Review Jaket Respiro TMC R FLOW

Respiro Review Cover“Mas Henry harus coba jaket ini. Ringan, fleksibel dan mempunyai ventilasi di bagian samping sehingga udara bisa keluar masuk. Dengan begitu, jika kita berkeringat, akan diminimalisir.” Demikian sepotong kalimat dari Arief Gampang Utomo, pemilik Respiro saat bertemu dengan penulis awal Agustus lalu. Dan akhirnya diputuskan untuk mencoba Jaket dengan kode TMC R Flow tersebut.

Jaket ini berukuran XL, dengan warna merah-hitam, dan desain yang ngepas di badan. Awalnya penulis mengira, bagian bawah jaket akan “memenjarakan” si perut. Namun asumsi itu hilang ketika jaket dikenakan. Sekilas, bahan bagian dalam yang berpori langsung terasa nyaman. Bagian lengan hingga pergelangan tangan bisa bergerak fleksibel. Untuk perlindungan, terdapat padding dari bahan Polyurethane foam di bagian bahu dan siku. Selain itu, padding tersebut membentuk jaket menjadi lebih “kekar” saat dikenakan. Tak lupa terdapat garis tipis dengan bahan Scotchlite, yang bakal memantulkan cahaya. Hal ini berguna saat berkendara di malam hari.

Selain pelindung Baca lebih lanjut

Moto Review: 7gear tankbag

Tank bag. Tas tangki bensin? Untuk sementara, mari kita sepakati dahulu terjemahan bebas ala blogger ini. Awalnya, aksesoris sepeda  motor ini digunakan di motor-motor enduro kelas tinggi seperti BMW R1200GS-nya Charley Boorman dan Ewan McGregor dalam perjalanan mereka (Long Way Round  & Long Way Down). Nah, entah sejak kapan barang tersebut mulai tenar di kalangan bikers Indonesia juga tidak jelas. Yang pasti, tank bag mulai banyak digunakan oleh bikers yang enggan menggunakan box di motornya. Walaupun, pengguna box juga menggunakannya.

Tank bag, seperti namanya, diletakkan di atas tangki bensin sepeda motor. Tapi hanya bisa digunakan di motor model sport/batangan saja karena letak tangki bensinnya yang di depan. Beberapa bulan lalu, saat melakukan perjalanan solo touring, penulis pun menggunakan tank bag. Tapi bukan merk luar negeri yang harganya mahal. Izinkan penulis berbagi pengalaman selama menggunakan 7gear tank bag, produk lokal buatan kang Adet, blogger dan juga biker. Baca lebih lanjut

Moto Review : INK SPY HACKER, Helm Dengan Spion. Pertama di Indonesia

“Watch Your Six!” adalah istilah yang kerap digunakan para pilot tempur kepada rekannya yang hendak mengudara. Jika diartikan secara harfiah, artinya adalah perhatikan arah jam 6 anda!. Tentu saja yang dimaksud adalah di belakang. Sederhananya, waspadai serangan dari belakang. Istilah tersebut juga digunakan pasukan yang berperang di darat. Intinya, untuk berhati-hati terhadap gerakan mendadak di belakang, karena sisi inilah paling rentan terhadap serangan.

Hal yang sama, bahaya mengintai dari belakang, juga kerap dialami oleh biker/motorcylist. Bukan bermaksud sok menyamai, tapi memang itu kenyataannya. Pengendara motor, tidak seperti pengemudi mobil, tidak bisa melihat keadaan tepat di belakangnya. Kaca spion dan tehnik “head check” pun masih menyisakan blind spot di belakang. Lalu solusinya? Mungkin INK Spy Hacker bisa jadi alternatif. Baca lebih lanjut

Test Ride INK Spy Hacker

INK Spy Hacker (shot with N70)

Hari ini penulis berkesempatan mencoba sebuah helm keluaran terbaru dari INK. Yup, ini adalah Spy Hacker, helm full face dgn fitur double D-ring serta spion internal. Artinya, si pengguna bisa lihat blind spot dibelakang kita. Benar begitu? Rumitkah? Dan yang terutama, amankah? Sabar, blog bodats akan mengupas tuntas helm ini. Dengan cara bodats yang khas tentunya. 😀 (hnr)

Mengintip Dapur Nolan & X-Lite

Proses Produksi Helm Nolan. Foto: WebBikeWorld.com

Sebelumnya, penulis ingin mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1491H bagi yang merayakannya. Jangan terlalu banyak makan sate ya. Ingat, jaga kadar kolesterol dalam taraf normal. 😀

Bek to topik. Saat sedang mencari inspirasi tulisan, penulis menemukan video yang dibuat oleh WebBikeWorld.com, sebuah media on-line yang gembar melakukan review terhadap sepeda motor dan perangkat pendukungnya, mulai dari helm, jaket, sepatu hingga sepeda motor itu sendiri. Nah, ternyata baru-baru ini, mereka mengunjungi pabrik Helm Nolan dan X-Lite di Brembate di Sopra, Italia untuk melihat proses produksi helm yang digunakan oleh Casey Stoner dan Jorge Lorenzo tersebut.

Monggo dinikmati video berikut ini. Semoga bermanfaat, dan silahkan berkomentar. Baca lebih lanjut

Moto Gear Review: KYT Runner 2

Catatan:
Review yang dilakukan adalah hasil pengamatan independen penulis, dan tidak mendapat tekanan dari pihak manapun, termasuk produsen yang mengeluarkan produk. Review ini juga tidak bisa dijadikan acuan ataupun standar dalam penilaian. Penulis, dengan semangat berbagi dan independensi blogger, hanya memberikan pendapat seobyektif mungkin perihal suatu produk.

Setelah KYT V2R dan Ink CBR600 mampir ke meja review, kini penulis berkesempatan untuk mencoba satu lagi helm produk anak negeri. Setelah melego V2R kepada seorang teman :D, penulis memutuskan untuk mencoba salah satu produk KYT kembali yaitu tipe Runner 2. Sebenarnya penulis sudah sejak lama mengincar jenis helm ini. Namun karena generasi awalnya menggunakan sistem penguncian dagu yang menggunakan mekanisme micro-lock, entah kenapa penulis merasa ragu. Hingga akhirnya dari seorang rekan yang membeli varian terbaru, terlihat bahwa sistem chin strap-nya menggunakan model buckle. Baca lebih lanjut