Review Ringkas: Yamaha Xeon GT125

Yamaha Xeon GT125Kali ini penulis hendak melakukan Review Ringkas skutik terbaru Yamaha, Xeon GT125. Karena sifatnya ringkas, jadi pendek saja yah, dibagi beberapa bagian. 😀

Data teknis:
Yamaha Xeon GT125 Standar
berat badan pengendara 90 kg
tinggi badan pengendara 175-176cm

#1 Konsumsi BBM Yamaha Xeon GT125
Touring ke luar kota.
Yamaha Xeon GT125 penulis gunakan ke Cirebon untuk melakukan perjalanan santai. Berangkat via Jalur tengah Jawa Barat, pulang via Pantura. Titik keberangkatan adalah Bekasi. Sayangnya, di spbu luar Bekasi, tidak ada struk atau tanda terima pengisian bbm. Penulis tidak sempat melakukan dokumentasi. Namun saat perjalanan pulang, penulis sempat mendokumentasikan sebagai berikut.

Bensin Full dari Kota Cirebon

Bensin Full dari Kota Cirebon

Isi ulang di Blanakan

Isi ulang di Blanakan

Penulis melakukan pengisian penuh di Cirebon saat odometer menunjukkan angka 802,3 dan melakukan pengisian ulang di daerah Pantura, tepatnya di Blanakan, odometer menunjukkan angka 933 dan pengisian 2, 79 liter (tetep gak ada struknya 😦 ). Jarak tempuhnya adalah 130 kilometer. Dengan begitu konsumsi bahan bakarnya adalah (130/2,79) = 46,8. Artinya, untuk tiap 1 liter bensin perjalanan ke luar kota, Yamaha Xeon GT125 mampu menempuh 46,8 kilometer.

Penggunaan harian, non-eco riding. Untuk di dalam kota, penulis melalui lalu lintas “normal”nya Jakarta. Kondisi stop n go. Terkadang harus melewati jalan berlubang atau sesekali menghindari banjir yang lumayan tinggi. Kecepatan pun bervariatif. Kadang hanya 30-40 kpj, tapi bisa juga dibejek sampai 80-90 kpj. Untuk konsumsi di dalam kota, penulis menggunakan bahan bakar premium. Karena beberapa spbu tidak ada bukti/struk pengisian bbm, terpaksa dokumentasi dilakukan dengan kamera ponsel sambil mengaktifkan fitur Geo Tagging. Silahkan dicek metadatanya untuk mengetahui tanggal dan lokasi pengambilan. Hal yang sama juga dilakukan untuk luar kota.

Bensin full di Bekasi. (gak ada struk :( )

Bensin full di Bekasi. (gak ada struk)

Isi ulang, horee ada struk. :D

Isi ulang, horee ada struk. 😀

Saat penggunaan harian di dalam kota Jakarta dan sekitarnya, penulis mengisi penuh bahan bakar (3.8 liter) saat odometer menunjukkan angka 1066,4. Penulis kembali melakukan pengisian ulang bahan bakar sebanyak 1,48 liter saat odometer menunjukkan angka 1121,5. Dari data tersebut diketahui jarak tempuh adalah 55 kilometer. Maka jika 55 / 1,4 = 37,2, didapatkan  konsumsi bbm untuk harian adalah 37,2 kilometer untuk setiap liternya. Boros? Subyektif lah. Bagi penulis, dengan kondisi lalin Jakarta, ini cukup ekonomis. Apalagi mengingat ini skutik dengan kapasitas 125cc.

#2 Ergonomi Berkendara
Dengan tinggi 175-177 cm (lupa kapan terakhir ngukur), penulis tidak mengalami fenomena dengkul mentok. Mungkin ini disebabkan ruang tengah yang luas untuk kaki dan juga barang bawaan. Dengan begitu, posisi berkendara bisa diatur sefleksibel mungkin.

#4 Speed
Karena bukan speed freak, hanya sempat mencoba hingga 110 kpj di Karawang Ring Road.  Itu pun berhenti setelah ada bisikan maut di telinga. 😀

#5 Fitur
Side stand switch yang ketika diaktifkan akan mematikan mesin, sungguh membantu saat berhenti sejenak. Tapi wajib diingat, jangan lupa memutar kunci ke posisi off jika berhenti untuk waktu yang lama karena walaupun mesin mati, kelistrikan masih menyala. Oh ya, bagasi yang cukup luas juga bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menyimpan toolbox, jas hujan hingga sarung tangan bahkan kaos cadangan. Open face helmet muat di bagasi ini.

Yamaha Xeon GT125_bagasi

#6 Akselerasi
Yamaha Xeon GT125 mempunyai tarikan menengah ke atas yang mantab. Saat tarikan awal, memang terkesan kurang responsif. Tetapi begitu gas diputar lebih dalam, akselerasi langsung meningkat drastis.

Catatan
Bagi penulis yang masuk kategori bunciters, ban depan Yamaha Xeon GT125 yang berukuran 70/90 dengan velg 14 inch masih belum mumpuni. Padahal pesaing Yamaha Xeon GT125, Vario 125 mempunya ban standar 80/90  di depan, dan 90/90 di belakang. Mungkin jika itu diaplikasikan, penulis bisa lebih pede melibas tikungan. 😀

Yamaha Xeon GT125_Ban Depan

Andai saja ukuran ban depan lebih besar, makin gagah kelihatannya.

Indikator bensin Yamaha Xeon GT125 masih analog. Alangkah mantabnya jika dijadikan digital. Bisa lebih keren lagi tampang dashboardnya. Tak lupa jarum penunjuk kecepatan yang bisa dibilang tipis sekali. Terkadang untuk melihatnya, penulis harus berkali-kali mengecek.(hnr)

Iklan

4 comments on “Review Ringkas: Yamaha Xeon GT125

  1. ஐﻬ Tgl 1 Mei 2014 pukul 12.30, saya ke Dealer Yamaha di seputaran Jak-Sel.. niat sebenernya sih hanya utk melihat² motor XEON [belinya minggu depan aja]..
    ♣ Ehhh tau² kepincut dng Body GT125 Eagle Eye, tanpa pikir panjang saya langsung Order.. dan total hanya 4 jam sejak saya ke Dealer dan Motor sdh dianter kerumah saya, dan langsung meluncur ke POM Bensin utk isi PERTAMAX PLUS [krna kompresinya 10,9 : 1] dan terbukti Akselerasi dan Tarikannya sangat responsif

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s