10 Detik Bersama Lin Jarvis di Gedung Balai Kota Jakarta :)

Jokowi, Rossi & Lorenzo

Jokowi, Rossi & Lorenzo

Jumat (17/1) pagi tadi, saya yang awalnya ragu menghadiri undangan “sarapan” dengan Rossi & Lorenzo karena hujan terlalu lebat dan terhambat macet dimana-mana akibat hujan dan banjir, akhirnya menyusul rombongan media yang sudah berada di Balai Kota alias kantor Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.

Nah, tiba di sana, ternyata banyak kru media yang sudah menunggu. Tapi apa daya, Lorenzo dan Jokowi sarapan terlebih dahulu. Sementara, Rossi belum menampakkan mukanya. “Rossi baru tiba di sekitar Semanggi, harap bersabar.” Demikian pengumuman staf Jokowi. Dan makin ramailah perbincangan awak media. Sementara saya, karena blogger, yah nothing to lose lah. Baca lebih lanjut

Masih Layakkah Valentino Rossi?

Foto: MotoGP.com

Foto: MotoGP.com

Qatar, Minggu (8/4) malam lalu menjadi ajang pembuka seri Motogp 2012. dan semua mata memandang kepada para “alien”: Lorenzo, Pedrosa, Stoner, Spies dan tentu saja Rossi. Duo Stoner dan Pedrosa ditunggu aksinya. Pasalnya, RC213V mereka harus kembali didesain ulang dengan direvisinya regulasi bobot motor. Sementara tim Yamaha banyak dinanti sepak terjangnya karena banyaknya masalah teknis yang mendera. Lalu bagaimana dengan Ducati? Ini yang menarik. Tapi mari kita lihat dulu tim lainnya.

Semua sudah tahu hasil Qatar. Stoner, seperti biasa ngotot di awal balapan. Dan memimpin lebih dari 10 lap. Namun demikian, rekan satu timnya Pedrosa justru menampilkan semangat juang luar biasa. Pria bertubuh pendek ini beberapa kali terlihat melakukan duel dengan Lorenzo maupun Stoner. Sempat memimpin sejenak, dan ditekuk kembali oleh Stoner, pemuda asal Spanyol ini justru membuat jalannya balapan menjadi menarik. Pedrosa justru salah satu faktor yang membuat Stoner mundur ke posisi podium ke-3. Sebab, setelah Lorenzo menyalib Stoner, Baca lebih lanjut

Fastest, Siapa Yang Tercepat di MotoGP?

“…Teammate is a misleading term. They are rival on the same biker, on the same color…” kutipan narasi oleh Ewan McGregor itu membuka sebuah film dokumenter berjudul “FASTEST” yang mengangkat realitas yang selama ini menjadi misteri bagi banyak penggemar salah satu olahraga otomotif bergengsi di dunia; Moto GP. Film dibuka dengan pertarungan sengit di pertengahan musim 2009, dimana rivalitas satu kubu terjadi antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo dari tim Yamaha Racing. Kedua pembalap, dipisahkan oleh usia dan jam terbang yang terpaut jauh. Lorenzo (21) memulai tahun keduanya di MotoGP, sementara Rossi (30) sudah menjuarai enam gelar kelas premium.

Pertarungan 15 Juni 2009 di sirkuit Catalunya, Spanyol, yang kemudian disebut sebagai “battle of the century” Baca lebih lanjut

Valentino Rossi Akan Pensiun?

Rossi terisak saat mengetahui Sahabatnya telah pergi.

Mengikuti perkembangan pasca kepergian Marco “Super Sic” Simoncelli yang tewas di sirkuit Sepang Minggu (23/10) lalu, sungguh menarik, namun di saat yang bersamaan membuat agak risih. Pasalnya, begitu banyak yang langsung menyudutkan berbagai pihak terkait musibah itu. Ada yang menyalahkan kenapa evakuasi dari pihak Sepang Circuit begitu lambat dan tidak profesional. Atau ada juga yang memerdebatkan, siapa yang melindas Marco? Edwards atau Rossi? Seakan-akan, diperlukan sosok tersangka dalam musibah yang membuat dunia balap motor menangis tersebut.

Dan seperti biasa, gosip pun mulai bermunculan. Salah satunya adalah kabar tidak mengenakkan, bahwa Valentino Rossi, Rival dan juga sahabat dekat Marco Simoncelli, dikabarkan akan gantung helm. Baca lebih lanjut

MotoGP Jerez : Anti Klimaks (Detik-detik Jatuhnya Rossi dan Stoner)

Bagi penggemar motogp, pastinya tidak lupa kejadian beberapa jam lalu di sirkuit Jerez. Lorenzo menang, diikuti oleh Pedrosa dan Hayden. Bosan juga lihat Lorenze senyum sumringah, tapi salut kepada Pedrosa yang didera penyakit lengan kiri tapi tetap berprestasi. Nah, Hayden ngapain “di situ”? Kok tumben bisa naik podium? Lah ini yang jadi seru.

Seharusnya, jika saja terjadi, MotoGP akan mencetak sejarah baru. Sayangnya, cuaca (atau mungkin keberuntungan) tidak berpihak kepada calon pembuat sejarah tersebut. Misalnya, Rossi yang sempat jatuh di sesi kualifikasi, langsung divonis oleh banyak kalangan tidak bisa berbuat banyak karena start dari urutan ke-12. Tapi sungguh mengejutkan. “the doctor” justru langsung melesat “memburu” sainggannya. Belum genap lomba berjalan 5 lap, Rossi sudah berada di posisi ke-4 dan memburu Stoner yang bertengger di posisi ke-3. Penulis pun langsung yakin, bahwa Rossi mampu jadi juara. Tapi tiba-tiba saja, saat hendak overtake Stoner, Rossi tergelincir dan mengajak Stoner turut serta. Rossi jatuh tertimpa GP11-nya. Sementar Stoner terlempar. Rossi mampu melanjutkan lomba dan finis di urutan ke-6. Rossi hebat? Tidak juga. Baca lebih lanjut