Kode Ban Motor, Mudah Dipahami dan Berguna

Saat sedang memandangi sepasang BT92 yang belum dipasang, entah kenapa jadi teringat kembali perihal kode-kode yang ada di ban motor. Sekilas tidak penting, tapi ternyata, jika diketahui, kita bisa terbantu baik itu perawatan, handling hingga umur ban itu sendiri. Dan itu tidak sulit. Tidak melibatkan matematika rumit, serta tidak ada guru fisika yang galak. 😀 Elemen  atau angka-angka pada ban tersebut ternyata mengandung informasi yang diperlukan. Mulai dari jenis ban, kapasitas angkut, kecepatan maksimal, umur hingga peruntukkan ban. Bahkan  diberitahukan pula ban yang hanya untuk roda depan, atau juga roda belakang. Izinkan penulis berbagi pengetahuan. Baca lebih lanjut

Mau Pakai Ban Cacing? Monggo bro…

Ranah blogger lagi ramai membahas tentang ban cacing. Apa itu ban cacing? Lalu kenapa semua ribut soal ban cacing? Ukurannya di bawah standar ban yang sudah disediakan untuk tiap-tiap motor. Realitasnya adalah, ban ini awalnya memang digunakan untuk keperluan Drag Race. Bukan, ini bukan drag race ala moge, atau mobil sport. Tetapi, mungkin hanya di Indonesia, atau asia tenggara, ada motor drag race dengan spesifikasi bebek atau matic. Nah ban cacing ini digunakan karena profilnya yang tipis sehingga akan mengurangi unsur hambatan dari ban. Makanya bagi para dragster akan mencari ban setipis mungkin. Walaupun tidak setipis cintaku terhadap dirimu. *halah, galau style*.

Nah, awalnya digunakan di area terbatas, lambat laun, para remaja yang suka BAli alias balap liar ikutan meniru. Tadinya khusus untuk dipakai balapan liar. Tetapi kemudian, entah siapa yang memulai, terjadi trend penggunaaan ban cacing untuk penggunaan harian. Ada berbagai macam argumentasi oleh sang pemilik. “Kan lokasi kerjaan gue deket bang. Cuma 10 menit. Itu juga jalannya pelan-pelan.” ujar seorang pemuda, tetangga penulis, yang menggunakan ban tersebut untuk harian. Tapi toh realitasnya, makin banyak yang menggunakannya untuk perjalanan jauh (di atas 5 kilometer). Nah loh, kok berani? Yah tidak pikir panjang itu namanya. Potensi menyusahkan, bahkan mencelakakan. Baca lebih lanjut