptasi dari terminologi yang digunakan di luar negeri. Istilah “polisi tidur” (poldur) merupakan pengartian langsung dari “Sleeping Policeman” . Baca lebih lanjut