Kapan Ban Harus Diganti? Yuk Pahami Thread Wear Indicator

“Dat, ban gue sudah tipis nih. Harus diganti, atau masih bisa dipakai?” demikian tanya seorang kawan saat mengamati ban motor miliknya. Secara fisik, memang bannya sudah tipis di bagian permukaan. Ban yang sudah tipis bisa menambah resiko kecelakaan. Daya gigit (traksi) berkurang karena semakin tipisnya ban. Otomatis akan mengurangi pula daya pengereman. Resiko slip (motor tetap melaju, walaupun ban sudah berhenti) dapat terjadi. Dan jangan tanya saat tikungan, jika tetap nekat, siap-siap gusrak.com.

Lalu kapan seharusnya mengganti ban? Berdasarkan kasat mata, lama pemakaian, kondisi fisik atau feeling? Untuk yang terakhir, penulis tidak merekomendasikan. Kenapa? Feeling itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya, lu suka sama die, tapi die gak suka sama lu. Nah, mampus kan? (ngelantur dikit bro, biar seru! :D) Beberapa alasan lainnya untuk mengganti ban adalah keinginan mengganti model ban, ban sudah robek/pecah-pecah atau merasakan kurang sreg dengan ban yang digunakan.

1. Segitiga TWI, 2. Wear Bar (klik untuk memperbesar)

Nah, ada satu indikator yang bisa kita gunakan untuk mengetahui kapan saat yang tepat untuk mengganti pacar, eh, maksudnya mengganti ban yang sudah lama digunakan. Kita bisa menggunakan TWI atau Thread Wear Indicator. Bagi yang belum tahu, perlu penulis sampaikan, TWI tidak ada hubungannya sama TKI. Walaupun sama-sama berawalan T dan berakhiran I. Kenapa? Penulis rasa ini tidak perlu dijelaskan. TWI ada di setiap ban. Entah itu mobil, atau motor. Gunanya untuk apa? Yang jelas bukan untuk pemasukan devisa negara bro. Kan tadi sudah dijelaskan, tidak ada hubungannya dengan TKI. TWI ini diwakilkan dalam bentuk segitiga. Biasanya, produsen luar negeri menempatkan segitiga TWI ini di bagian samping ban. Lalu apa visi dan misi dari segitiga tersebut? Mmh, kayaknya terlalu serius kayak Ormas, mending kita sebut fungsi saja. Segitiga TWI menandakan adanya Wear Bar di bagian tapak ban, segaris dengan segitiga TWI tersebut.  Wear Bar ini jelas berbeda dengan Cafe atau bar-bar kelas Coro yang ada di daerah pinggiran. Kita bisa bahas itu nanti bro. 😀 Wear Bar berbentuk tonjolan (jangan ngeres bro, tetap fokus) yang terletak di ceruk/bagian yang tenggelam di ban. Supaya pikirannya gak kemana-mana, monggo dilihat di gambar bawah.

Ban Masih Layak Digunakan, Wear Bar Belum Rata Dengan Permukaan Ban. http://www.sloneservices.com/

Ban Sudah Saatnya Diganti, Wear Bar Sudah Sama Rata Dengan Permukaan Ban. http://www.sloneservices.com/

Wear Bar inilah yang menjadi acuan kapan saatnya kita harus mengganti ban. Jika permukaan ban sudah sama rata dengan Wear Bar, maka bisa dipastikan itulah batas maksimal penggunaan ban. Apapun alasannya, demi keselamatan, ban harus diganti. Nah sekarang monggo diperhatikan bro, ban di motor, permukaan ban sudah mendekati Wear Bar gak? Disimak motor masing-masing. Jangan motor tetangga, apalagi istri tetangga, bisa berabe.(hnr)

Iklan

14 comments on “Kapan Ban Harus Diganti? Yuk Pahami Thread Wear Indicator

    • @raya, terminologi yg penulis dapatkan demikian. Monggo dicek di mbah google. Mungkin ada terminologi yg lain. Ndak masalah. Yang penting, bukan Pregnancy Indicator 😀

    • @surel, ya elahhh…. tinggal baca aje belagu banget. nih tulisan informatif. gak usah sok tahu lah… udah tahu gak penting, kenapa dibaca? bego bener ….

  1. Baru tahu kalo ban memiliki indikator keausan. Yg bisa dilihat adalah kalo ban udah botak, baru diganti. Makasih sharing infonya.

  2. Nice info, Om Bodats.
    Kebetulan saya baru ada rencana ganti ban Road Winner, yg kalo saya rasakan udah gak enak dipake.
    Baru tahu kalo ada indicatornya.
    Nuwun

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s