Akhirnya, Terkena Penyakit Menular Ninja250

Beberapa hari lalu, penulis mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Awalnya penulis hendak mengisi bensin di spbu yang byk menggunakan warna kuning. Nah saat memutar kunci di pintu tangki bensin, ternyata tidak bisa. Seperti ada yang menahan kunci tersebut untuk berputar membuka pintu tanki. Sedikit dipaksa ternyata tidak bisa juga. Akhirnya niat mengisi bbm ditunda, segera menuju tempar parkir. Mencoba membuka lagi, namun pintu tanki tidak juga merespon. Kunci tidak bisa diputar ke posisi “open”. Gawat nih! Pikir penulis.

Penulis sudah banyak mendengar beberapa kasus seperti ini. Bahkan terakhir, rekan blogger dan juga penikmat keju, beruang madu asam manis alias Benny, pernah mengalami patah kunci di bagian yang sama. Berdasarkan itu, penulis pun berhati-hati menangani hal ini. Ada beberapa solusi. Pertama, menggagalkan agenda pertemuan, dengan resiko terkena sumpah serapah rekan kerja lainnya lalu pulang ke rumah untuk selanjutnya membereskan di bengkel. Namun mengingat bbm yang sudah sedikit, ini pun mengandung resiko. Jika bbm tidak cukup, alamat mendorong motor. Kedua, berusaha membuka pintu tangki bensin dengan berbagai cara.  Karena tidak diperbolehkan menggunakan telepon di spbu tersebut, penulis langsung menghubungi bro Benny dari balik kaca minimarket yang tersedia. Untuk area ini, bebas menggunakan telepon seluler.

“Jangan dipaksa. Lu pake gunting, atau benda pipih yang keras. Kalau lu paksa juga, bisa patah tuh kunci!” demikian jawab pria bertubuh tambun itu saat dihubungi via telepon. Sialnya, saat hendak meminjam gunting ke karyawan minimarket, justru tidak tersedia. Tapi karyawan tersebut menawarkan obeng (gawat, bisa dikira maling motor gue :D). Akhirnya penulis pun mencoba lagi. Namun kali ini dengan cara yang berbeda. Penulis memutar kunci sedikit ke arah berlawanan/”closed”, lalu secara perlahan menekan ke arah sebaliknya (membuka). Ternyata ada sedikit gerakan/respon. Kembali penulis lakukan hal ini berkali-kali, hingga akhirnya kunci bisa diputar ke arah “buka”. Awalnya sedikit keras, namun penulis paksa perlahan-lahan hingga akhirnya pintu tanki terbuka. Lega rasanya!

Tanda Panah Menunjukkan Elemen Mekanik Yang Diduga Kurang "licin" untuk bergerak maju/mundur, menjadi penyebab tidak bisa dibukanya pintu tangki bensin.

Setelah berhasil terbuka, penulis menganalisa (tentunya ala blogger). Ternyata ada sedikit hambatan pada mekanisme pembuka pintu tangki tersebut. Penulis pun mengulangi aktivitas mengunci dan membuka pintu tersebut. Dan mekanismenya pun menjadi lancar kembali. Tutup, buka, tutup dan buka lagi, begitu seterusnya penulis lakukan. Sampai akhirnya kembali normal. Bahan bakar pun kembali diisi, perjalanan dilanjutkan.

Dengan kejadian itu, penulis menganalisa bahwa hal itu terjadi karena selama 7 hari redbastard tidak dihidupkan (maklum, sibuk bro :D). akibatnya, mungkin, sekali lagi mungkin, udara dingin masuk ke area akses kunci di pintu tangki dan menyebabkan permukaan yang seharusnya berfungsi sebagai mekanik pembuka menjadi kering dan kurang responsif. Jadilah kejadian yang dialami penulis.

Sejakitu, penulis mengecek redbastard secara berkala, termasuk melakukan aktivitas menutup/membuka pintu tangki bensin. Sejauh ini, langkah tersebut berhasil mencegah kejadian yang sempat membuat pikiran bingung ala ipung tersebut. (hnr)

Iklan

7 comments on “Akhirnya, Terkena Penyakit Menular Ninja250

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s