Pentingnya Penegakan Hukum di Jalan Raya

foto: Blog Edo Rusyanto

Setiap hari, para pengendara roda dua, roda empat, pengemudi angkutan umum dan juga pengguna jalan lain semakin sulit untuk semakin toleransi terhadap siapapun yang berada di jalan raya. Berhenti tanpa menggunakan lampu sein, memutar balik di area yang tidak semestinya, berhenti melewati garis putih hingga menaiki trotoar tanpa merasa bersalah. Kini, semua itu menjadi hal yang “normal.”

“Kenormalan” tersebut diperparah pula dengan tingkah laku yang melawan logika. Ketika macet, segerombolan pengemudi motor melawan arus jalur sebelahnya. Salah satu mobil yang berada di jalur tersebut, nyaris menabrak salah satu pemotor. Namun apa yang terjadi, sang pemotor malah menghardik si pengemudi mobil. Coba ditanyakan, siapa yang salah? Siapa yang seharusnya merasa berhak terancam? Lain lagi saat seorang pengemudi mobil tidak sabar menunggu lampu pengatur lalu lintas menunjukkan warna hijau. Tak ayal, sang pengemudi membunyikan klakson ke motor/mobil di depannya karena melihat kendaraan yang lain sudah berjalan lebih dahulu. Padahal, jika terjadi kecelakaan karena melanggar lampu pengatur lalu lintas, pastinya sang pengemudi mobil enggan disalahkan.

Fenomena ini dipicu oleh banyak hal. Mulai dari regulasi penerbitan SIM (surat izin mengemudi) yang -sudah menjadi rahasia umum- bisa diakali, hingga kebijakan pemerintah yang lebih pro-industri ketimbang merekayasa transportasi publik secara sistematis. Dan yang paling penting, adalah lemahnya penegakan hukum di jalan raya. Padahal, inilah tulang punggung untuk menekan kecelakaan. Karena faktanya, kecelakaan lalu lintas kerap diawali dengan pelanggaran lalu lintas.

Penegakan hukum menjadi penting, karena selain menunjukkan kedaulatan negara di jalan raya, di situ ada 2 unsur psikologis yang tidak bisa diabaikan, yaitu punishment & reward, atau imbalan dan hukuman. Menilang seorang pengemudi yang melewati garis putih atau melawan arus lalu lintas, sama halnya dengan memberikan efek jera terhadap si pelanggar. Dengan begitu, dia dan juga pengguna jalan yang melihat pelanggaran itu, sadar bahwa mereka bisa dikenai tilang/denda administratif saat melakukan pelanggaran. Namun yang juga penting, penilangan kepada pelanggar lalu lintas adalah bentuk apresiasi petugas/penegak hukum di jalan raya kepada mereka yang tertib. Artinya, mereka yang sudah mematuhi aturan dan tata tertib berkendara, merasa jerih payahnya untuk mentaati peraturan sudah dihargai oleh petugas kepolisian. Dengan demikian, mereka tidak kapok untuk tetap berusaha tertib. Namun sebaliknya, jika penegakan hukum lemah, maka pengendara yang tertib akan merasa apa yang mereka lakukan tiada guna. Toh para pelanggar didiamkan saja. Dan perlahan namun pasti, mereka yang tadinya tertib, akan bergabung dengan yang tidak tertib.(hnr)

Iklan

5 comments on “Pentingnya Penegakan Hukum di Jalan Raya

  1. betul gan.
    ane dah capek tertib
    habisnya polisinya diam aje pas ngeliat orang gak tertib
    percuma tertib gan…

  2. Yg sudah pasti tingkat pelanggaran tertinggi pasti BIKERS drpd DRIVERS dan DRIVERS pasti bs mengendarai mobil dgn tertib rapi dan sopan lalu BIKERS gak akan mungkin mau melakukan hal yg sama spt DRIVERS krn BIKERS lebih menonjolkan sisi EGOIS dan AROGAN dijalan semua itu dikarenakan faktor FINANCIAL dan KECEMBURUAN SOSIAL.
    Hal itu bisa anda para BIKERS saksikan sendiri bgm bedanya perilaku antara BIKERS dan DRIVERS saat dijalan, ini bukti nyata 🙂

  3. @ kurniawan…..percuma ngomongin tertib ama bikers,gk ngaruh.tau ndiri para bikers dijalan kaga punya otak.msh mendingan sopir angkot deh masih bs tertib.gini aje deh buat brow bodat & para bikers,skr ane tanya,dimane ada biker yg bs tertib ky driver?

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s