Melawan Arah, “Adat Istiadat” Pengendara di Jakarta

Anda pernah kaget ketika berada di jalan yang menerapkan satu arah, tiba-tiba ada kendaraan lain yang melawan arus? Kesal, marah & kaget adalah ungkapan yang wajar dirasakan ketika mengalami kejadian itu. Pasalnya, perilaku tersebut bisa membuat pengendara yang tidak bersalah, menjadi korban kecelakaan. Dan ironisnya, penyebabnya justru pengendara mobil/motor yang tidak tertib. Sampai kapan jadi pelaku? Sampai kapan “rela” jadi korban?

Mungkin pemikiran ini pula yang mendasari RSA (Road Safety Association) untuk menggelar aksi simpatik di bilangan Tugu Proklamasi, Jumat (11) sore tadi. Dengan membentangkan spanduk dan beberapa X-banner, puluhan anggota komunitas/klub roda dua yang tergabung di RSA, menjalankan aksi dengan damai.

Cari jalan pintas agar barang cepat tiba di tujuan?

Baca lebih lanjut

Benarkah Bro Eko RSA Menjadi DPO Polda Metro Jaya?

Bro Eko (di tengah) diapit oleh KHCCErs saat aksi simpatik RSA.

Miris, itulah yang pertamakali hadir di benak saya ketika membaca mailing list RSA (Road Safety Association) kemarin hingga hari ini. Bro Eko, miliser KHCC (Karisma Honda Cyber Community), pengurus RSA dan juga member KCJD (Kings Club Djakarta), tiba-tiba saja diklaim sudah dijadikan DPO (Daftar Pencarian Orang)  Polda Metro Jaya oleh seorang petugas polisi bernama Randy. Pengumuan ini langsung diupload di akun Facebook-nya dan juga blog SSFC Depok, klub tempatnya bernaung. Diduga, Randy adalah petugas polisi yang berselisih paham dengan bro Eko ketika hendak berangkat kerja. Berikut adalah kronologis berdasarkan keterangan bro Eko di milis RSA. Baca lebih lanjut

Road Safety Association: “Hentikan Diskriminasi Terhadap Pengguna Sepeda Motor!”

Bus SBS Transit di Singapura. Jika angkutan umum Jakarta model begini, pasti banyak peminatnya.

Rencana Pemprov DKI untuk menerapkan pembatasan wilayah gerak di beberapa ruas jalan protokol mengundang berbagai reaksi pro dan kontra. Termasuk sebuah organisasi non-profit bernama Road Safety Association (RSA). Organisasi yang berisikan berbagai  klub/komunitas roda dua di Jabodetabek ini, menganggap kebijakan pembatasan ruang gerak sepeda motor cenderung diskriminatif.  Seakan-akan motorlah yang jadi biang keladi kemacetan. Melalui siaran persnya, RSA menyatakan menolak rencana penerapan tersebut. RSA menyatakan bahwa akar masalah pesatnya penggunaan kendaraan pribadi justru karena tidak tersedianya sistem transportasi massal yang murah dan manusiawi. Mereka mendesak perbaikan dikonsentrasikan ke transportasi publik. Mereka juga merencanakan aksi simpatik demi kepentingan masyarakat banyak ini. Di bawah ini adalah siaran pers resmi dari RSA. (hnr) Baca lebih lanjut

Dokumentasi Pengujian Helm SNI 1811-2007

DSC_0076Selasa (20/10) lalu RSA mendapat undangan untuk melakukan factory visit ke salah satu produsen helm lokal yaitu PT. DMI (Dinaheti Motor Industri). Selain melakukan peninjauan proses produksi, rombongan juga berkesempatan untuk melihat dari dekat proses pengujian helm berdasarkan SNI 1811 – 2007 yang sudah menjadi kewajiban untuk setiap helm yang beredar di Indonesia. Berikut adalah dokumentasi foto dan sedikit penjelasan pengujian tersebut. Karena keterbatasan waktu, tidak semua pengujian bisa didokumentasikan. Pengujian untuk suhu ekstrem dan pengujian ketebalan padding serta shell belum sempat didokumentasikan. Baca lebih lanjut

Helm Handal, Tidak Perlu Mahal!

Penentuan titik-titik jatuh beban untuk Uji Penyerapan Energi Kejut.

Penulis masih ingat betul ketika adanya kewajiban SNI di helm menjadi topik hangat di milis/diskusi diantara para anggota klub/komunitas roda dua. Wajar banyak pengendara roda dua yang ragu terhadap SNI 1811-2007 yang hendak mengatur tentang standarisasi helm untuk pengendara kendaraan roda dua. Masalahnya, sosialisasi terkesan minim dan tidak terbuka perihal pengujian terhadap helm-helm yang dijual di pasaran. Nah selasa lalu (21/10) sebagian pertanyaan sudah mulai terjawab.

Adalah RSA (Road Safety Association) yang mengadakan acara Factory Visit ke salah satu pabrik produksi helm lokal. Walaupun terkesan mendadak, tak kurang dari 22 perwakilan komunitas/klub bergabung untuk mengunjungi pabrik PT. DMI (Dinaheti Motor Industri) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat tersebut. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1979 ini memproduksi beberapa merk helm lokal, diantaranya INK dan KYT. Selain itu mereka juga memroduksi beberapa merk helm luar negeri, tapi hanya untuk kebutuhan ekspor. Baca lebih lanjut