Sentul Riwayatmu Kini

02“Ini nih sirkuit sentul?” tanya Azdi, ketika kami baru saja tiba di Sirkuit Sentul, Kamis (20/1) lalu. Kami berdua menyambangi sirkuit tersebut karena diundang dalam rangka peluncuran Apache RTR 200. Saya hanya tersenyum saat Azdi diam seribu bahasa, begitu memasuki area parkir di belakang paddock. “Kok antusias gue jadi berubah yah?” ujarnya saat kami tiba di area parkiran.

Diresmikan tahun 1999 oleh Presiden Soeharto, sirkuit Sentul awalnya digadang menjadi sirkuit yang bisa menjadi arena balap mobil paling bergengsi; Formula One. Namun entah kenapa, perhelatan tersebut tidak pernah terjadi. Sebelum krisis moneter, Sirkuit yang terletak di Babakan Madang, Bogor ini sempat masuk jadwal MotoGP 1996 dan 1997. Dimana saat itu masih didominasi oleh Michael Doohan (500cc), Max Biaggi (250cc) dan Valentino Rossi (125cc). Krisis moneter 1997 membuat sirkuit Sentul merasakan dampaknya. Karena nilai Rupiah yang anjlok dan berbagai faktor lainnya, sejak itu sirkuit Sentul tidak lagi masuk radar MotoGP.

Nasib berbeda justru dialami oleh Sirkuit Sepang di Malaysia. Berdiri enam tahun setelah sirkuit Sentul, Sepang justru menarik perhatian Dorna, Organiser MotoGP. Selain layout yang berbeda dengan sirkuit pada umumnya, Sepang juga ternyata didesain untuk balapan Formula One. Dikabarkan, Malaysia sampai berjuang habis-habisan untuk bisa memenuhi standar Moto GP dan Formula One dalam satu sirkuit. Hasilnya sepadan; Sepang selesai dibangun Maret 1999, dan di bulan April di tahun yang sama, langsung didaulat menjadi arena bermain pembalap MotoGP. Selanjutnya dikenal dengan nama Malaysian Grand Prix, Sepang terus menerus menjadi salah satu seri di MotoGP sejak 1999 hingga 2015 lalu. Selain MotoGP, sirkuit Sepang juga rutin masuk agenda Formula One.

03

Kondisi Permukaan Aspal di trek lurus Sentul

Sentul Rusak_1“Cuy, parah banget nih sirkuit! Gak ada perubahan kayaknya.” Ujar blogger beruang, yang menyapa kami ketika tiba di area parkir belakang paddock. Blogger beruang ditemani Dadang, blogger asal Sumedang, sempat masuk ke track area, bahkan berfoto-foto. “Gue gak paham itu yang dipake aspalnya jenis apaan. Masak, lebih bagus aspal tol Cipali sama di sini?” ujar pria tambun yang bekerja di bidang konstruksi sipil ini. Beruang blogger cukup sering ke Sentul, walaupun saya tahu dia gak bisa balapan. J

Begitu saya berjalan di Pit Area dan melihat ke arah track, maka terlihat apa yang dimaksud oleh beruang blogger. Permukaan aspal yang terkelupas, cat tembok yang mulai usang di beberapa bagian sirkuit dan area penonton, hingga colokan listrik yang tak berfungsi. Rupanya tidak ada perubahan mendasar. “Waktu itu, aspalnya sempat dilapis ulang hari Jumat. Eh, hari Minggu sudah ada trackday untuk mobil balap, tahu-tahu itu aspal terkelupas lagi.” Ujar Andi, seorang fotografer yang kerap memotret di sirkuit Sentul.

Sentul Rusak_2

Speachless gue. Gak berani narik gas kenceng kalo begini mah, “ ujar Azdi saat melihat kondisi permukaan aspal di trek lurus Sentul. Dengan berbagai macam pertimbangan, pria yang hobi menikmati alunan musik Korea ini pun hanya berani menggeber hingga kecepatan 116 kpj saat menguji Apache RTR 200. Selain itu, Azdi pun tidak berani bermanuver di beberapa tikungan akibat permukaan aspal yang bikin dia illfill. Sadar akan resiko yang tidak setimpal dengan reward­-nya, Azdi masuk ke pitstop lebih cepat. “Gila deh tuh pembalap Road Race yang biasa di Sentul. Salut gue! Kagak berani gue kenceng-kenceng”, ujarnya seusai mencicipi Sentul untuk pertamakalinya.

Pertengahan 2015 terhembus kabar Sentul bersiap untuk MotoGP 2017. Bahkan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta sempat datang dan mendengar langsung komitmen dari pengelola serta pemerintah. Hampir semua pecinta otomotif, khususnya balap motor menyambut antusias. Tapi awal tahun ini, kabar kurang enak mulai berhembus. Sentul kabarnya bakal dicoret dari agenda MotoGP 2017 karena belum juga menyerahkan persyaratan menjelang deadline yang ditetapkan oleh Dorna. Apakah ini akhir dari riwayat sirkuit Sentul?(hnr)

Iklan

2 comments on “Sentul Riwayatmu Kini

Tinggalkan Balasan & Jangan Tampilkan Link Lebih Dari 1.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s