Pakai Sparepart Asli Malah Bermasalah?

IMG_20160107_140756“Mas, kampas remnya sudah tipis nih. Ada baiknya diganti”, ujar Mul, mekanik bengkel langganan bunciters di bilangan Klender, Jakarta Timur. Kampas rem depan blackbastard akhirnya diganti dengan suku cadang AHM (astra honda motor). Saat itu, sekitar bulan Juli 2015, sebelum keberangkatan saya ke Dieng bersama tim Bunciters. Di saat yang bersamaan, Mul sebenarnya juga menyarankan untuk mengganti disc brake bagian depan. Yah alasannya sama, sudah tipis. Untuk hal ini saya sepakat karena memang sudah 4 tahun cakram depan belum diganti. Namun karena saat itu Baca lebih lanjut

Telat Sedikit, Mata Bisa “sipit”

IMG_20160106_204125

Pagi ini, saat sedang berkendara, saya tidak pernah mengira bakal mengalami kejadian “near missed”, sebuah istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan kejadian yang nyaris terjadi, biasanya akrab dengan kecelakaan di jalan raya.

Saat mulai mengendarai blackbastard keluar dari sebuah komplek perumahan di bilangan Tambun, Bekasi, helm modular belum sempat saya tutup sepenuhnya. Bagi yang belum familiar, helm flip up atau modular ada jenis helm yang multifungsi; bagian depannya bisa dibuka sehingga menyerupai tipe open face atau ditutup sepenuhnya sehingga menyerupai helm full face. Beberapa saat menjelang jalan raya kalimalang, saya langsung menutup bagian depan helm tersebut. Lalu, tanpa peringatan apapun, tiba-tiba saja, “Pletak!”, sebuah benda, Baca lebih lanjut

Gelap Euy!

Blog Kalimalang_4Selasa (4/10) malam lalu, saya melalui jalan raya kalimalang. Tak disangka, saya mengalami kendala seperti yang kerap dibicarakan oleh beberapa teman. Bagi yang belum tahu, jalan raya Kalimalang adalah salah satu jalan propinsi yang menghubungkan Jakarta dengan kota pendukungnya; Bekasi, Cikarang, Cibitung dan sekitarnya. Dari sini pula, setiap hari, ribuan commuter pengguna angkutan umum dan sepeda motor mengakses ibu kota untuk mencari nafkah. Baik pengguna motor, mobil pribadi hingga kendaraan umum. Dan, saat ini jalan raya tersebut tidak pernah benar-benar sepi. 24 jam sehari, terjadi pergerakan kendaraan dari dan ke Jakarta.

Saat tulisan ini diturunkan, sedang dilakukan pembangunan jalan layang di sisi kiri (jika dari arah Bekasi) jalan raya tersebut. Ada yang bilang, ini adalah proyek jalan tol Becakayu (Bekasi, Cawang – Kampung Melayu), namun ada juga yang bilang jalur Transjakarta. Entah mana yang benar, karena tidak ada satu pun papan pengumuman yang bisa menjelaskan, proyek apa sebenarnya yang tengah dikerjakan.

Seperti yang bisa dilihat di gambar, Baca lebih lanjut

Menerabas Kemacetan Dengan Friction Zone

Blog_Brebes, pukul 2 sore, pertengahan 2012 lalu. Matahari memberikan sinarnya yang maha terik. Saya yang tengah menempuh kecepatan 70-80 km/jam, langsung mengurangi kecepatan saat melihat antrian kendaraan di depan. Ratusan kendaraan berjejer rapi bagaikan mobil di tempat parkiran. Mulai dari minibus, sedan, truk trailer hingga bis antar kota, para “penghuni tetap” jalur pantura. Kali ini, saya tertinggal OBIwan yang sudah terlebih dahulu menuju Semarang.

“Ayo pak ikut saya, lewat kanan saja, ada jalur!” ujar seorang tukang ojek meminta saya untuk mengikutinya. Saya pun mengikutinya. Baginya, yang mengendarai motor bebek, sungguh mudah menyelip diantara truk dan bus serta kendaraan lainnya yang tengah berhenti. Tetapi tidak bagi saya, yang kebetulan sedang menunggang redbastard, julukan saya untuk si merah kawasaki Ninja250R. Body yang lebar, disertai spion yang lebar pula, membuat saya harus melakukan perhitungan super cepat namun tepat di sela-sela kendaraan besar ini. Setelah saya ikut si pengojek tersebut, ternyata, ia justru melawan arus, dengan berkendara di sisi lajur yang lain. Sungguh saya hanya bisa menggelengkan kepala. Melakukan kontra flow di luar kota, saat jalanan sedang macet? bad idea.
Baca lebih lanjut

Susahnya Memeroleh SIM

foto: apex motorcycle training, UK.

foto: apex motorcycle training, UK.

“Susah bang. Gue udah tiga kali nyoba, gagal mulu!” demikian jawaban seorang teman saat ditanya perihal proses mendapatkan surat izin mengemudi untuk sepeda motor, atau lebih dikenal dengan SIM C. Si kawan tersebut melanjutkan, “Tahu-tahu saya udah disuruh ujian aje. Mana kita tahu soalnya kan? Banyak banget pertanyaan-pertanyaan menjebak. Jadinya nilainya jeblok dah! Capek juga ngikutin prosedur yang gak jelas. Belum lagi waktu dan duit yang udah kepake.

Keluhan kawan tersebut tidak bisa dianggap mewakili apa yang terjadi di masyarakat saat ini. Tetapi adalah fakta bahwa sistem perolehan SIM di negara ini memang butuh perbaikan. Sebab, tidak jelas apa yang bakal diuji, siapa pengujinya dan bagaimana mekanisme penentuan lulus atau tidaknya. Bagaimana mungkin orang yang tidak pernah mendapatkan pelatihan, tiba-tiba saja diuji tentang hal spesifik. Mengemudi motor memang terkesan mudah secara teknis, tetapi ketika bicara soal legalisasi, maka ada standar yang berlaku. Disinilah letak permasalahannya, apakah para pemohon SIM C yang mayoritas otodidak itu bisa memahami standar apa yang berlaku? Baca lebih lanjut

Odong-odong vs Truk Molen, Empat bocah tewas, Salah siapa?

foto: twitter @afifahvipay

foto: twitter @afifahvipay

Well, tidak jelas darimana istilah odong-odong ini. Yang pasti nama itulah yang diberikan kepada sejenis kendaraan yang bentuknya seperti kereta mini wisata dimana sebuah kendaraan induk menarik rangkaian rangka terbuka yang berisi penumpang. Biasanya penumpang ini anak-anak, atau bocah. Entah sejak kapan odong-odong boleh masuk ke jalan raya. Yang dimaksud jalan raya di sini adalah jalan besar yang menjadi jalur utama lalulintas di sebuah wilayah.

Biasanya, kendaraan odong-odong berada di area perumahan. Penulis sering melihat odong-odong dengan sepeda motor sebagai mesin penarik kendaraan tersebut. Tapi entah kenapa sepertinya trendnya mulai berubah. Beberapa kali penulis melihat sendiri odong-odong dalam bentuk mobil (jika ingin dikatakan demikian) berada di jalan raya. Duh, kok bisa sih? Baca lebih lanjut