Ternyata, masih ada angkutan umum yang tertib

angkot1

ilustrasi angkutan umum

“Bang, berhenti bang.” Ujar seorang ibu yang membawa belanjaan.

“Ya bu, sabar yah. Sudah ijo nih lampunya. Nanti di depan dikit yah.” Jawab sang supir angkot.

“Ya ampun si abang, saya jauh kalo di sana (seberang persimpangan).”

“Yah, jangan di sini bu. Sudah ijo tuh.”

“Sudah! Di sini ajalah bang. Biasa juga turun di sini kok.”

Dialog ini terjadi di depan saya saat menumpang angkot (Mikrolet) jurusan Kampung Melayu-Bekasi beberapa hari lalu. Saat itu, sore hari, lampu pengatur lalu lintas menunjukkan warna hijau. Artinya, giliran Mikrolet yang saya tumpangi untuk berjalan. Tetapi sang ibu, Baca lebih lanjut