Berkendara dan Melepas Helm Menuju Tempat Parkir? Sembrono!

foto: edo

foto: edo

“Maaf pak, mohon helmnya dilepas.” ujar seorang petugas keamanan saat penulis hendak menghadiri undangan Blogger yang diadakan di hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (7/2) kemarin. Tentu saja penulis berasumsi helm dilepas sejenak, lalu dikenakan kembali. Protokoler yang standar di hotel-hotel berbintang 4 ke atas. Tetapi asumsi penulis salah besar. Ternyata, penulis diminta untuk melepas helm dari pintu masuk hingga ke tempat parkir yang berada di 2 lantai bawah tanah.

“Kok dilepas pak?” tanya penulis.

“Sudah protokolernya demikian pak. Pengendara motor yang lain juga begitu.” jawab sang petugas. Namun penulis tetap bersikukuh bahwa hal ini tidak benar. Dan karena si petugas tetap pada pendiriannya, penulis pun terpaksa melakukan protes.

“Begini loh pak. Ini protokoler yang kurang tepat. Bapak tahu tidak, kalau helm itu gunanya untuk melindungi bagian kepala yang sangat vital? Dan harap diingat, kecelakaan itu tidak mengenal jarak. Kalau saya terjatuh saat menuju tempat parkir bagaimana? Siapa yang mau tanggungjawab? Anda? Kalau disuruh melepas helm, saya tidak mau. Saya sayang kepala.” Ujar penulis tegas, namun dengan nada bicara sesopan mungkin. Baca lebih lanjut