Nih Dia Penyebab Kantuk Saat Berkendara

dr. Andreas Prasadja berbicara tentang penyebab mengantuk saat berkendara.

dr. Andreas Prasadja berbicara tentang penyebab mengantuk saat berkendara.

Senin (29/7) sore, Bridge function Aston Rasuna menjadi tempat diskusi para penggiat keselamatan berkendara. IBC (Independent Bikers Community), komunitas sepeda motor yang isinya para pekerja media, menyelanggarakan diskusi dengan tema yang menari: “Mengantuk itu Bahaya”.

Tidak kurang dari Sekjen AISI, Hari Sasono, Chairman IBC Edo Rusyanto, Dokter “Tidur”  Andreas Prasadja serta Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP (Pol) Irvan Prawira Satyaputra turut sumbang pemikiran. Dari komunitas, ada KHCC (karisma honda cyber community), kopdar pengicau, Kulo Biker Sanes Gangster (KBSG), serta perwakilan dari RSA (Road Safety Association) dan beberapa komunitas lainnya.

“Dok, bagaimana caranya mencegah mengantuk?” tanya om Edo Rusyanto. Andreas Prasadja, menjawab, “Sederhana, tidur yang cukup.” Jawaban Dokter yang gemar bersepeda itu sontak mengundang tawa ringan. Namun Andreas melanjutkan. “Kita harus membedakan antara mengantuk dan Kelelahan. Fatigue atau kelelahan artinya tubuh butuh waktu untuk istirahat sejenak. Belum tentu harus tidur. Baca lebih lanjut

Iklan

TVZ DAZZ, Better Late Then Never

TVS Dazz. Pendatang Baru di Dunia Skutik

TVS Dazz. Pendatang Baru di Dunia Skutik

Skutik. Generasi motor yang awalnya dianggap banci ini, kini menjadi primadona penjualan ATPM di Indonesia. Buktinya, berdasarkan catatan eyang Edo Rusyanto, Skutik mendominasi penjualan di tanah air dengan total penjualan nyaris 60% atau sekitar 5 jutaan unit. Jelas ini mendorong para pemain baru, seperti TVS untuk mencicipi kue kecil yang manis itu.

“Kita tidak muluk-muluk. Bisa 1% dari total penjualan matik secara keseluruhan di Indonesia saja sudah bagus. Ini baru produk pertama kita untuk motor skutik, makanya kita tetap fokus pada pangsa pasar yang selama ini sudah setia dengan merk TVS.” Ujar Herry “Dragon” sang Chief Marketing Officer TVS Indonesia, pada acara Bloggers Gathering kemarin (Rabu, 23/7) di pabrik TVS, Karawan, Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, Anand Krisnan, CEO TVS Indonesia mengatakan, Baca lebih lanjut

Pentingnya Penegakan Hukum di Jalan Raya

foto: Blog Edo Rusyanto

Setiap hari, para pengendara roda dua, roda empat, pengemudi angkutan umum dan juga pengguna jalan lain semakin sulit untuk semakin toleransi terhadap siapapun yang berada di jalan raya. Berhenti tanpa menggunakan lampu sein, memutar balik di area yang tidak semestinya, berhenti melewati garis putih hingga menaiki trotoar tanpa merasa bersalah. Kini, semua itu menjadi hal yang “normal.”

“Kenormalan” tersebut diperparah pula dengan tingkah laku yang melawan logika. Ketika macet, segerombolan pengemudi motor melawan arus jalur sebelahnya. Salah satu mobil yang berada di jalur tersebut, nyaris menabrak salah satu pemotor. Namun apa yang terjadi, sang pemotor malah menghardik si pengemudi mobil. Coba ditanyakan, siapa yang salah? Siapa yang seharusnya merasa berhak terancam? Lain lagi saat seorang pengemudi mobil tidak sabar menunggu lampu pengatur lalu lintas menunjukkan warna hijau. Tak ayal, sang pengemudi membunyikan klakson ke motor/mobil di depannya karena melihat kendaraan yang lain sudah berjalan lebih dahulu. Padahal, Baca lebih lanjut