Masihkah kita butuh motor bebek?

“Produk yang baik, adalah produk yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembeli/konsumennya.” Begitulah kira-kira ucapan seorang pakar marketing yang pernah penulis dengar. Sungguh tidak mungkin konsep ini tidak digunakan dan dipraktekkan oleh para produsen, terutama produsen otomotif, dalam hal ini roda alias sepeda motor.

Dulu, kampanye marketing sepeda motor selalu diselingi jargon “hemat bahan bakar dan nilai jual kembali yang tinggi.” Kini, jargon itu mulai terhapus. Kata-kata “hemat” mulai digantikan dengan “efisien”. Dan istilah mesin yang kencang, mulai digantikan dengan istilah “responsif”. Pasalnya, hampir semua produsen selalu menggunakan jargon yang sama. Terserah siapa yang memulai, pastinya yang lain akan mengikuti, walaupun dengan cara yang berbeda. Baca lebih lanjut