Google Hentikan Layanan Gmail Untuk Blackberry?

“Mulai 22 Nov 2011, Google akan menghentikan aplikasi surat elektronik di perangkat Blackberry.” Begitulah kira-kira berita yang penulis lihat di sebuah televisi swasta nasional. Wah, ada apa ini? Apa benar, bahwa sejak tanggal tersebut pengguna Blackberry tidak bisa lagi menggunakan Gmail di perangkatnya? Dan apa sebabnya Google berlaku semena-mena terhadap Blackberry?

Sebagai salah satu pengguna Gmail dan (terpaksa) menggunakan Blackberry, penulis merasa ini adalah sebuah berita yang mesti disikapi secara serius oleh pengguna Blackberry. Pasalnya, Blackberry menjadi salah satu perangkat favorit dalam mengecek email, yang tentu saja Gmail adalah salah satu penyedia layanan email yang banyak digunakan. Bayangkan, jika akun tersebut sudah biasa menjadi bagian dari korespondensi dengan rekan kerja, kolega bahkan teman dan keluarga. Bagi yang mengikuti mailing list, tentunya harus berpikir dua kali untuk mengganti email. Baca lebih lanjut

Blackberry OS6 = reset mania

Well, sudah beberapa bulan ini penulis menggunakan sebuag gadget yang dielu-elukan oleh banyak orang di negeri ini. Bahkan sudah sering penulis dibilang gak gaul, karena gak punya gadget yang satu ini. Yup, apalagi kalau bukan blackberry? Sejak awal gadget ini muncul, penulis berusaha obyektif. Sebenarnya apa sih kebutuhannya? Setahu penulis, awalnya BB banyak digunakan oleh pebisnis demi kemudahan berkomunikasi untuk urusan bisnis. Misalnya menerima dan membalas email dimanapun, tanpa perlu membuka laptop, harus mencari koneksi Internet. Cukup menggunakan layanan push email, si pengguna bisa melakukannya dimanapun. Lalu ada lagi layanan primadonanya yaitu Blackberry Messanger. Fitur ini memungkinkan antar pengguna BB saling mengirim pesan, entah itu teks sederhana atau format multimedia. Kelebihannya? Gratis! Selain itu, ada juga layanan jejaring sosial macam facebook, twitter, chatting hingga web browsing. Siapa yang tidak tergoda? Menggunakan blackberry sepertinya gmana gituh…

Penulis yang mencoba bertahan dengan prinsip “Gadget not needed unless provoked :D* pun akhirnya harus menyerah. Demi kepentingan komunikasi, terutama di pekerjaan dan lelah melihat si boss cembetut akibat anak buahnya bandel, apa boleh buat (Padahal sih, kalo Cuma push email, pake smartphone biasa juga bisa). Dipinanglah sebuah BB tipe curve 3G. Versi murah & meriah. Kenapa harus 3G? Yah pentinglah untuk ngeblog. 😀 Baca lebih lanjut

Google Latitude, Berguna Untuk Touring

Tulisan berikut, bukan karena penulis mendapat order dari Larry Page, atau Sergei Brin sang empunya Google. 😀 Tapi murni karena keinginan berbagi informasi dan pengalaman. Nah kali ini sengaja membahas secara sederhana, sebuah aplikasi gratis yang sudah banyak digunakan oleh penikmat touring sepeda motor.

Latitude nama aplikasinya. Software ini dikeluarkan oleh Google sebagai turunan dari aplikasi Google Maps, sebuah peta online gratis yang memberikan kita akses ke setiap pojok geografis di dunia. Aplikasi ini diinstal di handphone anda. Tenang, rata-rata semua telepon selular bisa diinsintal. Gak percaya? Silahkan arahkan browser hape anda ke www.google.com/latitude dan ikuti perintah instalasinya. Mudah dan tidak bertele-tele layaknya perpanjangan KTP. 😀

Nah setelah berhasil diinstal, silahkan klik iconnya pada BB atau handphone anda. Lalu tekan menu BB atau pada hape lain, pilih options > Join Latitude. Silahkan login menggunakan akun gmail anda. Jika belum ada teman yang terkoneksi, silahkan pilih “add friends” dan masukkan email rekan/teman seperjalanan anda. Baca lebih lanjut

motogadget: Honda Safety Driving for Blackberry

Siapapun tahu, menggunakan hape saat berkendara, dapat mengundang musibah. Bagi anda yang tidak percaya dengan opini ini, haruslah berhati-hati. Di Amerika saja, 25% kasus yang menimpa kecelakaan mobil, disebabkan penggunaan telepon selular saat berkendara. Artinya, mengendarai sambil menggunakan hape adalah aktivitas yang tidak dianjurkan.

Nah, bagi biker, hal yang sama juga berlaku. Apalagi sepeda motor hanya mempunyai dua roda, dan sang pengendara harus menjaga keseimbangan. Namun bagaimana jika selama berkendara, kita tidak ingin diganggu oleh bunyi dan nada getar hape? Bisa saja sih diacuhkan, tetapi sang penelepon mungkin akan berusaha terus, dan akibatnya akan mengganggu. Nah, berhubungan dengan itu, beberapa minggu ini penulis menggunakan sebuah aplikasi sederhana yang mungkin bisa dipertimbangkan sebagai solusinya. Aplikasi ini menarik perhatian penulis, karena secara otomatis akan mematikan panggilan setelah satu kali nada, dan langsung mengirimkan pesan ke si penelpon. Oh ya, aplikasi ini digunakan di Blackberry smartphone. Bisa didownload di web blackberry. Baca lebih lanjut