10 Detik Bersama Lin Jarvis di Gedung Balai Kota Jakarta :)

Jokowi, Rossi & Lorenzo

Jokowi, Rossi & Lorenzo

Jumat (17/1) pagi tadi, saya yang awalnya ragu menghadiri undangan “sarapan” dengan Rossi & Lorenzo karena hujan terlalu lebat dan terhambat macet dimana-mana akibat hujan dan banjir, akhirnya menyusul rombongan media yang sudah berada di Balai Kota alias kantor Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.

Nah, tiba di sana, ternyata banyak kru media yang sudah menunggu. Tapi apa daya, Lorenzo dan Jokowi sarapan terlebih dahulu. Sementara, Rossi belum menampakkan mukanya. “Rossi baru tiba di sekitar Semanggi, harap bersabar.” Demikian pengumuman staf Jokowi. Dan makin ramailah perbincangan awak media. Sementara saya, karena blogger, yah nothing to lose lah. Baca lebih lanjut

Sudah Mengaku Salah, Kok Tidak Ditilang?

Salah satu ruas jalan di Kalimalang dengan rambu larangan memutar balik.

Salah satu ruas jalan di Kalimalang dengan rambu larangan memutar balik.

Okay, ini ada kejadian menarik yang saya alami Senin (16/12) malam. Malam itu, rencananya hendak menikmati secangkir kopi dengan rekan dari KHCC, bro Windu alias Papoy. Sekedar mengobrol, melepas penat setelah seharian beraktivitas. Di salah satu ruas jalan daerah Kalimalang, Jakarta Timur, saya hendak memutar balik, tetapi saya tidak melihat rambu larangan memutar balik alias u-turn. “Oi, jangan mutar balik,” selintas saya dengar suara pengendara di belakang mencoba untuk memeringatkan. Tapi apa daya, motor sudah dalam posisi berbelok. Dan si petugas pun sudah siap menghadang di depan. Saya pun menepi.

“Silahkan parkir di sini mas,” ujar sang petugas polisi meminta saya memarkir di atas trotoar.

“Maaf, pak. Ini kan trotoar,” jawab saya.

Petugas polisi tersebut sempat kelihatan canggung. Lalu berkata, “Oh ya sudah, boleh juga di situ,” ujarnya merujuk posisi di pinggir jalan. Jujur, saya agak malu juga kurang waspada melihat rambu lalu lintas. Entah karena sudah lelah, entah karena sudah malam. Tapi ya sudahlah, harus siap ditilang. Wong bikin kesalahan kok. Demikian pikir saya dalam hati.

Nah, saat itu, Baca lebih lanjut