Jakarta, Malam Hari, H-3

Harusnya judulnya H-2, tapi karena hari raya Idul Fitri “diundur”, maka judulnya pun berubah. :mrgreen: Ya, dikarenakan rasa suntuk ingin kembali menikmati berkendara di malam hari, plus didukung rasa penasaran, bagaimana rasanya ketika Ibukota Negara yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke-66, ditinggalkan oleh jutaan kendaraan? Maka penulis memutuskan untuk sekedar fun night riding.

Memulai perjalanan dari kawasan Kalimalang menuju Cawang, Jakarta Timur, lalu lintas terasa ramai lancar. Arus lalu lintas yang didominasi pemudik justru yang mengarah ke Bekasi. Penulis menikmati kecepatan yang berkisar antara 60-70 km/jam. Namanya juga fun alias senang-senang. Tidak perlu ngebutlah, walaupun pada jam tersebut (pukul 22.00) kelas pembuka M0to125cc di Indianapolis GP sudah dimulai. Toh ini jalan raya, bukan sirkuit. 😀 Baca lebih lanjut

Tips berkendara bagi pemudik

Sewaktu acara “Ngabuburit RSA Indonesia” Jumat (19/8) lalu, ternyata penulis menemukan seorang Dokter yang punya spesialiasi soal tidur-meniduri. Eits, ini bukan mesum. Tapi dr. Andreas Prasadja RPSGT, memberikan tips tentang bagaimana istirahat yang baik, mewaspadai tanda-tanda ngantuk saat berkendara, terutama bagi para pemudik. Monggo disimak video dibawah ini. Semoga berguna, dan monggo berkomentar.(hnr)