Snapshot Side Rack Motorcycle

Side Rack Motorcycle

Side Rack Motorcycle

Foto ini diambil penulis beberapa waktu lalu, saat hujan mengguyur Jakarta di malam hari. Hujan yang terlalu deras, dan tidak ada kepentingan yang mendesak, maka penulis terpaksa berteduh di bawah kolong jembatan tol cawang. Saat itu hanya beberapa pengendara motor yang berteduh. Maklum, waktu sudah menunjukkan pukul 22.00.

Saat sedang berteduh itulah, motor dengan “side rack” ini menyita perhatian penulis. Gila. Itulah kata-kata yang bisa diberikan. Motor bebek ini membawa yang tampaknya seperti rak sepatu dari plastik. Diikat di bagian kiri dan kanan belakang, jelas sekali bakal memengaruhi keseimbangan berkendara. Dan kemungkinan besar menghalangi sudut pandang dari spion. Dari situ saja, 2 faktor penting berkendara sudah terdegradasi alias kompromi.

Jika dipikirkan secara jujur, pastinya hal ini lebih efisien ketimbang harus sewa taksi atau angkot. Tapi tidak dipungkiri pula, resiko kecelakaan meningkat seiring dengan diabaikannya dua faktor di atas tadi. Sialnya, kecelakaan di jalan raya kerap melibatkan orang lain. Hal ini tak lepas pula dari buruknya transportasi publik & payahnya penerapan hukum di jalan. Miris. Semoga si bapak selamat tiba di tujuan.(Hnr)

Impor Moge, Ada Enaknya, Ada Susahnya

Moge, singkatan dari motor gede, sebutan bagi sepeda motor yang mempunyai dimensi bentuk lebih besar dari sepeda motor harian yang kerap terlihat di jalan raya. Kapasitas mesinnya pun minimum 600-800cc. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, serta Jogja, motor-motor ini kerap terlihat berseliweran di akhir pekan. Lalu dimanakah moge ini bisa dibeli, bagaimana prosesnya, dan bagaimana karakter konsumennya? Berikut cuplikan obrolan sederhana dengan seorang pengimpor moge legal. Karena yang bersangkutan keberatan namanya ditulis, sebut saja “Bunga”. 😛

Bunga mengatakan bahwa dia masih importir kecil, Baca lebih lanjut

Akhirnya, Bertemu Dengan MV Agusta F3

Antusiasme pengguna motor gede alias moge tampaknya semakin pesat seiring dengan perkembangan ekonomi yang konon nambahnya 6 persen. Mungkin dengan alasan itu pula, PT. Moto Arte Indonesia (MAI) yang menjadi agen tunggal pemegang merk (ATPM) MV (Meccanica Verghera) Agusta Indonesia mengadakan soft launching di Senayan City, Rabu (21/12) kemarin. Dalam acara tersebut, MAI memerkenalkan beberapa produk andalan yang siap dipasarkan di Indonesia yaitu: F4 RR, Brutale dan salah satu motor “terseksi” sedunia yang mendapat penghargaan di EICMA 2012, F3 675.

Ranah dunia otomotif dan blogger pastinya sudah banyak yang membicarakan launching MV Agusta tersebut. Namun izinkan penulis membahas hanya pada satu tipe saja, yaitu F3. Bukan karena tidak suka dengan tipe lainnya yaitu F4 RR dan Brutale, tapi karena F3 merupakan produk yang menjadi icon Eicma 2010 silam, maka layak mendapat perhatian khusus, paling tidak bagi penulis yang ngidam berat. Baca lebih lanjut