Giliran Pengguna KRL Teriak

Suasana di dalam KRL Ekonomi Bekasi-Kota

Masih ingat kasus pemberlakuan Loopline KRL Jabodetabek yang ricuh itu? Hingga ratusan pengguna setia kereta menjadi korbannya? Dan dijanjikan pula bahwa sistem ini akan lebih baik? Ternyata tidak demikian yang terjadi. Tenang, ini bukan isapan jempol belaka, ini bukan gossip, tapi fakta. Mungkin bukan fakta murni ala LSM Survey, tetapi cukup empirik mengingat yang membawanya ke ruang publik adalah pengguna KRL. Komunitas ini menamakan dirinya KRL Mania. Mereka adalah pengguna setia KRL, dan menggunakan KRL atas dasar kesadaran pribadi, desakan ekonomi ataupun idealisme dalam hati. Mereka teriak, karena perbaikan tidak kunjung datang. Mereka kesal, karena budaya pelayanan dan komunikasi KAI masih “jadoel”. Mereka marah, karena hak mereka sebagai masyarakat yang sudah membayar pajak, untuk mendapatkan transportasi yang layak, aman dan nyaman tidak diindahkan. Berikut adalah pernyataan sikap rekan-rekan KRL Mania. Semoga saja tidak numpang lewat dan mengeluarkan pernyataan, “Saya Prihatin.”

No : 01/01/12

Jakarta, 30 Januari 2011

Hal       : Evaluasi atas pelaksanaan jalur lingkar KRL Jabodetabek

Lamp    : Baca lebih lanjut

Per 1 September 2010, BBM Untuk Mobil Akan Dibatasi?


Setelah rencana pembatasan BBM bersubsidi untuk sepeda motor mendapat kecaman keras dari berbagai lapisan masyarakat, lagi timbul rencana baru. Kali ini, yang rencananya akan dibatasi penggunaan konsumsi BBM-nya adalah kendaraan roda empat atau mobil pribadi. Alasannya, karena pengguna mobil adalah kalangan ekonomi kelas menengah ke atas yang mampu membeli BBM non-subsidi.

Menurut Hatta Rajasa, Menko Bidang Perekonomian, salah satu bagian dari kebijakan pemerintah yang prorakyat adalah mempertahankan subsidi BBM bagi masyarakat tidak mampu. Namun, saat ini masyarakat mampu pun mengonsumsi bensin bersubsidi (Kompas, 17 Juli 2010, hal. 18).

Masih dari KOMPAS, tertulis pula jumlah kendaraan sepeda motor yang menempati bagian terbesar dari komposisi jumlah kendaraan di Indonesia. Di tahun 2009, Motor berjumlah 87.136.000 unit atau 73%. Bandingkan dengan kendaraan umum 937.000 unit (1%) dan mobil pribadi 17.350.000 unit (14%). Sisanya dihuni oleh mobil barang dan bus. Baca lebih lanjut