DISKUSI HELM SNI: SARAT INFORMASI, KURANG SOSIALISASI

Ketika mendapat pemberitahuan bahwa ada undangan menghadiri seminar sosisalisasi tentang SNI pada helm pengendara roda dua, saya langsung antusias sekaligus cemas. Selain karena pemberitahuan oleh bro Peter, Ketua KHCC (Karisma Honda Cyber Community) mendadak (H-2), penulis pun khawatir akan sedikitnya perwakilan komunitas yang hadir pada saat seminar tersebut.

Ditemani oleh bro Andry, seorang blogger dan juga staf JDDC (Jakarta Defensive Driving Consultant), kami berdua akhirnya tiba di lokasi pada hari Senin (23/02). Bertempat di Hotel Menara Peninsula, dekat bilangan Slipi, kami tiba beberapa menit sebelum acara dimulai. Dan kecemasan penulis pun terbukti. Kami berdua hanya melihat beberapa orang saja dari komunitas/klub roda dua yang hadir. Hanya seorang rekan dari Yamaha Scorpio Club dan Suzuki Thunder Indonesia yang kami temui. Sisanya? Baca lebih lanjut

RESISTANSI TERHADAP HELM SNI, PERLUKAH?

Penulis sengaja menampilkan judul tersebut, karena khawatir dengan perkembangan di kalangan biker menjelang terjadinya penerapan helm SNI per 1 April 2010 nanti. Wajar, dengan umur teknis tiga tahun, pastinya banyak helm yang masih bagus kondisinya, yang masih digunakan oleh para bikers, tapi belum mempunya logo SNI (yang diemboss).

Nah, masalahnya, selama ini lambang D.O.T selalu terpasang di bagian belakang helm yang kita beli. Tiga huruf yang merupakan singkatan dari Departement of Transportation dari Amerika Serikat ini merupakan standarisasi oleh lembaga tersebut untuk setiap perangkat/peralatan yang berhubungan dengan transportasi. Baca lebih lanjut

Pemeringkatan Helm di Indonesia

skull_helmet

Tulisan ini berawal dari sebuah pertanyaan kawan yang, setelah membaca artikel tentang helm lokal dan SNI (Standar Nasional Indonesia), berniat untuk membeli helm yang layak pakai. Dia ingin sekali menggunakan helm yang layak pakai, yang sesuai dengan SNI. Tapi di satu sisi, dia juga bingung bagaimana bisa tahu kalo sebuah merk helm telah benar-benar teruji. Walaupun sudah diberitahu kalo SNI yang sekarang adalah sertifikasi dengan sistem emboss di helm, teman tersebut masih khawatir terjadinya pemalsuan. “Apa sih yang tidak bisa dipalsukan di Indonesia? Perangkat lunak komputer saja dibajak terang-terangan. Apalagi cuma label SNI?”, demikian pesimisme yang ia lontarkan. Baca lebih lanjut