Akhirnya, Terkena Penyakit Menular Ninja250

Beberapa hari lalu, penulis mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Awalnya penulis hendak mengisi bensin di spbu yang byk menggunakan warna kuning. Nah saat memutar kunci di pintu tangki bensin, ternyata tidak bisa. Seperti ada yang menahan kunci tersebut untuk berputar membuka pintu tanki. Sedikit dipaksa ternyata tidak bisa juga. Akhirnya niat mengisi bbm ditunda, segera menuju tempar parkir. Mencoba membuka lagi, namun pintu tanki tidak juga merespon. Kunci tidak bisa diputar ke posisi “open”. Gawat nih! Pikir penulis.

Penulis sudah banyak mendengar beberapa kasus seperti ini. Bahkan terakhir, rekan blogger dan juga penikmat keju, beruang madu asam manis alias Benny, pernah mengalami patah kunci di bagian yang sama. Berdasarkan itu, penulis pun berhati-hati menangani hal ini. Ada beberapa solusi. Pertama, menggagalkan agenda pertemuan, dengan resiko Baca lebih lanjut

Bicara Motor Harian, Bicara Mindset

Sepertinya ranah blogger lagi ramai membicarakan, apakah sebuah motor 250cc cocok untuk harian atau tidak. Nah karena penulis punya salah satunya (Ninja250), izinkan penulis memberikan pendapat yang tentu saja subyektif. Tapi mudah-mudahan bisa menjadi wacana yang positif. Tanpa perlu membela merk tertentu.

Mengendarai motor itu motivasinya bisa beragam. Ada yang karena kebutuhan, ada yang sekedar ikut-ikutan atau juga seorang motorcycle enthusiast. Jenisnya bisa dibagi-bagi lagi. Ada yang mampunya beli bebek, tapi ada juga yang bisa beli moge. Ada yang sudah punya motor bebek, dibayar cash, dirawat baik-baik. Ada juga yang beli motor sport, tapi bayarnya kredit, butek pula motornya. 😀

Nah, jika ditanya apakah motor X cocok untuk harian? Atau lebih cocok motor Y untuk harian? Baca lebih lanjut

Jakarta, Malam Hari, H-3

Harusnya judulnya H-2, tapi karena hari raya Idul Fitri “diundur”, maka judulnya pun berubah. :mrgreen: Ya, dikarenakan rasa suntuk ingin kembali menikmati berkendara di malam hari, plus didukung rasa penasaran, bagaimana rasanya ketika Ibukota Negara yang baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke-66, ditinggalkan oleh jutaan kendaraan? Maka penulis memutuskan untuk sekedar fun night riding.

Memulai perjalanan dari kawasan Kalimalang menuju Cawang, Jakarta Timur, lalu lintas terasa ramai lancar. Arus lalu lintas yang didominasi pemudik justru yang mengarah ke Bekasi. Penulis menikmati kecepatan yang berkisar antara 60-70 km/jam. Namanya juga fun alias senang-senang. Tidak perlu ngebutlah, walaupun pada jam tersebut (pukul 22.00) kelas pembuka M0to125cc di Indianapolis GP sudah dimulai. Toh ini jalan raya, bukan sirkuit. 😀 Baca lebih lanjut

Satpol PP Pakai Ninja250, Pedagang Asongan Pakai?

Foto ini didapatkan penulis dari seorang rekan klub motor di Jakarta Timur. Lokasi pemotretan tidak jelas dimana. Nah, jujur ini jadi sangat mengganggu penulis. Dan sudah diposting pula oleh bro Bence. Tetapi, yang jadi pertanyaan, dimana kebutuhan Satpol PP menggunakan motor dua silinder ini?

Mau mengejar pedagang liar pakai ini?

Ninja250 bukan motor sembarangan. Road Legal, ini motor 4tak dibawah kelas moge (400cc) yang ada di jalanan. Bagi motorcycle enthusiast di Indonesia, khususnya kalangan ekonomi menengah, bisa meminang motor ini saja sudah cukup. Lalu, ngapain Satpol PP beli motor ini?

Apakah Satpol PP akan mengejar penjahat/kriminal? Jelas tidak. Sudah ada Polisi dengan BM (Brigade Motor) dan Patrolinya. Mengawal VIP/orang penting? Yah, itu urusan polisi juga. Mereka punya kesatuan khusus untuk itu. Lalu, digunakan untuk apa? Mengejar pelanggar lalu lintas? Lah, itu sudah ada Dirlantas di tiap-tiap Polda dan juga daerah. Baca lebih lanjut

“Oleh-oleh” Dari Semarang

Menunggu Sepur @ Stasiun Tawang.

Menunggu Sepur @ Stasiun Tawang.

*Tulisan ini merupakan rangkaian artikel touring OBI ke Semarang,  untuk menguji kekuatan sinyal XL sepanjang Pantura.* 

Saat tulisan ini diposting (24/07), obiwan (anggota otobloggers Indonesia) yaitu benny, adi, edo, rio & penulis tengah menuju Jakarta dengan menumpang kereta api Argo Anggrek.

2 hari lalu kami masih berjibaku dengan kepadatan dan tingkah polah jalur pantura, yang biasa digunakan untuk mudik. Tujuh motor, tujuh blogger, tujuh karakter dengan satu tujuan. Yaitu menguji kehandalan sinyal salah satu operator telekomunikasi dan merasakan jalur pulang kampung yang beberapa minggu lagi akan dicumbui oleh jutaan pemudik.

Menarikkah perjalanan ini? Tidak mungkin dikatakan tidak. Banyak cerita yang layak dibagi dengan pembaca, dan ada juga informasi yang mesti diketahui. Ada kisah jenaka yang mengundang tawa, hingga realitas sosial yang mengiris hati. Semuanya, langsung dialami sendiri oleh obiwan tanpa embel-embel dramatisasi ala sinetron murahan.

Yang pasti kami siap berbagi dengan pembaca sekalian. Saat tulisan ini saya buat di handset blackberry, kemampuan menahan lelah dan ngantuk saya kembali diuji. Sementara, obiwan lainnya juga langsung sibuk dengan pc-tablet dan gadget masing-masing. Padahal, dari raut wajah mereka tersirat rasa lelah luar biasa. “Fisik boleh letih, tetapi semangat ngeblog harus tetap ceria.” Demikian ungkap bro Edo menyemangati obiwan.

Dalam waktu 5 jam, kami akan kembali menapaki ibu kota Jakarta yang lalu lintasnya dikenal sadis. Semoga keinginan untuk berbagi kepada teman-teman pembaca tidak mengendurkan niat untuk langsung ngeblog, bukan malah pingsan di kasur. 😀 (hnr)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Biker juga berhak menikmati plastik kresek!

Seluruh ibu-ibu/emak-emak di nusantara boleh saja mengklaim urusan belanja dan masak memasak adalah domain mereka. Tapi tidak untuk perlengkapannya. Salah satu contoh adalah kantung plastik kresek. Entah darimana asal nama “kresek”, mungkin karena bunyinya yang seperti itu, atau memang ada sebab lain. Mudah-mudahan tidak ada kaitannya dengan “brengsek” atau “hidung pesek”. Yang jelas, sebutan/istilah kantong plastik kresek sudah dimengerti oleh komunitas ibu-ibu seluruh nusantara (mudah-mudahan klaim ini tidak salah). Baik yang tergabung di klub/komunitas otomotif, PKK, Posyandu atau arisan rt/rw setempat yang hebohnya mengalahkan infotainment di waktu subuh.

Lalu apa hubungannya antara plastik kresek ini dengan biker? Jelas ada bro! Jangan takut dibilang bencong, atau lebay menggunakan plastik ini. Penggunaan plastik kresek tidak boleh didominasi oleh kaum ibu. Ini jelas melanggar ham! 😀 Baca lebih lanjut