Sejenak Mencicipi Yamaha R15

My beautiful pictureTadi malam (24/4) Yamaha R15 resmi diluncurkan. Nah izinkan penulis berbagi pengalaman mencoba motor sport terbaru Yamaha tersebut. Uji coba berkendara ini sebenarnya sudah dilakukan penulis sebelum peluncuran, namun karena satu dan lain hal, tidak bisa dipublikasikan sebelum peluncuran resminya. :mrgreen:

Yamaha R15Dari sisi desain, jujur saja, Yamaha R15 menawarkan hal yang baru. Motor sport full fairing ini memang sudah lama diidamkan oleh konsumen loyal Yamaha. Jika dilihat dari samping, fairingnya memberikan kesan “berisi” dan Yamaha R15 tampak gagah. Boleh lah, cukup keren.

My beautiful pictureKarena dari sisi mesin tetap menggunakan SOHC maka suaranya biasa saja. Soal top speed, penulis sempat menyentuh angk 120 kpj. Konsumsi bahan bakar, yah biarlah rekan-rekan media otomotif yang lebih kompeten mengujinya. Dan karena yang penulis coba adalah unit dengan knalpot standar, yah tidak ada penambahan performa.

Beberapa hal yang agak “nyangkut” di mata penulis adalah soal desain lampu sein. Kenapa tidak menggunakan LED dan menempel di bagian body samping depan? Atau memilih desain lampu sein yang lebih kecil dan apik dengan daya pancar sinar yang tidak kalah terang? Tapi mungkin pihak Yamaha sudah memertimbangkan banyak hal. Walaupun sekilas desain lampunya mirip yang tertempel pada Vixion Lighting.My beautiful picture

Bagaimana dengan ergonomi berkendara? Nah ini yang menarik. Rupanya dengan tinggi badan 175cm, penulis merasakan gejala pegal lebih cepat dari perkiraan. Sepertinya Yamaha R15 lebih cocok untuk pengguna dengan tinggi badan 155-160cm untuk mendapatkan efek maksimal ergonomi berkendara.

Demikian kesan singkat penulis mencicipi Yamaha R15 yang baru saja diluncurkan tadi malam. Untuk lebih detailnya, yah silahkan tanyakan kepada Komeng yang bergoyang. :p

Iklan

8 comments on “Sejenak Mencicipi Yamaha R15

  1. Soal desain lampu sein, semalem dikonfirmasi katanya karena regulasi. sama kayak posisi penempatan nomor polisi yang ‘gak banget’, itu juga karena mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s