Yuk, Hitung Sisa Jarak Tempuh Saat Indikator Bahan Bakar di Posisi “E”

X-Ride Test Fuel1Setelah menemukan bahwa konsumsi bahan bakar selama turing ke sawarna adalah 1:46, dimana tiap liternya mampu menempuh jarak 46 kilometer, maka ada satu hal lagi yang bikin penulis agak penasaran. Karena masih menggunakan jarum penunjuk kondisi bahan bakar yang manual alias analog, maka ada tanda tanya, jika menunjuk pada posisi E, berapa sisa jarak yang bisa ditempuh oleh X-Ride?

Selasa (20/8) lalu, penulis memutuskan untuk mencoba hal tersebut. Kebetulan jarum penunjuk bahan bakar sudah berada di posisi E. Dan saat menuju ke spbu Shell di Bekasi Barat, tepat di depan SPBU tersebut, X-Ride langsung ngadat. Right on time! 😀 Dalam kondisi kosong bahan bakar tersebut,  X-Ride diisi dengan Shell Super sebanyak 1,04 liter alias ceban alias sepuluh ribu rupiah. Posisi odometer dicatat dan didokumentasikan. Foto yang diambil penulis bisa dicek metadatanya, yaitu data yang menunjukkan kapan foto diambil. Setelah itu, X-Ride dibawa beraktivitas.

Jalur yang dilalui penulis adalah masih seputaran pinggiran Jakarta Timur dan sekitarnya. Bekasi-Bintara-Cakung-Kranji-Bekasi, lalu dilanjut dengan Bekasi-Kalimalang-Cawang-Dewi Sartika. Nah, saat di jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, X-Ride mulai menunjukkan gejala ngadat. Karena sudah berkendara di posisi kiri, maka X-Ride tidak mengundang bahaya saat berhenti. Jarum odometer dicek, dan didokumentasikan. Namun apa mau dikata, saat hendak diisi ulang dengan botol air mineral yang sudah diisi 1 liter shell sebaga cadangan, justru sang botol tak turut serta. Cem mana pula nih! *tepok jidat* Tapi untungnya, posisi berhenti tidak jauh dari SPBU Pertamina. Tinggal menyeberang jalan, dan X-Ride bisa diisi ulang. :mrgreen:

Bahan bakar habis :D

Bahan bakar habis 😀

Ok, mari kita cermati. Jika melihat angka awal posisi diisi 1.05 liter Shell Super, posisi odometer ada di 892.9. Nah saat mengalami kehabisan bahan bakar, Odometer X-Ride yang berada di Dewi Sartika, Cawang , Jakarta Timur, menunjukkan angka 933.1. Artinya, X-Ride telah menempuh jarak 40,2 kilometer. Selama 40,2 kilometer ini pula, jarum indikator bahan bakar berada di garis “E”. Lalu lintas yang dilalui cukup normal, stop n go ala Jakarta tanpa menemui kemacetan parah. Sementara itu, dengan tinggi badan 177 cm serta berat badan 90 kg (silahkan jika tidak percaya :D), penulis mengendarai X-Ride dengan kecepatan 40-50 kpj.

Dengan perhitungan yang sederhana, maka didapat 2 kesimpulan. Pertama, jika hanya mengisi tangki bensin 1,04 liter Shell Super, dari kapasitas 4,8 liter maka jarum indikator bahan bakar akan berhenti di posisi E. Kedua, jika jarum indikator bahan bakar berada di posisi “E”, maka, kemungkinan X-Ride masih bisa menempuh jarak 40,2 kilometer. Lumayan jauh untuk ukuran commuter yang sering wara-wiri di Jakarta dan sekitarnya. Walaupun demikian, penulis tetap menganjurkan, begitu jarum indikator mendekati posisi E, langsung mencari SPBU terdekat. Jarak tempuh saat kondisi tersebut, penulis anjurkan menggunakan asumsi 15-20 kilometer.

Mengetahui konsumsi bahan bakar terkesan sepele. Namun, dengan mengetahui estimasi konsumsi bahan bakar kendaraan, terutama saat ke luar kota, bisa membantu kita memutuskan kapan tepatnya mengisi ulang bahan bakar. Demikian sharing ini, semoga berguna.(hnr)

Iklan

7 comments on “Yuk, Hitung Sisa Jarak Tempuh Saat Indikator Bahan Bakar di Posisi “E”

  1. Kalo Saya biar gampang… Berangkat full, sampai tujuan isi full lagi. Udah deh hitung jarak tempuh / liter pembelian 😀

  2. Kalau di Libertyku beda masbro. Sebelum tanda E sudah terdapat garis2 merah, pada saat jarus sudah menyentuh garis merah pertama, bbm indicator mulai menyala. Aku sempat panik pertama kali, cepet2 nyari pompa bensin trus langsung ini penuh. Ternyata hanya perlu 4 liter, padahal kapasitas tangki 7 liter. Rupanya saat garis merah pertama itu masih ada 3 liter di dalam tangki, tp indicator sudah menyala utk memperingatkan kita supaya isi bbm. Reserve nya sampai 3 liter.

  3. WoW… Iya klo aku juga isi penuh terus… Klo buat cari jarak tempuh paling aman saat kritis (indikator E) emang bener sesuai Penulis… Cuma perlu dibuktikan lagi masalah Style Riding nya sesuai dengan biasanya ataw tidak (sperti saat tanki kondisi F)…

    Soalnya aku pernah kecolongan juga kehabisan bahan bakar disaat ga ada tukang bengsin… Saat kondisi F, perkiraan jarak tempuh antara 57-63 Km/L :
    – Supra X 125 tanki 3,7L…
    – Rata2 pengisian pada jarak 200km…
    – Saat isi ulang rata2 ngisi 3,2L sampe 3,5L…
    – Kondisi terburuk 55 Km/L…
    – Pernah kejadian baru menempuh jarak 190-195km ternyata motor minta minum…
    – Pernah juga pada jarak tempuh 210-215Km baru isi ulang skitar 3,5L-3,6L…

    Dari kejadian itu aku dapat stidaknya 2 kesimpulan tambahan yg mempengaruhi (dari kriteria yg dibahas penulis) :
    – Suhu (Hujan / Kemarau termasuk suhu mesin)
    – Pemakaian hari2 sebelumnya (Jarang / Normal / Sering)
    – Apalagi ya aku lupa…

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s